Lo Kheng Hong: Ekonomi Indonesia Baik-Baik Saja, Tak Perlu Khawatir Resesi

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Aziz Mahrizal

13 Apr 2025 13:49

Headline

Thumbnail Lo Kheng Hong: Ekonomi Indonesia Baik-Baik Saja, Tak Perlu Khawatir Resesi
Investor senior Lo Kheng Hong. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Investor senior Lo Kheng Hong memberikan pernyataan menenangkan di tengah kekhawatiran resesi ekonomi Indonesia.

Dalam sebuah Talkshow yang digelar oleh JCI, pria yang dijuluki Warren Buffett-nya Indonesia itu menyebut bahwa kondisi ekonomi nasional masih berada dalam jalur yang sehat dan tidak perlu khawatir berlebihan.

"Memang pada saat ini, daya beli melemah tentu saja banyak pengusaha penjualannya menurun 50%, tapi menurut saya Indonesia dalam keadaan baik-baik saja," jelasnya saat ditemui di Surabaya, Minggu, 13 April 2025.

Ia menambahkan, perbedaan keadaan yang sangat jauh di tahun 1998 dengan 2025 saat ini, karena Indonesia saat ini sudah memiliki cadangan devisa.

Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi

"Indonesia memiliki cadangan devisa Rp157 miliar Dolar," jelas Lo Kheng Hong.

Lo menyebutkan beberapa indikator yang menurutnya menjadi penopang utama stabilitas ekonomi nasional, seperti tingkat inflasi yang terkendali, pertumbuhan konsumsi domestik yang konsisten, serta sektor perbankan yang sehat dan stabil.

Pernyataan ini datang di tengah kekhawatiran masyarakat akibat berita-berita negatif soal ancaman resesi.

Beberapa analis memperkirakan bahwa tekanan terhadap nilai tukar Rupiah dan kenaikan suku bunga global bisa membawa dampak negatif terhadap ekonomi nasional. Namun, pandangan Lo Kheng Hong memberikan sudut pandang yang lebih optimistis dan menyejukkan.

Baca Juga:
Kota Surabaya dan Malang Diprakirakan Cerah 14 April 2026, Cek Info Cuaca Jawa Timur

"Kalau Rupiah melemah, Bank Indonesia bisa melakukan intervensi untuk membiayai impor, masih banyak uang," jelas Lo Kheng Hong.

Menurutnya, saat ini inflasi rendah dan suku bunga juga rendah, berbeda dengan keadaan ekonomi pada tahun 1998.

"Tahun 98 bunga deposit 70 persen, bunganya tinggi sekali, 98 bank pada bangkrut. Kondisi sekarang bank-bank sangat sehat," jelasnya.

Lo mengungkapkan, laba dari setiap bank Indonesia di tahun 2024 terus mengalami peningkatan.

"Misalnya Bank BCA mendapat laba Rp55,8 triliun, Bank Mandiri laba Rp55,7 triliun, BRI paling tinggi Rp60 triliun di tahun 2024, kondisi bank kita sangat sehat," urai Lo.

"Menurut saya, negara kita aman, stabil. Tidak resesi, tidak krisis. Indonesia baik-baik saja," imbuhnya.

Sebagai informasi, pasar saham Indonesia mengalami tekanan signifikan, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok lebih dari 9% pada awal April 2025, memicu penghentian sementara perdagangan.

Nilai tukar Rupiah juga melemah tajam, mencapai rekor terendah terhadap Dolar AS sejak krisis finansial Asia. Bank Indonesia merespons dengan intervensi agresif di pasar valuta asing dan obligasi untuk menstabilkan nilai tukar dan menjaga kepercayaan investor. (*)

Baca Sebelumnya

Puteri Indonesia DIY 2025 Maharani Divaningtyas Bikin Gerakan Sosial Buat Perempuan dan Anak-Anak

Baca Selanjutnya

Sekolah Rakyat Buka Lowongan Kerja, Cek Syarat dan Jadwalnya di Sini

Tags:

Lo Kheng Hong investasi Resesi Indonesia Ekonomi Indonesia resesi ekonomi LO JCI surabaya

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar