Harga Gabah Naik, Penyebab Harga Beras Melonjak

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Marno

6 Sep 2023 14:43

Thumbnail Harga Gabah Naik, Penyebab Harga Beras Melonjak
Salah satu penjual beras di Pasar Wonokromo.(Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Akhir-akhir ini harga beras yang kian melambung tinggi, bukan karena stok berkurang.Tapi 
harga gabah kering panen (GKP) dan gabah kering giling (GKG) sedang mengalami kenaikan.

Penjelasan ini disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat ditemui di Gedung Negara Grahadi, Rabu (6/9/2023).

Foto Gubernur Khofifah saat ditemui di Gedung Grahadi. (Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)Gubernur Khofifah saat ditemui di Gedung Grahadi. (Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)

"Saat ini memang harga GKP dan GKG sedang mengalami kenaikan. Sehingga produk  beras di konsumen juga mengalami kenaikan," jelas Khofifah

Baca Juga:
Musrenbang Tak Sekadar Forum Tahunan! Gubernur Khofifah Ingatkan Perencanaan Pembangunan Harus Semakin Presisi dan Kolaboratif

Oleh sebab itu sebagai langkah penanganan untuk mengembalikan kembali harga beras, Gubernur Khofifah mengajak bupati, wali kota, dunia usaha, dunia industri, dunia kerja maupun private sector untuk melakukan operasi pasar murah khusus beras guna memberi penetrasi pasar.

“Ini yang harus diperbanyak lagi operasi pasar murah termasuk maksimalkan distribusi ke pedagang-pedagang di pasar," tambah Khofifah 

Selain itu Bulog akan menyalurkan bantuan pangan beras kepada 3,4 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Jatim. Program ini akan berjalan hingga bulan Desember, setiap keluarga mendapat jatah 10 kg per bulan.

Seperti diketahui sebelumnya harga beras medium di Pasar Wonokromo Surabaya mencapai Rp 11.000 rupiah per kilogram, dari yang sebelumnya hanya Rp 9.000 per kilogram. Sedangkan untuk beras premium saat ini dibanderol Rp 17.000 per kilogram dari yang sebelumnya hanya Rp 14.000 per kilogram.

Baca Juga:
Beranggotakan Profesor Perempuan Terbanyak se-Tanah Air, Muslimat NU Pecahkan 2 Rekor MURI

Kenaikan harga beras ini tentu saja membuat sejumlah pedagang resah, karena akan berpengaruh terhadap penghasilan mereka. Salah satu pedagang, Wahyuni mengaku fenomena ini baru kali ini terjadi. Sebelumnya kenaikan harga beras tidak sampai setinggi saat ini.

"Ini cukup meresahkan ya, baru kali ini beras bisa naik begitu tinggi dan terjadi terus menerus. Sedangkan komoditas lain harganya normal. Kita dibuat bingung karena banyak pembeli yang mengeluh," kata Wahyuni.

Kenaikan harga beras ini sudah terjadi sejak awal bulan Agustus lalu. Bulog menghimbau pedagang untuk membatasi pembelian beras hanya 2 sak (5kg) per orang. Hal ini dilakukan agar pembelian bisa merata dan terbagi ke banyak orang.

"Bulog  menyarankan tiap pembeli dibatasi maksimal 2 sak beras. Karena stok yang terbatas, banyak masyarakat yang terpaksa membeli beras premium yang harganya lebih mahal," pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Wabup Lumajang: Masyarakat Perlu Edukasi Tentang Legalitas Rokok

Baca Selanjutnya

Skripsi Bukan Lagi Kewajiban Mahasiswa, Unej: Kami Siap Implementasi

Tags:

Harga beras harga gabah Gubernur Khofifah Bulog Operasi Pasar

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar