BSN Tetapkan 595 SNI Sepanjang 2025, Perkuat Daya Saing Produk Nasional

Jurnalis: Filza Tiarania
Editor: Al Ahmadi

27 Jan 2026 16:27

Thumbnail BSN Tetapkan 595 SNI Sepanjang 2025, Perkuat Daya Saing Produk Nasional
Suasana konferensi pers Badan Standardisasi Nasional (BSN) terkait capaian kinerja 2025 dan outlook kebijakan standardisasi tahun 2026 di Jakarta, Selasa 27 Januari 2026. (Foto: Humas BSN)

KETIK, SURABAYA – Badan Standardisasi Nasional (BSN) mencatat sejumlah capaian strategis sepanjang 2025 dalam upaya memperkuat perlindungan masyarakat serta meningkatkan daya saing produk nasional.

Penguatan infrastruktur mutu nasional dilakukan melalui standardisasi, akreditasi, dan metrologi yang berdampak pada sektor ekonomi dan perdagangan.

Sepanjang 2025, BSN menetapkan 595 Standar Nasional Indonesia (SNI) yang mencakup sektor agro, kimia, kesehatan, ekonomi kreatif, mekanika, energi, infrastruktur, teknologi informasi, serta penilaian kesesuaian. Dengan tambahan tersebut, jumlah SNI aktif hingga akhir 2025 tercatat sebanyak 10.081.

Sejumlah SNI difokuskan untuk produk strategis yang mendukung kebijakan pemerintah, antara lain SNI food tray, interlocking block, geotekstil, beras padi inbrida, beras fortifikasi, serta sistem peringatan dini gerakan tanah.

Baca Juga:
Tumbuh 16 Persen, KAI Daop 8 Surabaya Angkut 3.09 Penumpang Selama Triwulan I 2026

Pelaksana Tugas Kepala BSN, Y. Kristianto Widiwardono, menyampaikan bahwa penyusunan SNI merupakan bagian dari upaya memastikan kebijakan publik berjalan dengan aman dan efektif. 

Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers "Refleksi Tahun 2025 dan Outlook Thun 2026" di Kantor BSN, Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026. 

“SNI 9369:2025 tentang Wadah bersekat (Food Tray) dari baja tahan karat untuk makanan, kami susun untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis.

Standar ini memastikan peralatan makan aman digunakan, tahan lama, dan tidak mengandung zat berbahaya, sekaligus mendorong industri dalam negeri menghasilkan produk berkualitas,” kata Kristianto.

Baca Juga:
Warga Sajira Tuntut Kejelasan Ganti Rugi Lahan Waduk Karian, Soroti Ketimpangan Proses Pengadaan Tanah

Dari 5.940 jenis produk yang beredar di Indonesia, sebanyak 1.099 jenis produk atau sekitar 18,5 persen telah menerapkan SNI. Sementara itu, 204 jenis produk ber-SNI tercatat telah menembus pasar ekspor atau setara 3,4 persen dari total produk beredar.

Penerapan SNI juga mendorong peningkatan daya saing usaha mikro dan kecil (UMK). Sepanjang 2025, sebanyak 19 UMK binaan BSN berhasil menembus pasar internasional. Produk yang diekspor meliputi durian ke China dan Thailand, rumput laut ke Prancis, Amerika Serikat, dan China, keripik nangka ke Ceko, Malaysia, dan Singapura, tempe ke Jepang, serta briket arang batok kelapa ke Turki, Swedia, India, dan kawasan Timur Tengah.

Selain itu, BSN memfasilitasi penerapan SNI bagi 775 UMK dan 52 organisasi, serta mendukung sertifikasi SNI untuk 149 pelaku usaha. BSN juga menyelenggarakan program Bootcamp SNI Bina UMK secara daring yang diikuti lebih dari 1.000 UMK dari berbagai daerah, bekerja sama dengan 18 kementerian, lembaga, BUMN, dan institusi terkait.

Di tingkat internasional, BSN aktif memperjuangkan kepentingan nasional melalui forum Technical Barriers to Trade–World Trade Organization (TBT-WTO) guna meminimalkan hambatan teknis perdagangan. Dengan fokus pada peningkatan penerimaan produk Indonesia di pasar ekspor, termasuk produk viscose staple fibres, kayu olahan, ban dan tabung kendaraan bermotor, serta baja dan produk turunannya.

Kerja sama bilateral juga diperkuat dengan berkolaborasi bersama pemerintah Arab Saudi untuk meningkatkan akses produk Indonesia di kawasan Timur Tengah, serta dengan pemerintah China untuk memastikan produk impor yang masuk ke Indonesia memenuhi ketentuan standar nasional.

BSN juga melakukan pengembangan SNI dengan mengadopsi standar internasional. Kebijakan ini dapat menyelaraskan dengan praktik global yang bermanfaat bagi ekonomi masyarakat. 

"Dari pembelian 7 SNI yang mengadopsi internasional terbanyak sepanjang tahun 2025, masyarakat memperoleh penghematan biaya sebesar Rp 3,7 miliar dibandingkan jika membeli standar internasional secara langsung,” ujar Kristianto.

Beberapa SNI adopsi tersebut meliputi SNI ISO/IEC 27001:2022 Sistem Manajemen Keamanan Informasi; SNI ISO/IEC 17025:2017 Persyaratan Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi; SNI ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu; SNI ISO 19011:2018 Pedoman Audit Sistem Manajemen; SNI ISO 45001:2018 Sistem Manajemen K3; SNI ISO 14001:2015 Sistem Manajemen

Lingkungan; serta SNI ISO 22301:2019, Sistem manajemen kelangsungan usaha.

Di bidang akreditasi, BSN melalui Komite Akreditasi Nasional (KAN) telah mengakreditasi 644 lembaga penilaian kesesuaian.

Sementara di bidang metrologi, BSN memperoleh sembilan pengakuan internasional baru atas kemampuan pengukuran dan kalibrasi, sehingga total pengakuan internasional mencapai 164 lingkup hingga akhir 2025.

Memasuki 2026, BSN menyatakan akan terus mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia melalui penguatan standardisasi dan penilaian kesesuaian.

Fokus kebijakan diarahkan pada pengendalian mutu barang beredar, perluasan pengakuan internasional, serta penguatan peran pihak ketiga.

BSN juga berkontribusi dalam mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden melalui penguatan standar di bidang keamanan pangan, kesehatan, pertanian, perikanan, perumahan, pendidikan, serta mitigasi bencana.

Sejumlah SNI prioritas antara lain tuna ground meat beku, produk katering, ikan patin, susu bubuk kambing, sistem pembangkit energi angin, instalasi nuklir, kelurahan tangguh bencana, dan reklamasi lahan bekas tambang.

“Ke depan, standardisasi tidak hanya menjadi instrumen teknis, tetapi juga fondasi perlindungan masyarakat dan penguatan kedaulatan ekonomi nasional. Dengan arah kebijakan tersebut, kami berharap BSN dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan Indonesia,” ujar Kristianto.(*)

Baca Sebelumnya

Sebaran Tower Telekomunikasi di Halmahera Selatan, Bacan dan Makian Terbanyak

Baca Selanjutnya

Bandara Doho Kediri Jadi Lokasi Pemberangkatan Haji 2027, Menteri Haji dan Umroh Beberkan Alasannya

Tags:

BSN SNI Standar Nasional Indonesia Badan Standar Nasional Produk Ekonomi standar 2025 2026 Usaha Mikro dan Kecil

Berita lainnya oleh Filza Tiarania

Bukan Sedang Mainan, Ini Alasan Kepiting Pantai Membuat Bola-Bola Pasir!

18 Maret 2026 05:00

Bukan Sedang Mainan, Ini Alasan Kepiting Pantai Membuat Bola-Bola Pasir!

Rumah Sakinah Muhammadiyah Luncurkan Tiga Program Pemberdayaan Baru

17 Maret 2026 15:19

Rumah Sakinah Muhammadiyah Luncurkan Tiga Program Pemberdayaan Baru

Jelang Lebaran RPH Surabaya Lakukan Monitoring, Harga Daging Sapi Naik Rp3.000–Rp5.000

15 Maret 2026 13:01

Jelang Lebaran RPH Surabaya Lakukan Monitoring, Harga Daging Sapi Naik Rp3.000–Rp5.000

Gubernur Khofifah Salurkan Bansos Rp17,499 Miliar untuk Warga Kota dan Kabupaten Madiun

14 Maret 2026 11:05

Gubernur Khofifah Salurkan Bansos Rp17,499 Miliar untuk Warga Kota dan Kabupaten Madiun

Jelang Idulfitri, RPH Surabaya Ikut Ramaikan Pasar Murah Ramadan

13 Maret 2026 15:45

Jelang Idulfitri, RPH Surabaya Ikut Ramaikan Pasar Murah Ramadan

Seminggu Sebelum Idul Fitri, Harga Daging di Surabaya Terkendali

13 Maret 2026 12:35

Seminggu Sebelum Idul Fitri, Harga Daging di Surabaya Terkendali

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar