Tuntutan Massa Soal Transparansi Anggaran! Ini Jawaban Pemkot Surabaya

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Fiqih Arfani

26 Sep 2025 15:17

Thumbnail Tuntutan Massa Soal Transparansi Anggaran! Ini Jawaban Pemkot Surabaya
Gedung Pemerintah Kota Surabaya. (Foto: Shinta Miranda/Ketik)

KETIK, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan bahwa pengelolaan anggaran daerah dilakukan secara transparan, efisien dan sesuai mekanisme.

Pernyataan ini muncul setelah adanya desakan dari massa aksi yang menyoroti dugaan pemborosan anggaran, mulai dari alokasi makan-minum (mamin), perjalanan dinas luar negeri, hingga pinjaman daerah.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya, M Fikser, menjelaskan bahwa seluruh pos anggaran diarahkan untuk kepentingan masyarakat. Termasuk soal anggaran mamin yang belakangan ramai dipersoalkan.

"Anggaran mamin itu peruntukannya untuk kegiatan kemasyarakatan. Misalnya saat ada tamu kepala daerah, atau acara bersama masyarakat. Bahkan, rapat internal pemkot tidak ada anggaran mamin. Pengeluaran mamin baru bisa dilakukan bila ada tamu dari luar," jelas Fikser, Jumat, 26 September 2025.

Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi

Ia menambahkan, pemberitaan terkait 557 ribu paket makan lapangan senilai Rp15,3 miliar juga tidak benar jika disebut hanya untuk ASN.

"Contoh kegiatan seperti Festival Rujak Uleg, kan ada ruang transit. Nah, itu kita ada tamu dari luar maupun instansi lain di luar pemkot. Jadi belanja mamin ini untuk jamuan tamu, bukan untuk wali kota atau pejabat internal,” katanya.

Isu perjalanan dinas luar negeri pun turut diluruskan. "Kami menjalin sister city dengan 25 kota, seperti Kochi (Jepang) atau Liverpool (Inggris). Yang dikirim ke sana pun juga bukan pejabat, melainkan tenaga teknis, misalnya guru atau tenaga medis untuk belajar di sana. Itu pun harus izin Kemendagri,” paparnya.

Bahkan, lanjut dia, sesuai arahan Wali Kota Eri Cahyadi, anggaran perjalanan dinas luar negeri tahun 2025 sudah dihapuskan.

Baca Juga:
Kota Surabaya dan Malang Diprakirakan Cerah 14 April 2026, Cek Info Cuaca Jawa Timur

Fikser juga menanggapi kabar soal penyewaan ribuan kipas angin, sound system, tenda, dan panggung. Menurutnya, langkah efisiensi justru dilakukan dengan memusatkan anggaran di satu perangkat daerah agar mudah diawasi dan dikontrol.

Sementara itu, mengenai isu pinjaman daerah melalui Bank Jatim berbunga 13,7 persen, Fikser memastikan angka tersebut tidak benar. Pemkot sudah melakukan negosiasi sehingga bunga lebih rendah, bahkan di bawah 6 persen.

“Bank Jatim ini juga bank milik daerah, dimana kita punya saham. Pinjaman ini dilakukan tanpa jaminan dan sudah dikonsultasikan ke Kemendagri serta Kemenkeu,” jelasnya.

Ia menegaskan, pinjaman tersebut diarahkan untuk pembangunan infrastruktur yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

"Pinjaman daerah ini infrastruktur seperti membangun rumah sakit dan infrastruktur strategis lainnya. Selain itu, pembangunan juga dibiayai dari APBD, kerja sama dengan investor, maupun skema KPBU. Jadi tidak semuanya mengandalkan pinjaman,” katanya.

Menurut Fikser, setiap langkah pengajuan pinjaman sudah melalui kajian fiskal, ekonomi, kelembagaan, hingga mitigasi risiko.

"Setiap rupiah diarahkan untuk pembangunan infrastruktur yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat Surabaya,” tutur dia. (*)

Baca Sebelumnya

DBD di Sungai Aur Ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa setelah 2 Warga Meninggal Dunia

Baca Selanjutnya

Jatim Sportiv Festival Haornas XLII 2025 Cetak Rekor Muri, Gubernur Khofifah Ajak Pacu Prestasi Olahraga di Jatim

Tags:

Pemkot Surabaya pengelolaan anggaran tuntutan massa aksi anggaran mamin Anggaran Pemkot Surabaya APBD 2025 M. Fikser surabaya

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar