Tingkat Pengangguran di Surabaya Tinggi, Ekonom FEB Unesa: Ini Penyebab dan Solusinya

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Mustopa

23 Jun 2024 13:38

Thumbnail Tingkat Pengangguran di Surabaya Tinggi,  Ekonom FEB Unesa: Ini Penyebab dan Solusinya
Ilustrasi pengangguran. (Grafis: Rihad Humala/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Berdasarkan data BPS, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Surabaya pada tahun 2023 masih berkisar di 6,76 persen. Angka ini masih jauh di atas angka TPT Jawa Timur yang sebesar 4,88 persen.

Ketua Pusat Studi Ilmu Ekonomi FEB Unesa, Hendry Cahyono mengatakan  tingginya angka pengangguran di Kota Surabaya tidak bisa lepas dari efek pandemi Covid-19 yang sempat melanda Indonesia beberapa waktu lalu.

Sebagai pusat ekonomi dan keuangan di Jawa Timur diperlukan kerja sama antar banyak pihak dalam mengurangi angka pengangguran di Kota Surabaya. Salah satunya tentu dari pihak swasta yang merupakan salah satu pasar tenaga kerja.

"Sebelum Covid-19 angka TPT Surabaya kan pernah 5,76 persen. Hingga akhirnya sekarang naik 6,76 persen, jadi memang efek pandemi bisa dibilang masih terasa," jelas Hendry kepada Ketik.co.id.

Baca Juga:
Rusunami Gen Z Segera Dibangun, Pemkot Surabaya Siapkan Lahan di Rungkut dan Tambak Wedi

"Untuk mengurangi pengangguran tidak hanya dari pemerintah, karena ini kan makro ekonomi. Sehingga diperlukan dari swasta juga untuk menyerap tenaga kerja," imbuhnya.

Lebih lanjut, dirinya menambahkan dalam pengurangan angka pengangguran Pemkot Surabaya harusnya bisa mengukur antara dana yang digunakan dan hasil yang akan didapatkan.

Apalagi dalam pengurangan angka pengangguran dana yang dikucurkan pemerintah tidak hanya untuk Dinas Tenaga Kerja saja, tetapi juga dinas lainnya yang masih berhubungan dengan tenaga kerja.

"Jadi gini pemerintah harusnya bisa membuat estimasi, misal tahun 2024 dana untuk mengurangi pengangguran itu dinaikkan Rp100 miliar bisa diestimasi pengurangannya nanti berapa persen," tambahnya.

Baca Juga:
Tiket Pesawat Berpotensi Naik, Ekonomi Jatim Terancam Melambat: DPRD Desak Mitigasi

"Estimasi ini dapat dilakukan karena Pemkot kan punya datanya, apalagi ini berhubungan dengan angka-angka pasti bisa dibuat estimasi terkait hasil yang akan dicapai," sambungnya.

Jika memang terkait dana yang dikucurkan sudah cukup besar, akan tetapi hasilnya masih belum maksimal tentu harus ada evaluasi. Karena hal ini berkaitan dengan kebijakan publik maka hasilnya harus efektif, efisien dan terukur.

Apalagi dalam hal pengangguran tidak melulu terkait ketersediaan lapangan pekerjaan, tetapi keberadaan infrastruktur yang mendukung juga sangat penting. Hal ini akan mengundang banyak investor untuk datang, yang nantinya juga berujung pada pembukaan lapangan kerja baru.

"Kalau memang hasilnya belum maksimal, harus ada evaluasi. Apakah programnya yang kurang tepat atau dananya perlu ditambah, itu harusnya bisa diukur," paparnya. 

"Belum lagi keberadaan infrastruktur pendukung juga sangat penting untuk menciptakan iklim investasi yang baik, sehingga nantinya akan banyak lapangan kerja terbuka," pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Sultan Bacan Kukuhkan Masjid Al-Mujahidin Dauri Tahane sebagai Masjid Sultan Pertama Muhammad Al-Baqir

Baca Selanjutnya

Luluskan Generasi ke-2, SD Islam Al Azhar 56 Malang Jadi Sekolah Unggulan dan Favorit

Tags:

Pemkot Surabaya Angka Pengangguran Ekonomi Hendry Cahyono Pusat Studi Ilmu Ekonomi Unesa Kalkulasi

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar