Sosok Letnan Achijat Dibalik Tewasnya Jenderal Mallaby

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Mustopa

12 Nov 2023 12:49

Thumbnail Sosok Letnan Achijat Dibalik Tewasnya Jenderal Mallaby
Selayang Pandang yang digelar oleh Midtown Hotel Surabaya. (Foto: Dok. Midtown)

KETIK, SURABAYA – Pada tanggal 10 November 1945 terjadi pertempuran di Surabaya yang merupakan pertempuran besar antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Inggris. 

Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme. 

Momen yang paling diingat oleh masyarakat di 10 November ini adalah tewasnya Jendral Mallaby di Surabaya. 

Letnan Achijat adalah sosok pembunuh Jendral Mallaby saat pertempuran 10 November. 

Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi

Letnan Achijat merupakan salah satu tokoh pejuang yang lahir di Simokerto, Surabaya. Sosok Letnan Achijat turut berjasa besar dalam perang mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya di Surabaya.  

Alki Kiraamim Bararah selaku cucu dari Letnan Achijat menceritakan mengapa sejarah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby tertutup rapat. 

Pertama karena Letnan Achijat tahu bahwa terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby merupakan kejahatan perang. 

"Saat ada genjatan senjata lawan tidak boleh diserang, itu merupakan hukum internasional yang mengatur peperangan, sehingga oleh pejabat-pejabat pada saat itu sepakat menutup kasus ini,” ungkapnya saat acara Selayang Pandang yang diselenggarakan oleh Midtown Hotel Surabaya. 

Baca Juga:
Kota Surabaya dan Malang Diprakirakan Cerah 14 April 2026, Cek Info Cuaca Jawa Timur

Foto Pameran yang digelar saat Selayang Pandang. (Foto: Dok. Midtown Surabaya)Pameran yang digelar saat Selayang Pandang. (Foto: Dok. Midtown Surabaya)

Letnan Achijat merupakan salah satu sosok yang diduga sebagai penembak jitu yang membunuh perwira tinggi tentara sekutu tersebut. Ia juga dikenal sebagai pasukan Simokerto Alap-alap, legenda kepahlawanan yang populer di kalangan masyarakat Kota Pahlawan. 

“Yang kedua adanya rasa bersalah dari Letnan Achijat di karenakan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby merupakan pemicu utama perang 10 November 1945 dan menyebabkan ribuan korban berjatuhan terutama masyarakat Surabaya yang gugur,” kata Alki Kiraamim Bararah. 

Alki menjelaskan faktor ketiga adanya rasa malu dari Letnan Achijat karena niat awal hanya ingin mengambil mobil-mobil Jepang bersama rekannya. 

"Letnan Achijat dan Usman Aji suka menyerbu iring-iring Jepang lalu di ambil mobil-mobil, yang terkenal itu pengeroyokan di Blauran sebelum adanya perang 10 November," tuturnya. 

Mengenai acara Selayang Pandang, Midtown Hotel Surabaya berkolaborasi dengan keluarga dari letnan Achijat mengadakan sebuah Storytelling di TownHall Midtown Hotel Surabaya untuk mengungkapkan sejarah yang sudah tertutup selama puluhan tahun.

Alasan dibuatnya acara Selayang Pandang karena Midtown Hotel Surabaya sesuai brand value your local discovery menyajikan cerita sejarah lokal Surabaya. 

Acara itu disertai dengan menu makan malam khas Suroboyo-an seperti tahu campur, mie goreng jawa, nasi goreng jawa, serta gado-gado. Dengan diiringi musik keroncong dan dekorasi kemerdekaan, membuat suasana di acara ini semakin hangat.  (*)

Baca Sebelumnya

Jalan Sehat Bersama Cak Udin, Warga Kromengan Kabupaten Malang Doakan AMIN Menang

Baca Selanjutnya

Rekomendasi Serum Anti Aging Cegah Garis Halus dan Mengencangkan

Tags:

Pertempuran 10 November Letnan Achijat tewasnya Jendral Mallaby surabaya Midtown Surabaya Selayang Pandang

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar