KETIK, SURABAYA – Pembangunan gedung Sekolah Rakyat (SR) permanen di Kota Surabaya yang berlokasi di Jalan Kedung Cowek atau sekitaran kaki Jembatan Suramadu sedang dalam tahap finishing. Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul berharap pada Juli 2026 atau memasuki masa tahun pembelajaran 2026/2027 sudah bisa digunakan untuk beraktivitas.
“Progres pembangunannya sudah di atas 90 persen. Harapannya Juli sudah selesai dan langsung difungsikan. Tapi kami masih lihat lagi perkembangannya,” ujar dia di Surabaya pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Mensos Gus Ipul sudah beberapa kali meninjau pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kedung Cowek. Terakhir pada Mei 2026 yang saat itu progresnya sudah rampung lebih dari 50 persen. Lokasi pembangunannya berdiri di atas lahan seluas 6,2 hektare yang merupakan aset Pemerintah Kota Surabaya.
Dilengkapi fasilitas lengkap dan dirancang menampung hingga 1.000 siswa, Sekolah Rakyat untuk menjangkau anak-anak dari keluarga miskin agar bisa kembali belajar dan mengejar masa depan. Nantinya, kata dia, seluruh siswa yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 21 Surabaya akan dipindah, sekaligus tinggal di asrama yang lokasinya berada dalam satu kompleks.
Tak hanya tingkat menengah atas, tapi di gedung yang lokasinya tidak jauh dari kawasan pantai tersebut juga menampung siswa tingkat dasar serta menengah pertama.
Sementara itu, secara nasional total sebanyak 93 Sekolah Rakyat permanen sedang dibangun dan sudah hampir rampung sehingga beroperasi pada tahun ajaran baru Juli mendatang.
Kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci sukses transisi dan operasional program prioritas Presiden tersebut. Gus Ipul mengatakan fase krusial ini harus menjadi perhatian bersama lintas sektoral.
“Masing-masing ada yang masih tetap berada di sekolah rintisan, tapi ada sebagian lagi yang akan menggunakan gedung permanen. Untuk itu diperlukan kolaborasi dan koordinasi yang baik agar masa transisi ini bisa kita lalui dengan baik,” tuturnya.
Sebanyak 48.975 bakal calon siswa telah terjangkau program Sekolah Rakyat melampaui kuota awal 32.640 siswa di tengah progres pembangunan 93 sekolah permanen yang kini telah mencapai 78,75 persen.
Secara nasional, pada tahun ajaran 2026/2027 akan beroperasi 178 Sekolah Rakyat, terdiri dari 93 sekolah permanen, 77 sekolah rintisan 2025 dan 8 sekolah rintisan baru 2026. Dari sisi kesiapan fisik, 69 lokasi telah rampung dan 24 lainnya sudah dapat difungsikan.
Gus Ipul menegaskan bahwa tantangan tidak berhenti pada selesainya pembangunan Sekolah Rakyat permanen. “Gedung selesai bukan berarti sekolah siap. Bagaimana memindahkan siswa, menerima siswa baru, dan memastikan dukungan di tahap awal itu yang menentukan,” tegasnya.
Bahkan, tingginya antusiasme masyarakat menjadi indikator sekaligus tantangan. Dari total 48.975 anak yang telah terdata, mayoritas berasal dari kelompok paling rentan 85,8 persen penerima PKH dan 77,6 persen dari desil 1–2 DTSEN dengan sebagian merupakan anak yang sebelumnya tidak pernah mengenyam pendidikan. (*)
.png)