KETIK, SURABAYA – Suasana depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya pada Senin, 12 Januari 2026 mendadak ramai. Ratusan orang jagal sapi dengan membawa sapi melakukan unjuk rasa di tempat itu.
Kehadiran mereka untuk menolak relokasi Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dari Pegirian ke Tambak Osowilangun. Unjuk rasa sempat memanas, ketika salah satu orator berdiri di atas mobil komando, Kukuh, menyampaikan bakal menyembelih sapi di lokasi.
Tak hanya itu, Kukuh menyampaikan alasan penolakan relokasi RPH karena sudah menjadi penghidupan para jagal sapi selama puluhan tahun di Pegirian.
"Kalau dipindah sama saja mematikan penghidupan kami. RPH Pegirian adalah nyawa kami," katanya.
Baca Juga:
Gubernur Khofifah Beri Bonus Rp1,845 Miliar, Atlet Paralimpik Jatim Sumbang 35 Medali di ASEAN Para Games 2025Kukuh juga meminta anggota DPRD Surabaya keluar untuk bertemu, atau pihaknya yang masuk ke dalam gedung DPRD.
"Kalau tidak keluar menemui kami,maka kami yang akan masuk bersama sapi-sapi," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, mereka, para jagal ini mengungkapkan alasan menolak relokasi RPH dari Pegirian ke Tambak Osowilangun salah satunya mempengaruhi distribusi daging hingga kualitasnya.
"Akses ke Tambak Osowilangun terlalu jauh. Biaya operasional naik dan kesegaran daging bisa terganggu," tambah Luluk salah satu pedagang.
Baca Juga:
Samuel Kristianto Jalani Sidang Perdana Kasus Rumah Nenek Elina SurabayaUsai menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD Surabaya, sejumlah perwakilan diajak masuk. Pihak DPRD Surabaya menerima keluhan para jagal. (*)