Pesantren Digipreneur Al Yasmin Perkuat Dakwah Digital Remaja Masjid, Dukung Program BKPRMI Jatim

27 April 2026 14:10 27 Apr 2026 14:10

Maulidya Hanin N., Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Pesantren Digipreneur Al Yasmin Perkuat Dakwah Digital Remaja Masjid, Dukung Program BKPRMI Jatim

Pesantren Digipreneur Al Yasmin memberikan pembekalan kemampuan dakwah digital kepada 60 remaja masjid se-Jawa Timur dalam kegiatan Pelatihan Manajemen Remaja Masjid yang diselenggarakan oleh LPPRM BKPRMI Jawa Timur pada 25–26 April 2026 di kompleks pesantren tersebut. (Foto: Humas Al-Yasmin Surabaya)

KETIK, SURABAYA – Pesantren Digipreneur Al Yasmin memberikan pembekalan kemampuan dakwah digital kepada 60 remaja masjid se-Jawa Timur dalam kegiatan Pelatihan Manajemen Remaja Masjid yang diselenggarakan oleh LPPRM BKPRMI Jawa Timur pada 25–26 April 2026 di kompleks pesantren.

Kegiatan ini menghadirkan pengasuh Pesantren Digipreneur Al Yasmin, Helmy M. Noor, sebagai pemateri utama dengan tujuan memperkuat kapasitas pengelolaan organisasi remaja masjid di era digital.

Dalam kesempatan tersebut, Helmy M. Noor menyampaikan apresiasi atas kepercayaan DPW BKPRMI Jawa Timur yang menjadikan Pesantren Digipreneur Al Yasmin sebagai lokasi pelatihan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam mencetak kader remaja masjid yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga mampu mengelola potensi umat secara modern.

“Melalui kolaborasi ini, diharapkan lahir kader-kader remaja masjid yang tidak hanya cakap secara spiritual, tetapi juga unggul dalam mengelola potensi umat di tengah arus digitalisasi,” ujarnya.

Dalam sesi materi, Helmy menyoroti urgensi penguasaan media digital sebagai sarana dakwah yang efektif di era saat ini. Ia mendorong peserta untuk memanfaatkan platform seperti YouTube dan Instagram secara kreatif, produktif, serta tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.

“Optimalkan YouTube atau Instagram di masing-masing masjid. Komunikasikan kepada takmir bahwa jika kita memiliki kemauan, kemampuan itu pasti akan datang,” tegasnya.

Selain pemaparan teoritis, Helmy juga membagikan pengalaman praktis terkait strategi membangun platform digital yang berdampak luas dalam syiar dakwah. Ia menegaskan bahwa digitalisasi dalam manajemen masjid merupakan sebuah keniscayaan di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, masjid di era digital tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat peradaban modern yang mampu menjangkau umat secara lebih luas. Pemanfaatan teknologi dapat mencakup manajemen operasional yang efisien, dakwah yang lebih inklusif, kemudahan beramal melalui sistem digital, hingga pemberdayaan ekonomi umat.

Helmy juga menekankan bahwa remaja masjid memiliki peran strategis sebagai motor penggerak digitalisasi. Kreativitas dan inovasi generasi muda dinilai menjadi kunci dalam mengembangkan media sosial masjid, menciptakan konten dakwah, hingga menghadirkan berbagai terobosan yang relevan dengan generasi milenial dan Gen Z.

Dalam pelatihan yang dibuka oleh Kabiro Kesra Setdaprov Jawa Timur, Agung Subagyo, peserta juga dikenalkan dengan berbagai implementasi teknologi digital di masjid. Di antaranya penggunaan layar pintar untuk jadwal salat, laporan keuangan digital, platform data jamaah, live streaming kajian, hingga sistem donasi berbasis QRIS dan dompet digital.

Melalui kegiatan ini, diharapkan remaja masjid mampu menjadi agen perubahan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus berkontribusi dalam memakmurkan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang relevan di era digital. (*)

Tombol Google News

Tags:

Info Surabaya Al Yasmin Surabaya Pesantren Digipreneur Bkprmi Jatim dakwah digital Berita Surabaya