Penguatan Akreditasi ISPO untuk Daya Saing Sawit Jadi Komitmen BSN di Tengah Tantangan Global

Jurnalis: Muhammad Roihan
Editor: Fiqih Arfani

7 Apr 2026 15:45

Thumbnail Penguatan Akreditasi ISPO untuk Daya Saing Sawit Jadi Komitmen BSN di Tengah Tantangan Global
Plt. Kepala BSN, Y. Kristianto Widiwardono memukul gong menanda pembukaan Soft Launching Skema Akreditasi KAN untuk LSISPO sektor usaha perkebunan industri hilir dan usaha bionergi Kepala Sawit di Yogyakarta pada Selasa 7 April 2026. (Foto: Humas BSN)

KETIK, SURABAYA – Menghadapi tekanan regulasi global seperti European Union Deforestation Regulation (EUDR), pemerintah melalui Badan Standardisasi Nasional (BSN) memperkuat sistem akreditasi Indonesian Sustainable Palm Oil meningkatkan daya saing industri kelapa sawit Nasional. 

Langkah ini disampaikan oleh Plt. Kepala BSN, Y. Kristianto Widiwardono dalam kegiatan soft launching skema akreditasi terbaru oleh Komite Akreditasi Nasional di Yogyakarta, Selasa 7 April 2026.

Kegiatan ini dilakukan sebagai respons atas tuntutan pasar global yang mewajibkan produk bebas deforestasi, dengan fokus pada peningkatan ketertelusuran rantai pasok akurasi data geolokasi serta kredibilitas sertifikasi dari hulu hingga hilir.

Permintaan pasar global yang semakin ketat, terutama dari Uni Eropa menjadikan penerapan EUDR sebagai tantangan besar bagi Indonesia. Regulasi ini mengharuskan setiap komoditas termasuk kelapa sawit yang masuk ke pasar Eropa terbukti tidak berasal dari lahan hasil deforestasi setelah tahun 2020.

Baca Juga:
BSN Ekspansi ke Ekosistem Muhammadiyah, Bidik Pangsa Pasar Syariah

Kondisi ini menjadi krusial karena industri kelapa sawit merupakan salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Selain menyumbang devisa negara dalam jumlah besar, sektor ini juga menjadi sumber penghidupan bagi jutaan petani di berbagai daerah.

Kristianto menegaskan bahwa pemenuhan standar EUDR membutuhkan sistem ketertelusuran yang kuat dan didukung oleh data yang akurat.

Dalam hal ini, akreditasi menjadi faktor kunci untuk memastikan hasil sertifikasi dapat dipercaya, baik di dalam negeri maupun di tingkat global.

“Pemenuhan ketentuan EUDR membutuhkan sistem ketertelusuran yang kuat dan didukung data yang akurat. Akreditasi menjadi kunci untuk memastikan hasil sertifikasi dapat dipercaya,” ujar Kristianto.

Baca Juga:
Sebanyak 30 PAUD di Sampang Ditutup, Tak Ikuti Akreditasi hingga Tak Lapor ke Dinas

Namun demikian, hal ini menjadi isu tersendiri terutama bagi petani kecil yang masih menghadapi keterbatasan biaya akses teknologi serta pemahaman terhadap regulasi internasional.

Sebagai bentuk penguatan tersebut, BSN melalui KAN meluncurkan skema akreditasi terbaru untuk lembaga sertifikasi ISPO yang mencakup seluruh rantai nilai industri kelapa sawit mulai dari sektor perkebunan, industri hilir, hingga usaha bioenergi. 

Skema ini mengintegrasikan penerapan standar secara menyeluruh dalam satu kerangka akreditasi yang lebih komprehensif.

Melalui pendekatan tersebut, diharapkan tercipta konsistensi, kredibilitas, serta pengakuan global terhadap hasil sertifikasi ISPO. 

Selain itu, pelaku usaha memperoleh kepastian dalam memenuhi tuntutan pasar internasional sekaligus mendorong praktik usaha yang lebih transparan berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Di sisi lain, kebutuhan pemenuhan aspek legalitas lahan, tata kelola hingga proses verifikasi dan audit turut meningkatkan biaya kepatuhan bagi pelaku usaha. tantangan lain juga muncul dari keterbatasan infrastruktur teknologi khususnya dalam penguatan sistem informasi geospasial.

Meski demikian, EUDR membuka peluang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat tata kelola industri sawit yang lebih transparan dan akuntabel. ISPO menjadi instrumen utama dalam memastikan kegiatan usaha sawit berjalan sesuai prinsip keberlanjutan, legalitas dan tata kelola yang baik.

Komitmen tersebut diperkuat melalui kebijakan nasional termasuk Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2025 tentang Sistem Sertifikasi Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia yang memperluas cakupan ISPO hingga sektor hilir dan bioenergi.

Dalam implementasinya, sertifikasi ISPO didukung oleh lembaga sertifikasi yang telah diakreditasi oleh KAN berdasarkan standar SNI ISO/IEC 17065. 

Hingga saat ini, sebanyak 28 lembaga sertifikasi telah terakreditasi untuk sektor perkebunan kelapa sawit dan jumlah tersebut berpotensi terus bertambah seiring perluasan cakupan sektor.

Kristianto menekankan bahwa keberhasilan implementasi ISPO membutuhkan kolaborasi lintas sektor mulai dari kementerian sebagai regulator, KAN, lembaga sertifikasi, pelaku usaha, petani, akademisi, hingga pemerintah daerah.

“Dengan kerja sama yang solid, kita optimistis kelapa sawit Indonesia mampu menjawab tantangan global, termasuk EUDR, dan tetap menjadi komoditas unggulan yang berdaya saing tinggi,” pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Belia Hasbi Jayabaya: Gencarkan Posbindu PTM, Dorong Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular

Baca Selanjutnya

Dampingi Mendikdasmen ke SMPN 1 Surabaya! Kadisdik Jatim: TKA Jadi Upaya Petakan Kemampuan Akademik Siswa

Tags:

BSN ISPO sawit EUDR Kristianto widiwardono akreditasi

Berita lainnya oleh Muhammad Roihan

Kunjungi IPAM Ngagel, Wakil Wali Kota Banjarmasin Pelajari Pengolahan Air Minum di Surabaya

14 April 2026 19:01

Kunjungi IPAM Ngagel, Wakil Wali Kota Banjarmasin Pelajari Pengolahan Air Minum di Surabaya

Dishut Jatim Kawal Aspek Konservasi dalam Groundbreaking JLKT Bromo

14 April 2026 15:27

Dishut Jatim Kawal Aspek Konservasi dalam Groundbreaking JLKT Bromo

Tumbuh 16 Persen, KAI Daop 8 Surabaya Angkut 3.09 Penumpang Selama Triwulan I 2026

13 April 2026 16:25

Tumbuh 16 Persen, KAI Daop 8 Surabaya Angkut 3.09 Penumpang Selama Triwulan I 2026

Rimbawan Jatim Bersatu, Wujudkan Kunci Masa Depan Tahura Raden Soerjo

10 April 2026 16:10

Rimbawan Jatim Bersatu, Wujudkan Kunci Masa Depan Tahura Raden Soerjo

Perkuat Adaptasi Ekonomi Hijau, Kadishut Jatim Sambang CDK Wilayah Madiun

10 April 2026 12:14

Perkuat Adaptasi Ekonomi Hijau, Kadishut Jatim Sambang CDK Wilayah Madiun

DPRD Surabaya Sarankan Tutup Titik Parkir Tak Berlakukan Sistem Digitalisasi

9 April 2026 18:25

DPRD Surabaya Sarankan Tutup Titik Parkir Tak Berlakukan Sistem Digitalisasi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar