Pemkot Surabaya Gelar Opera Kolosal Merah Putih Bertanya di Jalan Tunjungan, Libatkan 750 Pemain

25 September 2026 11:25 25 Sep 2026 11:25

Fitra Herdian, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Pemkot Surabaya Gelar Opera Kolosal Merah Putih Bertanya di Jalan Tunjungan, Libatkan 750 Pemain

Pertunjukan kolosal perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato, Surabaya, pada tahun sebelumnya. (Foto: Humas Pemkot Surabaya)

KETIK, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) menggelar opera kolosal berjudul Merah Putih Bertanya di Jalan Tunjungan, tepatnya di depan Hotel Majapahit. Pertunjukan tersebut digelar pada Sabtu, 26 September 2029.

Pertunjukan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut melibatkan sekitar 750 pemain dari berbagai unsur, mulai dari pelajar, mahasiswa, seniman, komunitas, karang taruna, Cak dan Ning Surabaya, Paskibraka, hingga musisi.

Opera kolosal tersebut mengangkat kembali Peristiwa Perobekan Bendera pada 19 September 1945 di Hotel Yamato yang kini dikenal sebagai Hotel Majapahit Surabaya.

Ada cerita baru dalam gelaran tersebut. Opera kolosal ini mengusung konsep human statue atau living monument. Para pemain tidak hanya berakting, tetapi juga menjadi bagian dari suasana ruang publik untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan Arek-Arek Suroboyo.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya melihat kembali peristiwa sejarah, tetapi juga merasakan semangat perjuangan Arek-Arek Suroboyo,” kata Kepala Disbudporapar Surabaya, Herry Purwadi.

Kabid Kebudayaan Disbudporapar Surabaya, Ridzotullahmad Nurchakim, menambahkan pertunjukan tersebut akan membawa penonton mengikuti suasana Surabaya menjelang peristiwa perobekan bendera.

“Dahulu para pejuang bertanya bagaimana mempertahankan kemerdekaan. Sekarang pertanyaannya, apa yang kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan,” kata Edo, sapaan akrabnya.

Salah satu bagian yang menarik, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi akan tampil sebagai Residen Sudirman dalam adegan perundingan dengan Mr. Ploegman di Hotel Yamato terkait berkibarnya bendera Belanda.

Sementara itu, Ketua TP PKK Surabaya Rini Indriyani berperan sebagai Ibu Pertiwi. Ia akan membawakan puisi pada bagian akhir pertunjukan sebagai refleksi atas keberanian dan pengorbanan para pejuang Arek-Arek Suroboyo. (*)

Tombol Google News

Tags:

Perobekan Bendera Hotel Yamato Pemkot Surabaya Eri Cahyadi Pertunjukan Kolosal Tunjungan Merah Putih Bertanya Herry Purwadi Ridzotullahmad Nurchakim