Pemkot Surabaya Bentuk Forum Anak, UNICEF Acungkan Jempol 

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Irwansyah

30 Jan 2023 02:54

Thumbnail Pemkot Surabaya Bentuk Forum Anak, UNICEF Acungkan Jempol 
Forum Anak Surabaya (FAS) yang diapresiasi oleh UNICEF. (Foto: Humas Pemkot Surabaya) 

KETIK, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berupaya menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman untuk mendukung hak dan perlindungan anak-anak di Kota Pahlawan. 

Karenanya, pihaknya turut melibatkan anak-anak dalam pembentukkan Forum Anak di tingkat kecamatan untuk mendekatkan jangkauan, serta pengawasan pemerintah kepada setiap permasalahan di seluruh wilayah di Kota Surabaya.  

Melihat keeikutsertaan Pemkot untuk mendukung hak dan perlindungan anak, Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia Arie Rukmantara mengungkapkan bahwa transisi endemi ini membuat anak-anak dalam membuat kebijakan. 

“Apabila ada yang perlu kita syukuri sebagai hasil adaptasi kebiasaan baru dalam transisi pandemi ke endemi adalah makin seringnya anak-anak berpartipasi dalam pembuatan kebijakan. Meaningful participation of children and young people should be the new normal,” kata Arie Rukmantara, Sabtu, (28/1). 

Baca Juga:
Pemkot Terapkan Kebijakan Surabaya Tanpa Gawai di Malam Hari

UNICEF memuji langkah berani Pemerintah Kota Surabaya yang menggelar jumpa pers dengan empat remaja putri sebagai juru bicara utama pada Kamis, 26 Januari 2023. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menyongsong Kelas Inspirasi Walikota yang akan dilaksanakan Senin, 30 Januari 2023. 

UNICEF lewat kepala perwakilannya di Jawa, Arie Rukmantara, menyampaikan bahwa peran Neerzara, pelajar SMKN 20 Surabaya, Tanaya (SMPN 22 Surabaya), Hesty (SMA Muhammadiyah 1 Surabaya), Asysyifa Carissa (SMPN 4 Surabaya), dan Djasmine (SMAN 22 Surabaya) sebagai juru bicara utama dalam Konferensi Pers yang membahas tema Perlindungan Diri terhadap Kekerasan dan Perwakinan Anak. 

UNICEF melihat bahwa kegiatan ini merupakan pernyataan tegas bahwa anak-anak adalah aktor kunci dan solusi paling penting dalam memecahkan permasalahan anak. 

“Di tengah maraknya tajuk utama yang berkaitan dengan kondisi anak: isu perkawinan anak, dan berita terkini tentang stunting, Kota Surabaya, telah memastikan suara anak merespon berita-berita tersebut didengar masyarakat,” terang Arie. 

Baca Juga:
BEM Malang Raya Demo, Desak Kasus Andrie Yunus Diadili di Peradilan Sipil

Pemkot Surabaya telah membentuk Forum Anak Surabaya (FAS) yang terus menyuarakan hak dan perlindungan anak. Sebab, untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman di Kota Pahlawan, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. 

Melainkan tanggung jawab dari berbagai pihak secara bersama-sama, termasuk dengan upaya pelibatan anak-anak. 

“Pemerintah Kota Surabaya telah memberikan anak-anak ‘pengeras suara’ untuk menggaungkan solusi maslaah anak dari anak-anak. Suara mereka kini menggema di seluruh kota, bukan hanya di kamar, di tempat bermain dan di ruang kelas,” terang Arie. 

Arie menambahkan, apabila Kota Surabaya serius menjadi salah satu kota CFCI (Child Friendly Cities Initiatives), maka partisipasi anak dan suara anak adalah keunggulan yang patut disebarluaskan. 

“Ini adalah competitive advantage, keunggulan Surabaya dalam menjadi kota yang bersahabat bagi anak tingkat dunia,” tambahnya. 

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) dan Forum Anak Surabaya (FAS) menyatakan bahwa berdasarkan data DP3APPKB Kota Surabaya, 30 persen warga Surabaya adalah anak-anak. 

Salah satu juru bicara pada jumpa pers tersebut, Neerzara atau akrab disapa Caca, menyatakan bahwa kekerasan dan perkawinan anak dapat dihentikan. 

Caca menyampaikan harapannya agar setiap anak dapat menikmati masa belajar, nyaman beraktivitas di kota dan memiliki saluran menyampaikan pendapat mereka. 

Caca menegaskan bahwa tidak boleh ada yang tertinggal dalam menikmati pelayanan kota. 

“Anak membutuhkan kasih sayang, perhatian lebih dari orang dewasa seperti guru, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Juga pemimpin kota," paparnya. 

Mendorong partisipasi anak secara bermakna dalam proses pembangunan merupakan kunci utama dari pembangunan yang berkelanjutan. 

Tujuan 16 dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) adalah menekankan peran pemerintahan, inklusi, partisipasi anak di pembangunan berkelanjutan. 

Secara khusus target 16.7 untuk memastikan pemerintahan yang responsif, mengambil keputusan inklusif, partisipatif dan representatif di semua tingkatan pemerintahan. (*)

Baca Sebelumnya

Kesempatan Kerja PT Vale, Simak Informasinya

Baca Selanjutnya

Rekrutmen Nasional Perusahaan Tambang, Lulusan S1 Merapat!

Tags:

UNICEF pemkot anak FAS CFCI

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H