Mitigasi Pergerakan Sesar, Pemkot Surabaya Pasang 5 Unit Seismograf

21 September 2026 16:00 21 Sep 2026 16:00

Fitra Herdian, Fiqih Arfani

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Mitigasi Pergerakan Sesar, Pemkot Surabaya Pasang 5 Unit Seismograf

BPBD Kota Surabaya bersama Tim Geofisika ITS bakal memasang seismograf untuk memantau sesar aktif di Kota Pahlawan. (Foto: Laman Pemkot Surabaya)

KETIK, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal memasang empat hingga lima unit seismograf atau alat pendeteksi gempa pada 2026 sebagai bentuk mitigasi terhadap sesar aktif yang melintasi Kota Pahlawan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya Irvan Widyanto menjelaskan alat seismograf yang bakal digunakan adalah Raspberry Shake (RS6D).

Alasan penggunaan RS6D, kata Irvan, diusulkan oleh tim Geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) yang dipimpin Prof. Amien Widodo itu memiliki efisiensi yang jauh lebih ekonomis di perkotaan, dibandingkan instrumen seismik konvensional. 

"Alatnya yang berukuran kecil juga memudahkan penempatan di area perkotaan yang terbatas," kata Irvan dikutip pada Senin, 21 September 2026.

Selain sejumlah keunggulan tersebut, RS6D juga mampu merekam getaran dari gempa skala kecil hingga gempa kuat. RS6D, juga dilengkapi kecerdasan buatan (AI).

Irvan mengungkapkan, Surabaya, idealnya membutuhkan sekitar 14 stasiun pemancar untuk memonitor seluruh area. Maka dari itu, pihaknya, secara bertahap memasang alat tersebut.

Untuk tahap awal di 2026, pihak Pemkot Surabaya memprioritaskan memasang empat hingga lima unit. Lokasi pemasangan alat tersebut diutamakan di ruang publik. "Serta perkantoran yang memiliki jaringan internet stabil," imbuhnya.

Berdasarkan data, kata Irvan, karakteristik sesar di Surabaya tergolong lempeng kecil. Meski potensi getaran tetap bergantung pada kedalaman gempa, masyarakat diminta untuk tidak panik berlebihan.

“Kami mengimbau warga tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Fokus utama masyarakat adalah meningkatkan kewaspadaan diri dan keluarga tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari,” tukasnya.

Pemasangan seismograf di Kota Surabaya sejalan dengan hasil survei terbaru Pemkot Surabaya bersama tim ahli geologi terkait keberadaan dua patahan aktif dari sistem Sesar Kendeng yang melintasi Kota Surabaya, yaitu Patahan Surabaya dan Waru. (*)

Tombol Google News

Tags:

Irvan Widyanto Sesar Surabaya Gempa Surabaya Kota Surabaya BPBD Surabaya