Menjaga "Guyub" di Bulan Suci! Bukber SFC Pererat Keberagaman dan Kepedulian

Jurnalis: Kahila
Editor: Fiqih Arfani

6 Mar 2026 21:15

Headline

Thumbnail Menjaga "Guyub" di Bulan Suci! Bukber SFC Pererat Keberagaman dan Kepedulian
Foto bersama oleh anggota Surabaya Friendship Community (SFC) pada acara buka bersama yang diselenggarakan pada 6 Maret 2026, di Resto Nine, Surabaya. (Foto: Ilma Nurlaila/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Surabaya Friendship Community (SFC) menggelar acara buka puasa bersama sebagai agenda rutin tahunan untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota. Pertemuan yang berlangsung hangat ini diselenggarakan pada Jumat, 6 Maret 2026, bertempat di Resto Nine, Jalan Mayjen Sungkono Surabaya.

Acara ini menjadi momentum penting bagi komunitas yang sebelumnya bernama Surabaya Friendship Club tersebut untuk mengukuhkan persaudaraan lintas latar belakang. Meski para anggotanya berasal dari beragam suku, agama, dan profesi, semangat kebersamaan tetap menjadi fondasi utama yang menyatukan mereka selama hampir enam tahun berdiri.

Dendy T. Sean, direktur MPM Honda sekaligus ketua SFC, menyatakan rasa bangganya terhadap konsistensi komunitas ini sebagai representasi nyata Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya, SFC adalah wadah di mana perbedaan tidak pernah menjadi pemicu konflik, melainkan menjadi kekuatan untuk tetap "guyub" dan saling mendukung satu sama lain.

“Seperti yang saya bilang tadi di awal, di komunitas ini semua suku ada, semua agama ada, tapi semuanya bersikap toleransi, itu kan Bhineka Tunggal Ika, kita ubah yang tadinya komunitas ini Bernama Surabaya Friendsip Club menjadi Surabaya Friendship Community agar menjadi lebih besar, intinya komunitas ini dari kita, untuk kita dan teman-teman yang sedang berproses,” ucapnya.

Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi

Senada dengan hal tersebut, Arie Rukmantara, Chief Field Office (CFO) UNICEF Jawa-Bali, menekankan bahwa SFC memiliki keunikan tersendiri dibandingkan organisasi bisnis lainnya karena strukturnya yang cair tanpa keanggotaan kaku.

Baginya, komunitas ini bukan sekadar tempat bertukar kartu nama, melainkan sebuah paguyuban yang menonjolkan sisi kemanusiaan melalui berbagai kontribusi sosial nyata.

“Jadi, tidak hanya kumpul-kumpul lalu makan-makan, tukar kartu nama, lalu membuat network bisnis, tapi  kita juga mengumpulkan dana untuk kemudian diberikan kepada masyarakat langsung,” ucapnya.

Kontribusi sosial tersebut diwujudkan melalui penyaluran dana urunan anggota untuk membantu masyarakat Surabaya yang kurang beruntung, seperti renovasi sekolah hingga pemberian bantuan bagi siswa kurang mampu.

Baca Juga:
Kota Surabaya dan Malang Diprakirakan Cerah 14 April 2026, Cek Info Cuaca Jawa Timur

Hal ini membuktikan bahwa jaringan bisnis yang terbangun di dalam SFC selalu berjalan beriringan dengan misi kepedulian sosial.

“Bahkan hingga bisa merenovasi dan membangun sekolah, kita juga bisa memberikan bantuan untuk siswa yang kurang mampu dan Masyarakat Surabaya yang kurang beruntung, ini luar biasa untuk saya. Salut, bangga dan hormat sekali dengan paguyuban seperti Surabaya Frienship Community ini,” jelasnya.

Kehadiran anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurnia, turut menambah kekhidmatan acara yang menekankan pentingnya pertemuan fisik di era digital. Indah menilai bahwa silaturahmi tatap muka seperti ini memiliki nilai emosional yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar berinteraksi melalui grup pesan singkat dalam menjaga semangat kehidupan.

“jadi ini cara yang paling baik untuk tetap kita mengakrabkan diri, menjaga semangat dan harapan kita menjalani kehidupan bersama dengan teman-teman, hadir secara fisik seperti ini, tidak hanya di grub WhatsApp,” jelasnya.

Selain menjadi ajang silaturahmi, acara buka bersama ini juga diperkaya dengan sesi seminar edukatif yang menghadirkan empat pembicara ahli di bidangnya. Dimoderatori oleh Kiagus Firdaus, founder sekaligus CEO Ketik.com, para narasumber memberikan wawasan strategis mengenai tantangan dunia usaha dan perkembangan ekonomi terkini kepada seluruh anggota yang hadir.

Inovasi bisnis dibahas secara mendalam oleh Perry Angglishartono yang mewakili CEO Jamu Iboe, Stephen Walla, sementara kondisi makro ekonomi dipaparkan oleh Revi Adiana, Dewan Pengawas Dapen BJTM. Revi menjelaskan secara mendetail mengenai dinamika perkembangan ekonomi global dan domestik yang perlu diantisipasi oleh para pelaku usaha di Surabaya.

Perspektif teknis mengenai regulasi juga disampaikan oleh Dedy Sidarta, Founder DConsulting.id, yang mengupas tuntas mengenai sistem perpajakan terbaru atau coretax. Melengkapi sesi tersebut, Didin Noor Ali selaku Group CEO & Founder Infesta Corp memberikan gambaran mengenai masa depan sistem pembayaran yang semakin digital.

Rangkaian acara ini ditutup dengan ramah tamah yang memperkuat posisi SFC sebagai simbol harmoni warga Surabaya. Melalui perpaduan antara diskusi bisnis dan aksi sosial, Surabaya Friendship Community membuktikan diri sebagai komunitas yang tidak hanya visioner dalam profesi, tetapi juga tulus dalam menjaga kerukunan bangsa. (*)

Baca Sebelumnya

Kementerian ATR/BPN Kembangkan Aplikasi Dashboard SDM

Baca Selanjutnya

Johnny Jansen Beber Kunci Bali United Kalahkan Arema FC

Tags:

Surabaya Frienship Community Buka bersama bisnis surabaya komunitas pebisnis surabaya Halal Bihalal

Berita lainnya oleh Kahila

Cuma Bercanda? Hati-Hati, Itu Bisa Jadi Rape Culture

16 April 2026 02:10

Cuma Bercanda? Hati-Hati, Itu Bisa Jadi Rape Culture

Di Balik Tuntutan ‘Harus Kuat’, Mengenal Toxic Masculinity dalam Kehidupan Sehari-hari

15 April 2026 04:00

Di Balik Tuntutan ‘Harus Kuat’, Mengenal Toxic Masculinity dalam Kehidupan Sehari-hari

Merasa Stuck di Usia 20-an? Ini Penjelasan tentang Quarter Life Crisis

10 April 2026 02:01

Merasa Stuck di Usia 20-an? Ini Penjelasan tentang Quarter Life Crisis

Sering Dianggap Terapi Murah, Benarkah Bernyanyi Bisa Buang Stres?

8 April 2026 08:00

Sering Dianggap Terapi Murah, Benarkah Bernyanyi Bisa Buang Stres?

10 Film Favorit Penonton di Letterboxd yang Wajib Masuk Daftar Tontonanmu

1 April 2026 02:10

10 Film Favorit Penonton di Letterboxd yang Wajib Masuk Daftar Tontonanmu

Pertanian Jadi Pilar Ekonomi Nganjuk, Bappeda Jatim Dorong Penguatan Sektor Agraris

14 Maret 2026 17:43

Pertanian Jadi Pilar Ekonomi Nganjuk, Bappeda Jatim Dorong Penguatan Sektor Agraris

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H