Lelang Gula Sebanyak 51.389 Ton di Jatim Sepi Penawar, Sekjen APTRI Minta Pemerintah Segera Turun Tangan

Jurnalis: Fitra Herdian
Editor: Mustopa

10 Sep 2025 19:36

Thumbnail Lelang Gula Sebanyak 51.389 Ton di Jatim Sepi Penawar, Sekjen APTRI Minta Pemerintah Segera Turun Tangan
Sekjen DPP Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Sunardi Edi Sukamto (kanan) saat sedang membahas serapan gula oleh ID Food. (Foto: Sunardi Edi Sukamto for Ketik)

KETIK, SURABAYA – Sebanyak 51.389 ton gula yang masuk dalam proses lelang sesi dua di Jawa Timur ternyata masih sepi penawar. Hal ini mendapat keluhan oleh Sekjen DPP Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Sunardi Edi Sukamto.

Padahal, menurutnya saat ini di Jawa Timur sendiri stok gula sedang berlimpah dari para petani.

"Ini dampak simultan dari gula rafinasi di pasar yang sedang surplus di Jatim. Kami sedang mengupayakan untuk bisa terjual di luar pulau, luar Jatim tapi di sana sedang jenuh karena adanya gula rafinasi," katanya saat dihubungi Ketik pada Rabu, 10 September 2025.

Belum maksimalnya penyerapan gula ke masyarakat, menurut Sunardi perlu adanya kebijakan dari pemerintah. Apabila kondisi seperti ini terus, upaya mewujudkan swasembada gula semakin susah.

Baca Juga:
Legislator DPR RI HM Nasim Khan: Maraknya Gula Rafinasi Impor Matikan Petani Tebu Lokal

"Kondisi saat ini membuat nasib petani semakin terpuruk. Sisi lain, alokasi Danantara sebesar Rp1,5 Triliun untuk membantu menyerap gula petani juga sangat lelet dan tidak sat set," bebernya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, alokasi untuk petani di bawah PT SGN sebesar 62.141 ton atau senilai Rp900 Miliar baru diambil sebanyak 21.500 ton.

Proses tersebut, kata Sunardi, sangat lama. Padahal sudah berjalan sejak akhir Juni 2025.

"Sampai saat ini sangat lamban dan boleh dibilang tidak serius membantu petani. Sangat ironis kalau petani harus menjaminkan gula untuk hutang sana sini," lanjutnya.

Baca Juga:
Prabowo Bertemu Ray Dalio di Istana, Bahas Strategi Penguatan Ekonomi dan Peran Danantara

Ia juga menyayangkan gula kristal putih (GKP) konsumsi yang diproduksi dari tebu petani sebagian bahan pokok yang harus dijaga stabilitas harganya dan dikecualikan dari pungutan PPh 22 yang dikuasakan ke SGN untuk diserap oleh ID Food.

"Pada akhirnya, RNI atau ID Food memungut PPh sehingga petani tidak menerima penuh harga gula Rp 14.500 sesuai HAP dan BAPANAS," keluhnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD APTRI Jatim itu berharap ada solusi dari pemerintah. 

"Kami berharap ada kesepakatan di Jakarta antara pedagang gula rafinasi, pemerintah, Bapanas, ID Food gerak cepat agar gula yang belum terjual segera diambil pedagang," pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Komisi IV DPRD Trenggalek Inisiasi Ranperda Penyelenggaraan Pendidikan Ponpes dan Madrasah

Baca Selanjutnya

Beredar Draf Rekomendasi Ahwa, PCNU Kraksaan Pastikan bukan Penggiringan

Tags:

Gula Rafinasi APTRI Petani Tebu Danantara aptri Jatim

Berita lainnya oleh Fitra Herdian

DLH Surabaya Tegaskan TPS Hanya untuk Sampah Rumah Tangga

16 April 2026 16:28

DLH Surabaya Tegaskan TPS Hanya untuk Sampah Rumah Tangga

Kurniawan Dwi Yulianto Minta Penggawa Timnas Indonesia U-17 Fokus Jelang Lawan Malaysia

16 April 2026 15:26

Kurniawan Dwi Yulianto Minta Penggawa Timnas Indonesia U-17 Fokus Jelang Lawan Malaysia

KONI Jatim Kerja Sama dengan Rumah Sakit, Pastikan Perlindungan Kesehatan Atlet Lebih Optimal

16 April 2026 14:52

KONI Jatim Kerja Sama dengan Rumah Sakit, Pastikan Perlindungan Kesehatan Atlet Lebih Optimal

Eksplorasi Rasa, Teh Lokal Jadi Minuman Berkelas di Tangan Mixologist Andal

16 April 2026 05:31

Eksplorasi Rasa, Teh Lokal Jadi Minuman Berkelas di Tangan Mixologist Andal

Samuel Kristianto Jalani Sidang Perdana Kasus Rumah Nenek Elina Surabaya

15 April 2026 22:05

Samuel Kristianto Jalani Sidang Perdana Kasus Rumah Nenek Elina Surabaya

Jumlah Penumpang Bandara Juanda Naik 4 Persen, 3 Negara Ini Jadi Favorit

15 April 2026 16:11

Jumlah Penumpang Bandara Juanda Naik 4 Persen, 3 Negara Ini Jadi Favorit

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H