KETIK, SURABAYA – Seorang pengendara sepeda motor Yamaha Aerox, Imam Rofiki (24), tewas setelah diduga terlindas truk di Jalan Tambak Osowilangun, Kecamatan Benowo, Surabaya, pada Sabtu, 20 September 2025. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 19.40 WIB saat korban hendak menyalip dari sisi kiri.
Kepala Unit Kecelakaan Satuan Lalu Lintas Polrestabes Surabaya, Iptu Suryadi, menjelaskan korban yang merupakan warga Dusun Barat Sungai, Desa Napo Daya, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, melaju dari arah Gresik menuju Surabaya.
“Sesampainya di lokasi kejadian, sepeda motor yang dikendarai korban berusaha mendahului kendaraan lain dari sebelah kiri. Namun diduga karena tidak memiliki ruang gerak yang cukup, motor korban bersenggolan dengan truk yang berjalan searah di samping kanannya,” kata Suryadi di Surabaya, Minggu, 21 September 2025.
Benturan itu membuat korban terjatuh dan diduga terlindas truk hingga tewas seketika di lokasi. Nahas, truk yang terlibat kecelakaan langsung melarikan diri dan hingga kini belum diketahui identitas pengemudi serta nomor polisinya.
Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi"Petugas masih mencari tahu truk yang melindas korban," jelas Iptu Suryadi.
Iptu Suryadi menegaskan kecelakaan ini diduga karena kelalaian korban. “Korban kurang hati-hati saat mencoba mendahului dari sisi kiri jalan,” ujarnya.
Saat ini, Unit Laka Lantas Polrestabes Surabaya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mendata saksi-saksi, dan mengamankan sepeda motor korban sebagai barang bukti. Laporan polisi juga sudah dibuat untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Kami masih meminta keterangan dari saksi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengejar pengemudi truk tersebut,” tambah Suryadi.
Baca Juga:
Kota Surabaya dan Malang Diprakirakan Cerah 14 April 2026, Cek Info Cuaca Jawa TimurPolisi mengimbau masyarakat, khususnya pengendara roda dua, agar selalu berhati-hati dan tidak mendahului kendaraan lain dari sisi kiri jalan karena sangat berisiko tinggi. (*)