Komunitas Nol Sampah Kritik Keras soal Pelepasan Balon di Festival Rujak Uleg 2025

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Muhammad Faizin

20 Mei 2025 16:10

Thumbnail Komunitas Nol Sampah Kritik Keras soal Pelepasan Balon di Festival Rujak Uleg 2025
Pelepasan balon dalam rangka pembukaan Festival Rujak Uleg Surabaya.  (Foto: tangkapan layar)

KETIK, SURABAYA – Festival Rujak Uleg yang digelar meriah setiap tahun di Surabaya seharusnya menjadi ajang budaya yang membanggakan, bukan justru menjadi sorotan karena mencemari lingkungan.

Komunitas Nol Sampah Surabaya dengan ini menyatakan keprihatinan dan protes keras atas insiden pelepasan ratusan balon udara yang terjadi dalam pembukaan acara tahun ini.

Founder Komunitas Nol Sampah Surabaya Hermawan Some menjelaskan pelepasan balon ke udara bukan hanya simbol yang ketinggalan zaman, tetapi juga merupakan praktik yang merusak lingkungan secara nyata. Balon-balon tersebut, begitu mengudara, akan jatuh secara acak ke laut, sungai, dan daratan.

Mereka tidak hanya menjadi sampah visual, tetapi juga ancaman serius bagi satwa liar, terutama burung, penyu, dan ikan yang bisa menelan atau terjerat limbah ini.

Sebagai kota yang sedang berusaha mengukuhkan citra ramah lingkungan dan berkelanjutan, Surabaya seharusnya menjadi contoh dalam menghentikan praktik-praktik semacam ini.

Pelepasan balon adalah bentuk ironi pahit, terutama ketika dilakukan di tengah seruan pengurangan plastik sekali pakai dan kampanye nol sampah yang selama ini digaungkan oleh berbagai komunitas dan dinas terkait.

"Banyak fakta yang mengungkapkan balon yang khususnya jatuh ke laut justru membunuh biota. Banyak yang mati karena terjerap balon yang mungkin dilepas dari tempat yang berjarak ratusan atau ribuan kilometer. Tidak sedikit yang mati Karena menelan balon yang sudah jatuh tersebut," terang Hermawan.

Menurut Hermawan, balon lateks termasuk jenis sampah laut yang paling mematikan karena 32 kali lebih membunuh burung laut daripada sampah plastik.

Ia menambahkan balon yang mengambang di lautan oleh Penyu tidak dapat dibedakan dengan ubur-ubur, sehingga banyak penyu mati ditemukan dengan balon lateks di perutnya.

"Balon udara yang biasanya dilepas jenisnya ada yang terbuat dari bahan foil (lapisan plastik dan logam) dan lateks (Karet). Balon yang dari bahan foil baru bias terurai di alam setelah ratusan tahun," paparnya.

Hermawan menyarankan kegiatan pelepasan balon gas dalam acara seremonial sudah mulai dihilangkan bahkan ada beberapa Kota di Dunia yang melarang acara pelepasan balon gas. 

"Di Amerika Serikat, Florida, New York, New Hampshire, Natucket, Provincetown melarang kegiatan pelepasan balon ke udara," papar Hermawan.
Hermawan menegaskan Komunitas Nol  Sampah Surabaya minta agar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meniadakan pelepasan balon ke udara dalam acara seremonial.

Ke depan, Komunitas Nol Sampah berharap kegiatan pelepasan balon di Kota Surabaya dilarang.

"Untuk itu kami berharap Wali Kota Surabaya mengeluarkan Surat Edaran untuk melarang pelepasan balon ke udara pada setiap kegiatan yang dilakukan di Kota Surabaya," pungkasnya. (*)

Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi
Baca Juga:
Kota Surabaya dan Malang Diprakirakan Cerah 14 April 2026, Cek Info Cuaca Jawa Timur
Baca Sebelumnya

Ditlantas Polda Jatim Gelar Olah TKP Kecelakaan Maut KA Malioboro Express di Magetan

Baca Selanjutnya

Disdik Jatim Luncurkan Talent DNA ESQ Berbasis AI, Bantu Guru BK Gali Potensi Siswa

Tags:

Festival Rujak Uleg pelepasan balon Komunitas Nol Sampah surabaya PENCEMARAN LINGKUNGAN pelepasan balon di festival rujak uleg

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar