Kehidupan Pengupas Kerang di Kampung Nelayan Kenjeran

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Marno

15 Mei 2023 08:49

Headline

Thumbnail Kehidupan Pengupas Kerang di Kampung Nelayan Kenjeran
Warga sibuk mengupas kerang, Sabtu (13/5/2023). (Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Bagi Anda warga Kota Surabaya tentu sudah tidak asing lagi dengan Kampung Nelayan di pesisir Pantai Kenjeran Surabaya. Pantai Kenjeran seringkali menjadi jujukan bagi warga Kota Surabaya untuk berwisata menikmati suasana pantai dan Selat Madura. Sesuai dengan namanya, kebanyakan warga di wilayah ini bekerja sebagai nelayan.

Selain mencari ikan, para nelayan ini mencari kerang untuk diolah atau dijual untuk menyambung hidup. Seperti yang terlihat di Kelurahan Kedung Cowek tepatnya di Jalan Cumpat TP I, Bulak, Surabaya ini. Di sini banyak warga yang bekerja sebagai pengupas kerang. Kerang dipilih karena lebih mudah untuk dicari dari pada ikan.

Haflatul Istiqlalia, salah satu warga Kedung Cowek menuturkan mayoritas warga di sini bermata pencarian sebagai nelayan. Ada yang mencari ikan, namun ada pula yang hanya mencari kerang.

“Ada yang cari ikan, ada yang cari kerang. Disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Kalau cari ikan tentunya biaya operasionalnya lebih mahal, karena harus mencari ke tengah laut dan menggunakan alat khusus. Berbeda dengan kerang yang lebih gampang karena tidak perlu melaut jauh dan alatnya pun mudah,” jelas wanita yang akrab disapa Lia ini. 

Baca Juga:
Kolaborasi Bupati Safaruddin dan Jamaluddin Idham Dorong Kampung Nelayan Modern Abdya

Sepulang dari melaut, kerang-kerang yang didapat oleh para nelayan akan dikupas terlebih dahulu sebelum dijual. Setelah dikupas kerang akan direbus dahulu di air mendidih agar lebih awet.

Setelah itu baru dijual ke pengepul atau tengkulak. Untuk mengupas kulit kerang para nelayan ini biasanya menggunakan jasa warga di sana. Untuk upahnya mereka dibayar Rp 10 ribu untuk setiap satu ember kerang.

“Satu ember ini beratnya bisa bervariasi tergantung ukuran kerangnya antara 800 gram hingga 1 kg,’’ tambah Lia.

Untuk harga jual ke pengepul setiap kerang bisa dihargai antara Rp 45 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram. Hal ini tentu saja tergantung dari musim dan permintaan. 

Baca Juga:
Dari Pesisir yang Terlupa, Jamaluddin Idham Usul Kampung Nelayan di Aceh Jaya

“Jadi untuk kerang ini pada saat awal musim biasanya mahal karena stoknya masih sedikit. Lalu tak lama akan berangsur turun karena stoknya semakin banyak karena banyak yang nangkap,” pungkasnya.

Selain langsung dijual ke pengepul, banyak juga warga yang menangkap kerang untuk diolah terlebih dahulu  baru kemudian dijual. Seperti dibuat sate kerang, tapi jumlahnya tidak banyak karena kerang tidak bisa disimpan terlalu lama. Hal ini akan mempengaruhi rasanya. (*)

Baca Sebelumnya

Mulai 1 Juni 2023 Perjalanan Naik Kereta Api Lebih Singkat, Ini Penyebabnya 

Baca Selanjutnya

KPU Jatim Mulai Verifikasi Data Bacalon Anggota DPD dan DPRD Jatim

Tags:

Kampung Nelayan Pantai Kenjeran kupas kerang

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar