KETIK, SURABAYA – Calon Jemaah Haji (CJH) Kloter 16 Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengalami penundaan keberangkatan. Ketidakpastian informasi membuat para jemaah bertanya-tanya.
Awalnya, mereka dilepas oleh Bupati Malang, HM Sanusi, di pintu Tol Singosari, Malang pada Sabtu, 25 April 2026.
Tiba di Asrama Haji Surabaya, rombongan harus menunggu untuk keberangkatan ke Bandara Juanda.
Sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, Minggu, 26 April 2026, rombongan haji ini berangkat menggunakan bus ke Bandara Juanda.
Di sana, mereka menunggu di dalam bus hingga pukul 05.00 WIB baru turun dari bus menuju masuk pesawat dan 07.00 take off.
"Empat jam lebih kami menunggu di Juanda dan menunggunya di dalam bus lagi. Padahal jarak Asrama Haji ke Juanda kan tidak jauh. Harusnya jam keberangkatan bisa diatur supaya tidak lama menunggu," ujar salah satu jemaah yang enggan disebut namanya.
Tak berhenti di situ, setelah lepas landas, ternyata yang seharusnya penerbangan Surabaya langsung Madinah, tiba-tiba mendadak landing di Bandara Medan.
Sekitar pukul 09.00 WIB landing di Medan, menurut pengakuan Jemaah, mereka tertahan berjam-jam di dalam pesawat hingga pukul 16.00 WIB.
"Kami semua di dalam pesawat tanpa ada penjelasan dan keputusan. Akhirnya jam 4 sore kami dipindahkan ke hotel hingga menginap di sana," ungkapnya.
Hingga Senin pagi, 27 April 2026, para jemaah ini masih tertahan di penginapan tanpa penjelasan dan kejelasan oleh petugas.
"Masukan aja sih untuk pemerintah, apalagi urusan haji sekarang sudah ada kementerian khusus yang menangani. Harusnya bisa lebih baik dan terbuka kepada para jemaah agar pelayanan dirasakan yang terbaik," terangnya.
Media ini sudah mencoba melakukan konfirmasi kepada bagian Humas Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur. Namun belum memberikan penjelasan.
Ketik.com terus melakukan konfirmasi dan meminta klarifikasi kepada pihak terkait soal keluhan dan masukan para Calon Jemaah Haji. (*)
