Imbas Pemotongan Transfer ke Daerah, Trans Jatim Terancam Mandeg Rakyat Jadi Korban

Jurnalis: Martudji
Editor: Mustopa

27 Okt 2025 14:37

Thumbnail Imbas Pemotongan Transfer ke Daerah, Trans Jatim Terancam Mandeg Rakyat Jadi Korban
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jatim, Nyono (Foto: Martudji/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Pemotongan transfer ke daerah (TKD) akan semakin menambah beban masyarakat kecil berpenghasilan rendah.

Betapa tidak, di Jawa Timur misalnya pengaruh TKD berpotensi menghentikan operasi untuk armada Bus Trans Jatim. Padahal, transportasi murah itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat kelas bawah. 

Dengan tarif Rp 5 ribu bisa naik dari Terminal Porong di Sidoarjo sampai ke Paciran di Lamongan. Jika itu tidak bisa lagi dinikmati, ongkos menuju Paciran dengan jenis kendaraan lain bisa ratusan ribu.

Tercatat 20 ribu penumpang per hari atau 5 juta penumpang per tahun, mengandalkan angkutan murah ini.

Baca Juga:
Optimalkan Layanan Transportasi, Dishub Jatim Tingkatkan Pengawasan dan Kebersihan Terminal

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Jawa Timur, Nyono tak menampik jika operasional Bus Trans Jatim terancam berhenti di pertengahan tahun 2026.

Penyebabnya, selain terpengaruh pemotongan tansfer ke daerah (TKD), juga kondisi anggaran Trans Jatim tahun 2026 hanya cukup untuk operasional hingga bulan Juni.

“Kami sudah lapor ke Ibu Gubernur, kami minta operasional Trans Jatim tahun depan tidak dikurangi,” kata Nyono, saat ditanya. 

Pendapatan Trans Jatim tahun lalu mencapai Rp23 miliar, termasuk perolehan dari iklan videotron yang ada di bus. Sementara, untuk penambahan satu koridor Bus Trans Jatim dibutuhkan Rp 50 miliar hingga Rp 70 miliar. 

Baca Juga:
Instruksi Gubernur Khofifah, Layanan Trans Jatim di Malang Gratis Selama Dua Hari Lebaran

"Tidak apa-apa meski tidak ada penambahan koridor, tapi harapan kita operasional (Bus Trans Jatim) tetap dipertahankan," pinta Nyono.

Imbas keterbatasan anggaran, ada 3 koridor yang direncanakan di kawasan Gerbangkertasusila (Gersik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan), serta 2 koridor di Malang Raya tidak jadi beroperasi. 

"Karena kondisi fiskal belum memungkinkan, 5 koridor belum bisa direalisasikan," ujarnya.

Sementara, Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), menyebut kebijakan pemerintah memotong transfer ke daerah (TKD) tahun depan menunjukkan kecenderungan sentralisasi politik anggaran.

Justru melemahkan kemandirian fiskal dan pelayanan publik di daerah. Lantaran mayoritas pemerintah daerah saat ini tidak memiliki kapasitas fiskal yang kuat.

"Kepala daerah wajar resah. Pemangkasan ini akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah, pelayanan publik, dan pembangunan infrastruktur. Bahkan, mengganggu belanja pegawai," kata Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Herman Suparman, dikutip dari kppod.org. (*)

Baca Sebelumnya

‎Imbas Pemangkasan TKD, Anggaran Dinas Pariwisata Kota Batu 2026 Turun Drastis

Baca Selanjutnya

Angka Literasi Kota Malang Melesat, 20 Perpustakaan Kelurahan Dapat Seribu Buku dari Perpusnas

Tags:

Pemerintah Provinsi Jatim KPPOD Dishub Jatim Pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) bus trans Jatim

Berita lainnya oleh Martudji

Setelah Terbakar, Bangunan Sayap Barat Gedung Negara Grahadi Dipulihkan

2 April 2026 10:30

Setelah Terbakar, Bangunan Sayap Barat Gedung Negara Grahadi Dipulihkan

Kualitas SDM Terus Meningkat! Gubernur Khofifah: Jatim Terbanyak Lolos SNBP 7 Tahun Berturut-turut

1 April 2026 12:20

Kualitas SDM Terus Meningkat! Gubernur Khofifah: Jatim Terbanyak Lolos SNBP 7 Tahun Berturut-turut

Gubernur Khofifah Ajak BPN Jatim Percepat Pemetaan LSD dan Sertifikasi Tanah, Jaga Lahan Pangan di Tengah Pesatnya Industri Jatim

31 Maret 2026 14:34

Gubernur Khofifah Ajak BPN Jatim Percepat Pemetaan LSD dan Sertifikasi Tanah, Jaga Lahan Pangan di Tengah Pesatnya Industri Jatim

LKPJ Tahun Anggaran 2025! Gubernur Khofifah Beber Capaian Kinerja RKPD Jatim, Tembus 98,33 Persen

30 Maret 2026 21:09

LKPJ Tahun Anggaran 2025! Gubernur Khofifah Beber Capaian Kinerja RKPD Jatim, Tembus 98,33 Persen

Disaksikan Menteri LH, Gubernur Khofifah Teken Perjanjian Kerja Sama Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik dengan 7 Bupati/Wali Kota

29 Maret 2026 11:27

Disaksikan Menteri LH, Gubernur Khofifah Teken Perjanjian Kerja Sama Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik dengan 7 Bupati/Wali Kota

Dihadiri Kepala BNPB, Gubernur Jatim dan BPBD Gelar Rakor Antisipasi Kekeringan dan Bencana Hidrometeorologi

27 Maret 2026 21:06

Dihadiri Kepala BNPB, Gubernur Jatim dan BPBD Gelar Rakor Antisipasi Kekeringan dan Bencana Hidrometeorologi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar