Hari Jadi ke-81 TNI AL, Gubernur Khofifah Apresiasi Dedikasi Prajurit Jaga Laut Jatim

10 September 2026 20:14 10 Sep 2026 20:14

Fitra Herdian, Al Ahmadi

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Hari Jadi ke-81 TNI AL, Gubernur Khofifah Apresiasi Dedikasi Prajurit Jaga Laut Jatim

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Hari Jadi Ke-81 TNI AL di Dermaga Madura, Komando Armada II (Koarmada II), Kamis, 10 September 2026. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menghadiri Peringatan Hari Jadi Ke-81 TNI AL di Dermaga Madura, Komando Armada II (Koarmada II), Kamis, 10 September 2026.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi terhadap semangat TNI AL yang tak kenal lelah mengabdikan diri dengan semangat Jalesveva Jayamahe, mewujudkan Indonesia berdaulat, adil dan makmur. 

"Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian seluruh prajurit dalam menjaga laut, wilayah kemaritiman, mengawal kedaulatan, serta merawat persatuan NKRI. Jalesveva Jayamahe, justru di laut kita jaya,” ungkap Khofifah dikutip dari keterangan tertulis.

Lanjutnya, Indonesia yang merupakan sebagai negara kepulauan dan maritim, laut bukanlah pemisah antarpulau, mainkan ruang yang menyatukan seluruh wilayah Nusantara.

Laut, kata Khofifah, merupakan jalur strategis bagi mobilitas manusia, distribusi barang, pertukaran budaya, pertahanan dan pertumbuhan ekonomi.

"Kedaulatan Indonesia hanya akan kokoh apabila wilayah darat, laut dan udara dijaga sebagai satu kesatuan yang utuh," lanjutnya.

Keberadaan TNI AL, memiliki arti strategis, tidak hanya dalam menjalankan fungsi pertahanan dan keamanan, tetapi juga menjaga keberlanjutan konektivitas antarpulau. Keamanan laut menjadi persyarat agar perdagangan, industri, perikanan, logistik dan berbagai aktivitas ekonomi dapat tumbuh dengan baik.

Dengan konteks itu, Khofifah mengatakan Jawa Timur memiliki posisi penting sebagai penghubung, Indonesia bagian barat dengan Indonesia bagian timur.

“Jawa Timur tidak hanya menjadi pasar yang besar, tetapi juga simpul produksi dan distribusi nasional. Melalui konektivitas maritim, Jawa Timur ikut memperlancar arus barang ke berbagai wilayah, terutama Indonesia bagian tengah dan timur,” jelasnya.

Khofifah menuturkan, konektivitas laut yang semakin kuat akan memperlancar distribusi komoditas, menekan disparitas harga, memperluas pasar produk daerah, serta memperkuat integrasi perekonomian nasional. Peran tersebut sejalan dengan semangat Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara, yakni menjadikan Jawa Timur sebagai penggerak konektivitas dan pertumbuhan antardaerah.

Selain unggul dari sisi ekonomi dan konektivitas, Jawa Timur memiliki ekosistem strategis pertahanan laut yang lengkap. Provinsi ini menaungi Akademi Angkatan Laut (AAL), Komando Armada II, Kodaeral V, kekuatan Korps Marinir, serta industri galangan kapal pertahanan PT PAL Indonesia.

AAL menjadi kawah candradimuka dalam menyiapkan calon perwira TNI AL yang profesional dan berkarakter. Koarmada II, Kodaeral V, dan Korps Marinir menjadi bagian penting dari kekuatan operasional pertahanan laut, sedangkan PT PAL Indonesia menopang kemandirian industri pertahanan melalui pembangunan, pemeliharaan, dan pengembangan teknologi kapal.

“Jawa Timur dapat disebut sebagai salah satu episentrum pembentukan kekuatan Angkatan Laut nasional. Di sini sumber daya manusianya dididik, kekuatan operasionalnya ditempa, dan industri perkapalannya dikembangkan,” tutur Khofifah.

Menurutnya, keberadaan ekosistem tersebut merupakan keunggulan kompetitif yang harus terus diperkuat melalui kolaborasi antara TNI AL, pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri pertahanan, dan masyarakat.

Kolaborasi tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pertahanan, tetapi juga mengembangkan sumber daya manusia maritim, riset dan teknologi perkapalan, industri komponen dalam negeri, ekonomi pesisir, konservasi laut, serta mitigasi bencana.

“Laut tidak boleh dipandang sebagai halaman belakang Indonesia. Laut adalah halaman depan, ruang strategis, sekaligus masa depan bangsa. Karena itu, membangun kekuatan maritim berarti membangun kedaulatan, kesejahteraan, dan konektivitas Nusantara,” katanya.

Khofifah turut menyampaikan apresiasi atas sinergi TNI AL dengan Pemprov Jawa Timur dan masyarakat dalam berbagai bidang. Kolaborasi tersebut tidak hanya diwujudkan dalam pengamanan wilayah, penanggulangan bencana, dan pelestarian lingkungan pesisir, tetapi juga melalui program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

Salah satu wujud konkretnya adalah Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui sinergi Pemprov Jawa Timur dan Kodaeral V. Program kolaboratif yang dilaksanakan secara berkelanjutan tersebut telah menangani sebanyak 2.674 unit RTLH sejak 2019 hingga 2025. Tahun 2026 direncanakan ada tambahan 220 unit RTLH dengan Kodaeral V.

Menurut Khofifah, capaian tersebut memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas permukiman sekaligus mendukung Program Strategis Nasional bidang perumahan.

“Di balik setiap rumah yang direnovasi, terdapat keluarga yang memperoleh tempat tinggal lebih layak, sehat, dan aman. Inilah bukti bahwa sinergi TNI AL dan pemerintah daerah juga hadir langsung untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Khofifah menilai Program Renovasi RTLH mencerminkan kuatnya kemanunggalan TNI AL dengan rakyat. Melalui kolaborasi lintas sektor, pengabdian TNI AL tidak hanya diwujudkan dalam menjaga kedaulatan laut, tetapi juga membantu memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

“Sinergi ini harus terus kita rawat. Menjaga kedaulatan dan membangun kesejahteraan merupakan dua ikhtiar yang saling menguatkan untuk mewujudkan Indonesia yang tangguh dan berkeadilan,” tegasnya.

Ia berharap, peringatan Hadi Jadi Ke-81 TNI AL semakin memperkuat semangat seluruh prajurit untuk menjadi kekuatan laut yang modern, profesional, tangguh, dan semakin dicintai rakyat.

“Semoga TNI Angkatan Laut terus berjaya menjaga kedaulatan dan kehormatan bangsa, mengamankan setiap jengkal perairan Indonesia, serta menjadi perekat Nusantara dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas hingga Pulau Rote,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Khofifah Indar Parawansa Koarmada II Gubernur Jatim