Gula Rakyat Menumpuk, H.M Arum Sabil Desak Pemerintah Bertindak Cepat

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Mustopa

15 Agt 2025 21:43

Headline

Thumbnail Gula Rakyat Menumpuk, H.M Arum Sabil Desak Pemerintah Bertindak Cepat
Pembina Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) H.M Arum Sabil. (Foto: Shinta Miranda/Ketik)

KETIK, SURABAYA – Pembina Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) H.M Arum Sabil menyoroti persoalan gula rakyat yang belum terserap maksimal di pasaran. Ia menilai kondisi ini berpotensi merugikan petani, terlebih saat musim giling yang hanya berlangsung singkat.

Ketua HKTI Jatim menyebut pemerintah perlu segera memberikan proteksi terhadap gula produksi petani agar dapat diserap optimal oleh pasar domestik.

“Petani sudah mendukung percepatan swasembada gula sesuai arahan pemerintah. Maka sudah sewajarnya pemerintah hadir melindungi gula rakyat agar tidak kalah bersaing dengan gula rafinasi atau impor,” ujarnya di Surabaya pada Jumat 15 Agustus 2025.

Ia menegaskan, persoalan rendahnya penyerapan gula rakyat bukan sekadar masalah teknis distribusi, tetapi menyangkut keberlanjutan ekonomi petani.

“Giling kami rata-rata hanya 4–5 bulan, itu pun dengan biaya tinggi. Kalau hasilnya tidak terserap maksimal, jelas petani akan tertekan,” kata Arum Sabil.

APTRI berharap pemerintah bersama pemangku kepentingan terkait segera merumuskan langkah konkret, seperti penyerapan gula oleh BUMN pangan atau kebijakan pembatasan peredaran gula impor di musim giling.

“Kalau gula petani terserap dengan harga yang wajar, petani akan lebih bersemangat menanam dan target swasembada akan lebih cepat tercapai,” paparnya.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPP APTRI), Sunardi Edi Sukamto menjelaskan masa giling yang idealnya berlangsung 4-5 bulan kini terganggu.

Sebagian pabrik gula (PG) bahkan berhenti beroperasi karena gudang penuh dan gula tidak keluar dari pabrik. Kondisi ini membuat petani kesulitan melanjutkan tebang angkut maupun membiayai perawatan kebun.

“Dampaknya kami sudah kewalahan luar biasa. Beberapa PG sudah tidak bisa giling. Kalau dana bantuan ini tidak cair, jangan mimpi Indonesia bisa swasembada. Kepedulian pemerintah terhadap petani tebu kami rasa belum serius,” ujarnya

Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi

APTRI juga menyoroti janji pencairan dana sebesar Rp1,5 triliun dari Danantara yang hingga kini belum terealisasi. Dana tersebut dinilai krusial untuk menyelamatkan kelangsungan produksi tebu nasional.

“Kalau dana ini tidak cair, mungkin kami akan berhenti menanam tebu. Demo adalah langkah terakhir, tergantung pemerintah mau dibawa ke mana persoalan ini,” tegasnya.(*)

Baca Juga:
Kota Surabaya dan Malang Diprakirakan Cerah 14 April 2026, Cek Info Cuaca Jawa Timur
Baca Sebelumnya

Vonis Kasus Tol Betung-Tempino: Dua Terdakwa Dihukum 1 Tahun 4 Bulan, Jaksa Langsung Banding

Baca Selanjutnya

Vonis Berbeda untuk Dua Terdakwa Suap Proyek Pokir DPRD OKU, Jaksa KPK Pikir-Pikir

Tags:

H.M Arum Sabil APTRI gula rakyat gula di pasaran Ketua HKTI Jatim penyerapan gula surabaya Danantara gula DPP APTRI

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H