Gerhana Bulan 3 Maret 2026 Tak Terlihat di Sejumlah Wilayah karena Cuaca

Jurnalis: Muhammad Roihan
Editor: Al Ahmadi

3 Mar 2026 23:56

Headline

Thumbnail Gerhana Bulan 3 Maret 2026 Tak Terlihat di Sejumlah Wilayah karena Cuaca
Fase Gerhana Bulan Total saat Bulan memasuki bayangan umbra Bumi namun tertutup awan, Selasa, 3 Maret 2026. (Ilustrasi: Ilma Nur Laila/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Fenomena gerhana bulan kembali terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026. Peristiwa astronomi ini berlangsung ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus sehingga bayangan Bumi menutupi permukaan Bulan.

Berdasarkan informasi dari NASA, gerhana bulan dapat diamati dengan mata telanjang tanpa alat bantu khusus dan berlangsung selama beberapa jam.

Secara keseluruhan, waktu dari awal hingga akhir gerhana mencapai 5 jam 41 menit 51 detik.

Durasi tahap parsial berlangsung selama 3 jam 27 menit 47 detik, sedangkan fase totalitas, saat Bulan sepenuhnya berada dalam bayangan umbra Bumi, bertahan selama 59 menit 27 detik.

Baca Juga:
Prakiraan Cuaca Hari Ini, Kamis 16 April 2026: Jakarta dan Medan Berawan Tebal

Pada fase puncak, Bulan biasanya akan tampak berwarna merah. Fenomena ini dikenal sebagai blood moon dan terjadi akibat hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi.

Cahaya Matahari dengan panjang gelombang pendek seperti biru tersebar, sementara cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang seperti merah tetap lolos dan mencapai permukaan Bulan.

Namun, gerhana bulan kali ini tidak dapat terlihat jelas di sejumlah wilayah Indonesia akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung.

Seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menyebutkan bahwa langit tampak gelap tanpa perubahan signifikan.

Baca Juga:
Kota Surabaya dan Sidoarjo Diprediksi Berawan Hari Rabu, 15 April 2026! Cek Daerahmu Sekarang

“Seingat saya nggak terlihat apa-apa gelap di langit, kecuali kalau bulan sabit atau bulan tiga per empat kelihatan. Cuma kalau gerhana bulan total sudah nggak ada apa-apa, nggak ada kesan apa-apa,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama menjelaskan bahwa gerhana bulan terjadi karena pergerakan dinamis posisi Matahari, Bumi, dan Bulan yang hanya dapat berlangsung saat fase bulan purnama.

Gerhana Bulan Total terjadi ketika ketiganya berada dalam satu garis sejajar sehingga bayangan Bumi sepenuhnya menutupi Bulan.

BMKG memperkirakan sepanjang tahun 2026 akan terjadi empat kali gerhana, terdiri atas dua gerhana Matahari dan dua gerhana Bulan.

Namun, hanya Gerhana Bulan Total pada Selasa, 3 Maret 2026 yang dapat diamati dari wilayah Indonesia, dengan catatan kondisi cuaca mendukung.(*)

Baca Sebelumnya

Imbas Perang Timur Tengah, Kemenhaj Imbau Jemaah Atur Ulang Jadwal Umrah

Baca Selanjutnya

Menolak Lupa! Daftar 45 Anggota DPRD Kota Malang 2024–2029 dan Perolehan Suaranya

Tags:

Gerhaba bulan 3 maret 2026 fenomena gerhana bulan 3 maret 2026 Gerhana bulan 3 maret 2026 mendung cuaca gelap gerhana bulan 3 maret Gerhana bulan langit mendung Gerhana Bulan 2026 Gerhana bulan total Fenomena Astronomi NASA BMKG Nelly Florida Riama Blood moon Umbra Bumi UINSA Surabaya Langit Indonesia Astronomi 2026 Sains dan Teknologi

Berita lainnya oleh Muhammad Roihan

Kisah Nyata Risa Saraswati, Danur I Can See Ghost Sukses Hantui Jutaan Penonton

15 April 2026 14:07

Kisah Nyata Risa Saraswati, Danur I Can See Ghost Sukses Hantui Jutaan Penonton

Kunjungi IPAM Ngagel, Wakil Wali Kota Banjarmasin Pelajari Pengolahan Air Minum di Surabaya

14 April 2026 19:01

Kunjungi IPAM Ngagel, Wakil Wali Kota Banjarmasin Pelajari Pengolahan Air Minum di Surabaya

Dishut Jatim Kawal Aspek Konservasi dalam Groundbreaking JLKT Bromo

14 April 2026 15:27

Dishut Jatim Kawal Aspek Konservasi dalam Groundbreaking JLKT Bromo

Tumbuh 16 Persen, KAI Daop 8 Surabaya Angkut 3.09 Penumpang Selama Triwulan I 2026

13 April 2026 16:25

Tumbuh 16 Persen, KAI Daop 8 Surabaya Angkut 3.09 Penumpang Selama Triwulan I 2026

Rimbawan Jatim Bersatu, Wujudkan Kunci Masa Depan Tahura Raden Soerjo

10 April 2026 16:10

Rimbawan Jatim Bersatu, Wujudkan Kunci Masa Depan Tahura Raden Soerjo

Perkuat Adaptasi Ekonomi Hijau, Kadishut Jatim Sambang CDK Wilayah Madiun

10 April 2026 12:14

Perkuat Adaptasi Ekonomi Hijau, Kadishut Jatim Sambang CDK Wilayah Madiun

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H