Fenomena "Wedi Ketemon" Jadi Penghambat, Indah Kurnia Imbau Warga Berani Cek Kesehatan

Jurnalis: Kahila
Editor: Mustopa

7 Mar 2026 15:15

Thumbnail Fenomena "Wedi Ketemon" Jadi Penghambat, Indah Kurnia Imbau Warga Berani Cek Kesehatan
Indah Kurnia, Anggota Komisi IX DPR RI, memberikan keterangan kepada Ketik di sela acara buka bersama Surabaya Friendship Community (SFC) di Resto Nine, pada 6 Maret 2026, Surabaya. (Foto: Sumarno/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Istilah “wedi ketemon” atau rasa takut penyakitnya ketahuan ternyata masih menjadi ganjalan utama masyarakat dalam memeriksakan kesehatan.

Hal ini diungkapkan oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurnia, yang menyoroti adanya hambatan psikologis seperti ketakutan terhadap jarum suntik hingga kecemasan mental saat mendapati diagnosa medis tertentu.

Padahal, keberanian untuk melakukan deteksi dini merupakan kunci utama dalam menjaga kualitas hidup sekaligus stabilitas sistem kesehatan nasional.

Kekhawatiran tersebut disampaikannya saat ditemui Ketik dalam acara buka puasa bersama Surabaya Friendship Community (SFC) bertajuk Growing Together, Connecting Hearts, di Resto Nine, Surabaya, pada Jumat 6 Februarai 2026.

Baca Juga:
Tak Perlu Antre Lama, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Madura Sebut Klaim Bisa Lewat Antrean Online

Menurutnya, masyarakat sering kali merasa terbebani secara pikiran jika penyakit mereka terdeteksi sejak awal, sehingga lebih memilih untuk menghindar.

"Masyarakat kita itu, pertama, wedi ketemon. Begitu dikontrol dan ternyata sakit, mereka jadi takut. Padahal, pemerintah sudah menyediakan layanan pemeriksaan gratis yang seharusnya dimanfaatkan," ujar politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

Legislator asal Surabaya tersebut menekankan bahwa ketakutan yang dibiarkan justru berisiko memperparah kondisi fisik di kemudian hari.

Oleh karena itu, ia mendorong pergeseran pola pikir masyarakat, dari yang semula hanya menggunakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) saat sudah jatuh sakit, menjadi upaya preventif melalui pemeriksaan rutin.

Baca Juga:
Cukup Bayar Rp75.600 per 9 Bulan, Pekerja Informal Bisa Nikmati Perlindungan Penuh Jamsostek

Indah berharap fungsi BPJS ke depan tidak lagi sekadar menjadi penjamin biaya pengobatan, melainkan fasilitas cek kesehatan berkala bagi publik. Lebih lanjut, ibu dari Verlita Evelyn, pesinetron Cinta Fitri ini menjelaskan bahwa ketahanan finansial BPJS sangat bergantung pada tingkat kesehatan pesertanya.

Jika beban biaya pengobatan dapat ditekan melalui gaya hidup sehat, maka dana yang ada bisa dialokasikan untuk penguatan sistem kesehatan nasional yang lebih luas dan berkelanjutan. Langkah pencegahan dianggap jauh lebih efektif karena tidak menguras saldo cadangan negara.

“Supaya BPJS bisa bertahan membayar klaim masyarakat, maka dari masyarakat sendiri harus menjaga pola makan dan pola hidup, sehingga mereka tidak lagi menggunakan BPJS sebagai biaya pengobatan, tetapi bisa sebagai semacam cek kesehatan gratis,” tambahnya.

Sebagai penutup, Indah mengingatkan bahwa tidak melakukan klaim biaya pengobatan adalah pilihan hidup yang jauh lebih baik. "Kalau mengklaim kan artinya kita sakit. Jika tidak, berarti kita sehat. Mari kita pilih hidup sehat saja," tegas mantan vokalis band Casino tersebut.

Dengan memaksimalkan akses cek kesehatan gratis yang disediakan pemerintah, masyarakat tidak hanya menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga ikut berkontribusi menjaga stabilitas layanan kesehatan untuk kepentingan bersama. (*)

Baca Sebelumnya

IKLH Kabupaten Lebak Tahun 2025 Capai 72,54, DLH Sebut Kualitas Lingkungan Masih dalam Kategori Sedang

Baca Selanjutnya

Satpol PP Bojonegoro Perketat Razia Tempat Karaoke Selama Ramadan

Tags:

Surabaya Friendship Community Indah Kurnia bpjs cek kesehatan gratis Buka bersama

Berita lainnya oleh Kahila

Cuma Bercanda? Hati-Hati, Itu Bisa Jadi Rape Culture

16 April 2026 02:10

Cuma Bercanda? Hati-Hati, Itu Bisa Jadi Rape Culture

Di Balik Tuntutan ‘Harus Kuat’, Mengenal Toxic Masculinity dalam Kehidupan Sehari-hari

15 April 2026 04:00

Di Balik Tuntutan ‘Harus Kuat’, Mengenal Toxic Masculinity dalam Kehidupan Sehari-hari

Lagu Galau sebagai Pelepas Emosi dan Dampak Tersembunyi bagi Kesehatan Mental

14 April 2026 00:15

Lagu Galau sebagai Pelepas Emosi dan Dampak Tersembunyi bagi Kesehatan Mental

Merasa Stuck di Usia 20-an? Ini Penjelasan tentang Quarter Life Crisis

10 April 2026 02:01

Merasa Stuck di Usia 20-an? Ini Penjelasan tentang Quarter Life Crisis

Sering Dianggap Terapi Murah, Benarkah Bernyanyi Bisa Buang Stres?

8 April 2026 08:00

Sering Dianggap Terapi Murah, Benarkah Bernyanyi Bisa Buang Stres?

10 Film Favorit Penonton di Letterboxd yang Wajib Masuk Daftar Tontonanmu

1 April 2026 02:10

10 Film Favorit Penonton di Letterboxd yang Wajib Masuk Daftar Tontonanmu

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H