KETIK, SURABAYA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya menegaskan kepada para warga, jika tempat pembuangan sampah sementara (TPS) hanya untuk sampah rumah tangga.
Sedangkan untuk sampah berukuran besar seperti sofa, kasur, dan lemari tidak diperbolehkan dibuang di TPS, melainkan harus langsung ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Hal ini disampaikan oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala DLH Kota Surabaya, M. Fikser dalam keterangan resminya.
"Di TPA ada tempatnya, sudah disiapkan untuk menaruh itu," katanya pada Kamis 16 April 2026.
Baca Juga:
Pererat Tali Persaudaraan, DWP PAM Surya Sembada Surabaya Gelar HalalbihalalAgar lebih efektif, DLH melakukan sosialisasi peraturan dari Wali Kota Eri Cahyadi kepada RT/RW.
"DLH Surabaya melakukan sosialisasi melalui daring atau zoom kepada pengurus RT/RW untuk memberikan pemahaman kepada para penarik gerobak sampah," ujarnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui DLH telah mengubah jadwal pengangkutan sampah dari TPS ke TPA yang biasanya dilakukan siang kini menjadi malam.
Perubahan jadwal ini kata Wali Kota Eri Cahyadi bertujuan memperlancar proses pengiriman sampah dari TPS ke TPA Benowo. Sekaligus bertujuan tidak menganggu aktivitas warga.
Baca Juga:
KONI Jatim Kerja Sama dengan Rumah Sakit, Pastikan Perlindungan Kesehatan Atlet Lebih Optimal"Jadi TPS bersih itu memberikan kebersihan di Kota Surabaya. Kedua, tidak menganggu lalu lintas karena kalau truk ke TPA pagi dan jam-jam sibuk maka akan menganggu lalu lintas, karena kami juga membatasi truk di dalam kota," jelasnya.
Selain itu mengubah jadwal pengangkutan sampah dari TPS ke TPA saat malam dinilai jarak tempuh akan lebih cepat karena jalan yang lengang.
Tak hanya itu, perubahan jadwal ini berdampak pada efisiensi BBM hingga biaya perawatan truk.
“Kami bisa efisiensi terkait BBM, efisiensi keausannya mobil itu, karena dengan penghematan ini salah satu caranya adalah kelancaran operasional ini, maka penggunaan BBM ini juga akan semakin berkurang. Sehingga itu lah yang menjadi pertimbangan dilakukan malam hari,” jelasnya.
Cak Eri berharap, diubahnya jadwal pengangkutan sampah ini bisa menjadikan Kota Surabaya semakin bersih ke depannya. (*)