DKPP Surabaya Intensif Lakukan Pemeriksaan Penyakit Tersembunyi di Hewan Kurban

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Mustopa

18 Mei 2025 19:47

Thumbnail DKPP Surabaya Intensif Lakukan Pemeriksaan Penyakit Tersembunyi di Hewan Kurban
Kepala DKPP Surabaya Antiek Sugiarti saat melakukan pengecekan hewan kurban. (Foto: Humas Pemkot Surabaya)

KETIK, SURABAYA – Menjelang Hari Raya Iduladha, permintaan akan hewan kurban seperti sapi, kambing dan domba meningkat secara signifikan.

Dalam situasi ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya memiliki peran krusial dalam memastikan bahwa seluruh hewan kurban yang diperjualbelikan dan disembelih berada dalam kondisi sehat, aman, dan layak konsumsi.

Penyakit tersembunyi di hewan kurban berupa gangguan kesehatan yang tidak menunjukkan gejala jelas dari luar, namun dapat membahayakan kesehatan manusia jika dagingnya dikonsumsi.

Penyakit ini sering kali baru terdeteksi setelah proses penyembelihan atau pemeriksaan medis.

Kepala DKPP Surabaya, Antiek Sugiarti menjelaskan pihaknya akan lebih memperketat pengawasan khususnya di seluruh titik penjualan hewan kurban yang ada di Kota Pahlawan.

“Kami mewaspadai penyakit-penyakit yang belum tampak saat hewan diberangkatkan dari daerah asal, tapi bisa muncul setelah beberapa hari di lapak. Ini yang kami sebut penyakit ‘tersembunyi’, seperti infeksi pernapasan atau penyakit mulut dan kuku (PMK) dengan gejala ringan,” ujar Antiek saat dihubungi pada Minggu 19 Mei 2025.

Antiek menegaskan setiap hewan kurban yang akan masuk ke Surabaya harus memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKHH) dari otoritas peternakan daerah asal.

Tak hanya itu, hewan kurban sudah mendapatkan vaksinasi minimal satu kali. Antiek menyebut jika hewan yang tidak memenuhi syarat ini akan ditolak masuk di Kota Pahlawan.

Selain itu, DKPP juga menerapkan pengawasan berbasis digital melalui aplikasi nasional iSIKHNAS (Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional Terintegrasi).

Semua pergerakan ternak antardaerah kini harus terdata melalui aplikasi tersebut, menggantikan sistem sebelumnya yang bersifat lokal.

“Semua rekomendasi dan izin lalu lintas ternak sekarang dilakukan lewat iSIKHNAS. Ini bukan hanya bagian dari transformasi digital, tapi juga upaya untuk memastikan bahwa data kesehatan dan asal-usul hewan benar-benar bisa dilacak,” jelas Antiek.

Menurut data tahun 2024, jumlah hewan kurban yang masuk ke Surabaya mencapai hampir 16.000 ekor, terdiri dari 3.924 sapi dan 11.950 kambing atau domba.

DKPP memperkirakan jumlah tersebut akan tetap stabil pada tahun ini, dengan puncak kedatangan hewan diprediksi terjadi pada H-7 Iduladha.

Antiek juga menyoroti pentingnya lokasi penjualan yang memenuhi standar. Lapak harus berada di tanah tidak bersengketa, berpagar, dan tidak berdekatan dengan peternakan lain agar tidak memicu penyebaran penyakit.

Ia menambahkan DKPP telah menerima sejumlah permohonan izin lokasi, namun sebagian masih dalam proses verifikasi karena belum memenuhi kelengkapan dokumen.

“Masyarakat juga kami imbau agar lebih berhati-hati dalam memilih hewan kurban. Belilah dari tempat yang memiliki izin resmi dan telah diawasi oleh petugas kami," pungkasnya. (*)

Baca Juga:
Pemkot Surabaya Buka Penitipan Hewan saat Lebaran, Cek Jadwalnya di Sini
Baca Juga:
Persiapan Ramadan, Pemkot Surabaya Gelar Gerakan Pasar Murah
Baca Sebelumnya

Datangi Rumah dan Serahkan Sepasang Pedet, Gubernur Khofifah Doakan Nanda Jadi Peternak Top

Baca Selanjutnya

Susunan Pemain Borneo FC vs Persebaya, Slavko Damjanovic Is Back!

Tags:

#IdulAdha Hewan kurban Antiek Sugiarti pemeriksaan hewan kurban DKPP Surabaya penyakit hewan kurban penyakit tersembunyi hewan kurban Surabaya

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar