Darurat TBC di Jatim, Komisi E Tekan Penanganan Terpadu dan Percepatan Deteksi Kasus

Jurnalis: Fariha Al Jihan
Editor: Rahmat Rifadin

16 Apr 2026 23:46

Thumbnail Darurat TBC di Jatim, Komisi E Tekan Penanganan Terpadu dan Percepatan Deteksi Kasus
Selebaran penangan TBC Jatim. (Foto: Tangkapan layar instagram dprd Jatim)

KETIK, SURABAYA – Lonjakan kasus Tuberkulosis (TBC) di Indonesia yang mencapai sekitar 1,09 juta kasus menjadi alarm serius bagi pemerintah dan masyarakat.

Dari jumlah tersebut, sekitar 867 ribu kasus telah diobati, sementara hampir 300 ribu lainnya belum terdeteksi.

Laporan Global Tuberculosis Report 2024 juga menempatkan Indonesia di peringkat kedua dunia dengan sekitar 125 ribu kematian per tahun akibat TBC.

Kondisi ini mendorong Komisi E DPRD Jawa Timur mendesak penanganan yang lebih terpadu dan terintegrasi lintas sektor.

Baca Juga:
Unair Siap Gelar UTBK SNBT 2026, Tampung 16 Ribu Peserta di 19 Sesi Ujian

Jawa Timur termasuk provinsi dengan beban TBC tinggi. Dari estimasi sekitar 116 ribu kasus, baru sekitar 41 ribu kasus yang berhasil ditemukan pada 2025 atau sekitar 35,8 persen.

Tren penemuan kasus pun menunjukkan tantangan yang masih besar. Pada 2023 tercatat sekitar 92 ribu kasus ditemukan, disusul 2024 sekitar 90 ribu kasus, sementara pada 2025 capaian penemuan baru menyentuh sekitar 62 persen dari target.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemprov Jawa Timur terus memperkuat upaya penanganan melalui program eliminasi TBC 2030. Langkah yang dilakukan meliputi penemuan kasus aktif (active case finding), percepatan pengobatan pasien, serta peningkatan keberhasilan terapi.

Selain itu, dilakukan integrasi lintas program seperti HIV/AIDS, diabetes, kesehatan ibu dan anak, penurunan stunting, hingga pengendalian rokok.

Baca Juga:
Gubernur Khofifah Beri Bonus Rp1,845 Miliar, Atlet Paralimpik Jatim Sumbang 35 Medali di ASEAN Para Games 2025

Upaya lain yang juga diperkuat adalah monitoring dan evaluasi secara intensif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Fokus utama diarahkan pada peningkatan deteksi dini dan keberhasilan pengobatan agar rantai penularan dapat ditekan.

TBC sendiri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini umumnya menyerang paru-paru, namun juga dapat mengenai organ lain.

Penularannya terjadi melalui udara saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain batuk berdahak lebih dari dua minggu (kadang disertai darah), demam ringan berkepanjangan terutama sore atau malam hari, nyeri dada atau sesak napas pada kondisi tertentu, nafsu makan menurun, mudah lelah, keringat malam berlebihan, serta penurunan berat badan.

Penanganan TBC, menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Organisasi Kesehatan Dunia, dilakukan melalui deteksi dini dengan pemeriksaan dahak atau tes molekuler, pengobatan rutin menggunakan obat anti tuberkulosis (OAT) minimal selama enam bulan tanpa putus, serta menjaga kepatuhan minum obat untuk mencegah resistansi.

Selain itu, pelacakan kontak erat dan penerapan pola hidup sehat dengan ventilasi yang baik juga menjadi langkah penting dalam pencegahan.

“Angka satu juta kasus TBC bukanlah jumlah yang kecil. Hal ini menunjukkan bahwa kita sedang menghadapi ancaman kesehatan yang nyata dan perlu ditangani secara serius serta terstruktur. Penangan TBC tidak dapat hanya mengandalkan sektor kesehatan, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk perbaikan lingkungan, peningkatan edukasi masyarakat, serta penguatan layanan kesehatan di tingkat dasar,” ujar Dr. dr. Benjamin K., anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur.

Di balik aktivitas sehari-hari, ancaman TBC masih kerap luput dari perhatian. Dengan tingginya angka kasus secara nasional dan Jawa Timur sebagai salah satu daerah dengan beban besar, diperlukan kesadaran bersama untuk lebih waspada.

Komisi E DPRD Jawa Timur pun menegaskan bahwa kunci pengendalian TBC terletak pada deteksi dini, pengobatan yang tuntas, serta kolaborasi lintas sektor. Edukasi masyarakat menjadi langkah penting agar penyebaran TBC dapat ditekan dan penanganannya berjalan lebih efektif. (*)

Baca Sebelumnya

Perkuat Gerakan Keluarga Sejahtera, 14 Ketua TP PKK Kecamatan Resmi Dilantik di Pendopo

Baca Selanjutnya

KONI Jatim Kerja Sama dengan Rumah Sakit, Pastikan Perlindungan Kesehatan Atlet Lebih Optimal

Tags:

Berita Surabaya Info Surabaya penyakit tbc tbc jatim darurat tbc DPRD Jatim

Berita lainnya oleh Fariha Al Jihan

Darurat TBC di Jatim, Komisi E Tekan Penanganan Terpadu dan Percepatan Deteksi Kasus

16 April 2026 23:46

Darurat TBC di Jatim, Komisi E Tekan Penanganan Terpadu dan Percepatan Deteksi Kasus

Riset Kolaborasi PTN Jatim Diluncurkan, Gubernur Khofifah Tekankan Kebijakan Berbasis Data

16 April 2026 18:29

Riset Kolaborasi PTN Jatim Diluncurkan, Gubernur Khofifah Tekankan Kebijakan Berbasis Data

Gubernur Khofifah Beri Bonus Rp1,845 Miliar, Atlet Paralimpik Jatim Sumbang 35 Medali di ASEAN Para Games 2025

16 April 2026 10:22

Gubernur Khofifah Beri Bonus Rp1,845 Miliar, Atlet Paralimpik Jatim Sumbang 35 Medali di ASEAN Para Games 2025

Gubernur Khofifah Kukuhkan 400 Paralegal Muslimat NU Jateng, Dorong Akses Keadilan Perempuan dan Anak

12 April 2026 14:26

Gubernur Khofifah Kukuhkan 400 Paralegal Muslimat NU Jateng, Dorong Akses Keadilan Perempuan dan Anak

Percepat Sertifikasi Tanah, Gubernur Khofifah Siapkan 7.500 Relawan "Laskar Karomah" dan Gerakan Partisipatif

11 April 2026 12:50

Percepat Sertifikasi Tanah, Gubernur Khofifah Siapkan 7.500 Relawan "Laskar Karomah" dan Gerakan Partisipatif

Gubernur Khofifah Tutup LKS Dikmen Jatim 2026, Targetkan Juara Umum Nasional Empat Kali Beruntun

10 April 2026 16:34

Gubernur Khofifah Tutup LKS Dikmen Jatim 2026, Targetkan Juara Umum Nasional Empat Kali Beruntun

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H