"Bung Tomo Hanyalah Anak Kampung Surabaya"

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Marno

10 Nov 2023 02:56

Headline

Thumbnail "Bung Tomo Hanyalah Anak Kampung Surabaya"
Bambang Sulistomo saat melakukan tabur bunga di makam Bung Tomo. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya  merupakan pertempuran besar antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Inggris. 

Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.  Pertempuran ini terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme. 

Pertempuran tersebut telah mengakibatkan sekitar 20.000 rakyat Surabaya menjadi korban, sebagian besar adalah warga sipil. 

Selain itu diperkirakan 150.000 orang terpaksa meninggalkan Kota Surabaya dan tercatat sekitar 1.600 orang prajurit Inggris tewas, hilang dan luka-luka serta puluhan alat perang rusak dan hancur. 

Baca Juga:
Bawaslu Sumenep: Seluruh Pengawas Kelurahan dan Desa Dilantik di Kecamatan Masing-Masing Hari Ini

Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban ketika itu serta semangat membara tak kenal menyerah yang ditunjukkan rakyat Surabaya,

Kondisi tersebut membuat Inggris serasa terpanggang di neraka dan membuat Kota Surabaya kemudian dikenang sebagai Kota Pahlawan. 

Karena itu, setiap 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Peringatan ini bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan dan pejuang. 

 Bung Tomo di Balik Pertempuran 10 November 

Baca Juga:
Sosok Letnan Achijat Dibalik Tewasnya Jenderal Mallaby

Foto Putra Bung Tomo Bambang Sulistomo. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)Putra Bung Tomo Bambang Sulistomo. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)

Dalam pertempuran 10 November 1945, sosok Sutomo atau yang akrab disapa Bung Tomo memiliki peran yang sangat penting.  Bung Tomo merupakan salah satu pahlawan Indonesia dan berasal dari Kota Surabaya. 

Pada saat itu, penjajah kembali datang untuk menjajah Indonesia, tepatnya di Surabaya. Ia menjadi orator lewar stasiun radio membakar semangat rakyat Surabaya untuk melawan kembalinya penjajah yang dikenal dengan pertempuran 10 November 1945.Sebelum dan sesudah menyampaikan pidatonya, Bung Tomo selalu mengumandangkan Takbir,"Allahu Akbar...Allahu Akbar."

Sementara itu,  putra Bung Tomo, Bambang Sulistomo mengungkapkan bahwa ayahnya adalah Arek Kampung Soroboyo (Anak Kampung Surabaya). 

"Bapak itu orang biasa, orang kampung, Arek kampung yang mengumpulkan arek kampung untuk melawan penjajahan," ujarnya saat setelah ditemui di Makam Bung Tomo, Kamis (9/11/2023). 

Bambang menjelaskan Bung Tomo hanyalah anak kampung di Tembok Dukuh Surabaya, Ia menceritakan kejadian saat Bung Tomo menyebarkan gelora semangat Arek-Arek Suroboyo saat Pertempuran 10 Novermber itu. 

"Setelah kumpul arek kampung, mereka sepakat untuk menyebarluaskan perjuangan itu nggolek (cari) pemancar radio, bekas pemancar radioe Jepang digawe (dipakai), terus disetel maneh (terus diplay lagi)," jelasnya. 

"Nah ternyata oleh, RRI direlay akhirnya terdengar di seluruh Indonesia, itu perjuangane arek-arek kampung, mereka bekas pegawai radio Jepang," imbuhnya. 

Mengenai nilai-nilai perjuangan dari Bung Tomo yang dipetik oleh Bambang, menurutnya Bung Tomo selalu mengajarkan keikhlasan berjuang. 

"Keikhlasan berjuang, keberanian menegakkan hukum dan keadilan, berjuang untuk orang banyak bukan untuk pribadi," jelasnya. 

Selain itu, Bambang memiliki pesan khusus untuk generasi muda agar terus memiliki rasa nasionalisme, nasionalisme sangat diperlukan dalam kelangsungan suatu negara, dengan harapan memunculkan rasa persatuan di dalam negara tersebut. 

"Rasa nasionalisme itu harus diisi dengan patriotime, cinta Tahah Air. Mereka harus mempejuangkan bangsa ini dengan cara memiliki rasa patriotisme, cinta pada persatuan, cinta pada sesamanya dan bersama-sama untuk membangun negeri ini," ujarnya. 

Bambang bepesan untuk masyarakat, bahwa jangan hanya mencintai materi, tetapi juga harus mencinta Tanah Air dan bangsa Indonesia. 

"Selama ini kita hanya cinta materi, kita kekurangan rasa cinta Tanah Air, kita kekurangan rasa menggali rasa spiritual bangsa," pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

DKPP RI Terima 8.000 Aduan, 709 di Antaranya Berujung Pemberhentian

Baca Selanjutnya

Angin Kencang di Kota Batu Sebabkan Pohon Tumbang dan Atap Rumah Hancur

Tags:

Sutomo Bung Tomo Bambang Sulistomo Pertempuran 10 November melawan kolonialisme Putra Bung Tomo

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H