Berburu Pakaian Bekas Impor Hanya Cari Barang Bermerek

Jurnalis: Kuncoro S.
Editor: Marno

29 Mar 2023 15:09

Thumbnail Berburu Pakaian Bekas Impor Hanya Cari Barang Bermerek
Salah satu stan pedagang pakaian bekas impor di kawasan Jalan Gembong Surabaya. (Foto: Beni for Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Pedagang pakaian bekas impor di Surabaya kian semarak. Di beberapa sudut Kota Surabaya banyak pedagang menggelar dagangan pakian bekas impor. Keuntungan bisnis ini menjanjikan. Kalau lagi nasib baik satu karung labanya bisa ratusan ribu. 

Pedagang pakaian bekas di atas paling dikenal warga Surabaya adalah di sepanjang Jalan Gembong. Pakaian impor yang dijajakan di pinggir jalan itu berbagai jenis. Mulai kaos, celana jean berbagai merek, jaket, training bahkan topi yang bermerek dijual di kawasan tersebut. Kondisi barang bekas tersebut masih layak pakai. Meraka yang rajin membeli pakaian bekas impor ini kebanyakan hanya berburu pakaian yang bermerek 

Pakaian bekas impor ini menurut informasi berasal dari Negeri Panda, Hongkong, Singapura, Taiwan, dan Korea. Hal ini terlihat jaket atau baju yang dijual ada logo dan tulisan dari negara asalnya. 

Maraknya penjualan pakaian bekas impor ini membuat pemerintah turun tangan. Sementara pemerintah kota Surabaya mulai ikut memantau dan mengewasi peredarannya. Pemkot terus melakukan pembinaan para pedagang. Caranya lewat subsektor Sarana Distribusi Perdagangan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskopdag) Surabaya. 

Baca Juga:
Jangan Salah Checkout! Ini Baju Lebaran Timeless yang Tetap Stylish untuk Berbagai Acara

Sebenarnya larangan impor barang bekas (pakaian) sudah tertuang Menperindag 40/22  dalam beberapa pasal tercantum larangan impor karung dan pakaian bekas ke Indonesia. 

Setiap kebijakan pemerintah biasanya ditindaklanjuti dengan surat edaran kata Ferida Widyastuti dari Diskopdag Surabaya kepada salah seorang wartawan. Ia menjelaskan, barang bekas tersebut dilarang masuk ke Indonesia dinilai berdampak buruk pada mereka yang memakai. Dalam mengatasi maraknya penjualan pakaian bekas inpor ini pihak Diskopdag Surabaya baru tahap memberikan pengawasan dan pembinaan. 

Berdasarkan cacatan ketik.co.id di Solo ada salah satu perusahaan tekstil yang melakukan protes ke pemerintah mengenai maraknya impor pakaian bekas yang masuk Indonesia. Bahkan perusahaan tekstil tersebut bekerja sama dengan salah satu media online untuk mengkampanyekan melarang menjual dan pembelian pakain bekas impor. 

Pakaian bekas yang digelar di Jalan Gembong dan Jalan Pahlawan (pagi) semuanya bermerek. Harga jaket olahraga merek Nike, Lotte dan celana jean hanya sekitar Rp 75 ribu. Kaos Polo hanya Rp 60 ribu. Kemeja lengan pendek sekitar Rp 50.000. Kondisi barangnya masih bagus. Masih layak pakai, daripada beli baru harganya mahal, kata Hendri, yang gemar mengoleksi pakaian bekas impor. 

Baca Juga:
Rayakan Lebaran Bikin Lebih Pede, Berikut List Tren Busana Muslim Gen Z Sedang Digemari

Pria berkulit putih ini menjelaskan beli pakaian bekas impor memang harus ektra hati-hati. Barang yang dibeli dibersikan berkali-kali. Hal ini untuk menghidari kemungkinan gangguan kesehatan pada kulit. Aman kalau dicuci dengan sempurna katanya. 

H. Husein, pada tahun 2010 profesinya pedagang pakaian bekas impor yang dijual di kawasan Tandes, Surabaya. Ketika ditemui menyatakan bahwa bisnis jual pakaian bekas impor memang untungnya besar. Pakaian bekas impor yang dikemas dalam karung itu, bisa-dipilah-pilah. Pakaian yang bagus disisikan dan yang tak layak dibuang.

Harga satu karung waktu itu sekitar Rp 150 ribu Setelah dipilah, yang baik dijual semua hingga bisa mengumpulkan uang hampir satu juta. Husein ini tidak tertarik lagi menjual pakaian bekas impor. Dia terkena sanksi dari pemerinah. Dia sekarang alih pekerjaan jadi pedagang buah-buahan. (*)

Baca Sebelumnya

Seger! Es Kopyor Nutrijel Cocok Buat Buka Puasa

Baca Selanjutnya

Ibis Styles Surabaya Hadirkan Aneka Masakan Asia

Tags:

Pakaian bekas. Impor. Jalan gembong merek

Berita lainnya oleh Kuncoro S.

Awas! Jangan Salah Pilih Beli Hewan Kurban Idul Adha

16 Juni 2023 11:51

Awas! Jangan Salah Pilih Beli Hewan Kurban Idul Adha

Berkat Label Haji Nunut Choirun Kini Jadi Muthawif Umrah dan Haji

9 Juni 2023 14:35

Berkat Label Haji Nunut Choirun Kini Jadi Muthawif Umrah dan Haji

Danau Unesa Dikembangkan untuk Wisata Surabaya Barat

6 Juni 2023 15:25

Danau Unesa Dikembangkan untuk Wisata Surabaya Barat

Museum Bung Karno di  Pandean Surabaya Jadi Tujuan Wisatawan

6 Juni 2023 02:30

Museum Bung Karno di  Pandean Surabaya Jadi Tujuan Wisatawan

JLLB Surabaya yang Mandek Diselesaikan Akhir  2023

1 Juni 2023 15:02

JLLB Surabaya yang Mandek Diselesaikan Akhir  2023

Peringatan HLN 2023, Menuju Lanjut Usia yang Mandiri dan Bahagia

29 Mei 2023 00:45

Peringatan HLN 2023, Menuju Lanjut Usia yang Mandiri dan Bahagia

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H