Amblesnya Tanah di Surabaya Bukan Bencana Geologi

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Irwansyah

5 Jan 2023 07:46

Thumbnail Amblesnya Tanah di Surabaya Bukan Bencana Geologi
Tanah Ambles di Pakis Argosari Kota Surabaya. (Foto: Husni Habibullah/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Kejadian tanah ambles kembali terjadi di Surabaya, tepatnya di kawasan Pakis Argosari. Kejadian ini terjadi pada 29 desember 2022 lalu.

Amblesnya tanah ini terjadi tepat di depan akses masuk rumah warga dengan kedalaman sekitar 2 meter dan luas area sekitar 15 meter persegi.

Menurut pantauan jurnalis Ketik.co.id di lokasi pada Rabu (4/1/2023) sekitar pukul 21:45 WIB, petugas sedang memproses perbaikan dan hingga berita ini ditulis proses masih berjalan.

Ditemui di lokasi, Reo selaku Kepala Rayon wiyung Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Surabaya mengatakan untuk proses perbaikan ini masih berjalan. Pihaknya belum bisa memastikan untuk waktu penyelesaiannya.

Baca Juga:
Pemkab Lebak Percepat Betonisasi Jalan, 11 Ruas Kabupaten dan 42 Titik Desa Ditangani

"Yang pasti kami akan berusaha secepatnya," kata Reo kepada Ketik.co.id. 

Untuk proses perbaikan sendiri petugas akan memasang box culvert dan juga melakukan penggalian agar ukurannya pas. Selain itu karena di bawah terdapat pipa PDAM. Petugas juga tentu harus berkoordinasi terlebih dahulu mengenai prosedur pemindahannya.

Foto petugas menurunkan box culvert untuk perbaikan ( foto : Husni Habibullah )Petugas menurunkan box culvert untuk perbaikan (Foto: Husni Habibullah/Ketik.co.id)

Kejadian amblesnya tanah ini mengingatkan pada kejadian serupa yang terjadi di jalan Gubeng pada akhir 2018 silam. Kejadian itu pun sontak langsung mendapatkan perhatian pemerintah kota, dan dengan sigap langsung melakukan perbaikan.

Baca Juga:
Aksi Sigap Perumda Air Minum Surya Sembada Layani Pipa Bocor di Merr Surabaya

Mengingat jalan raya Gubeng merupakan jalan yang cukup ramai oleh para pengguna jalan. Proses perbaikan amblesnya jalan gubeng pun dapat kembali tersambung dalam waktu 7 hari.

Melihat hal ini tentu saja perlu menjadi perhatian khusus, apakah tanah di Surabaya rawan ambles. Amblesnya tanah di Surabaya lebih kepada perubahan konstruksi, bukan karena bencana geologi.

Pakar geologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Amien Widodo menjelaskan sering terjadi saat musim hujan karena tanahnya jenuh dan lembek, melorot.

"Kemungkinan iya [disebabkan karena dinding gorong-gorong rapuh]. Apalagi [dampaknya] hanya lokal saja," tuturnya. 

Menurutnya, hal ini terjadi karena faktor cuaca saja dimana saat musim hujan kondisi tanah memang lembek. Kejadiannya hanya lokal saja, kalau bencana geologi cakupannya luas.

Pada kesempatan yang berbeda, jurnalis Ketik.co.id meminta keterangan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya. Melalui wawancara telepon Ridwan Mubarun selaku Sekretaris BPBD kota Surabaya mengatakan, sebenarnya untuk kasus tanah ambles di Surabaya seperti gubeng pada 2018 silam dan Pakis Argosari yang baru saja terjadi ini itu terjadi karena kesalahan manusia.

"Bukan karena faktor kontur tanah atau alam. Tapi faktor kesalahan manusia," tegasnya.

Ridwan menambahkan amblesnya jalan gubeng itu karena kesalahan konstruksi dan untuk Pakis karena saluran yang terjadi perubahan struktur dan tidak diketahui warga karena posisi ditutup. (*)

Baca Sebelumnya

Fresh Graduate Merapat, BCA Buka Loker Minimal S1

Baca Selanjutnya

Setelah Sri Lanka, Kini Giliran Pakistan Terkena Krisis Ekonomi

Tags:

geologi tanah ambles perbaikan bina marga jalan

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar