120 Pramuka Penegak di Surabaya Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Kenakalan Remaja

13 Oktober 2026 20:46 13 Okt 2026 20:46

Sutejo Rc, Al Ahmadi

Redaksi Ketik.com
Thumbnail 120 Pramuka Penegak di Surabaya Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Kenakalan Remaja

Pramuka Penegak dari delapan pangkalan SMA dan SMK mengikuti penyuluhan bahaya narkoba dan kenakalan remaja yang diselenggarakan Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Surabaya, Selasa, 13 Oktober 2026. (Foto : Sutejo Rc/ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Sebanyak 120 Pramuka Penegak dari delapan pangkalan SMA dan SMK mengikuti penyuluhan bahaya narkoba dan kenakalan remaja yang diselenggarakan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Surabaya, Selasa hingga Rabu, 13–14 Oktober 2026.

Kegiatan ini bertujuan membekali pelajar dengan pengetahuan tentang bahaya narkoba sekaligus memperkuat karakter dan tanggung jawab sosial.

Ketua Pelaksana, Tri Ariyanti, melaporkan bahwa peserta yang hadir pada hari pertama terdiri atas 80 putri dan 40 putra. Mereka berasal dari SMA Negeri 15, SMA Negeri 18, SMA Widya Darma, SMA Al Hikmah, SMK Negeri 1, SMK Ketintang, SMK Kartika, dan SMK Tunas Wijaya.

Untuk hari kedua, jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 100 orang.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi dan dinamika kelompok, kemudian dilanjutkan penyampaian materi pengenalan serta dampak bahaya narkoba oleh narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN).

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Surabaya–Sidoarjo, Dr. Kismanto, S.Pd., M.Pd.

Dalam arahannya, ia mengingatkan para pelajar bahwa kesempatan untuk meraih kesuksesan terbuka bagi siapa saja, terlepas dari latar belakang ekonomi keluarga.

“Adik-adik ingin punya apa? Apa yang harus dilakukan, dan apa yang bisa menghalangi kalian untuk meraihnya?” tanya Kismanto saat mengajak peserta mengenali tujuan hidup dan memahami tantangan yang dapat menghambat pencapaian cita-cita.

Menurut Kismanto, generasi muda saat ini memiliki banyak peluang untuk berkembang. Namun, peluang tersebut juga dapat berujung pada kegagalan apabila tidak disertai kemampuan memilih pergaulan dan mengambil keputusan secara bijak.

Ia menekankan pentingnya membedakan pengaruh positif dan negatif serta keberanian menjauhi lingkungan yang berpotensi merusak masa depan. Selain kemampuan pribadi dan dukungan keluarga, ia juga mengingatkan pentingnya ridho Allah SWT serta doa dan restu orang tua dalam perjalanan meraih cita-cita.

Kismanto turut mengajak para pelajar mengutamakan nilai kebaikan dan kualitas diri daripada sekadar penampilan luar. Ia menegaskan bahwa kebiasaan berbuat baik harus disertai integritas dan tanggung jawab atas setiap pilihan, termasuk menjauhi narkoba.

“Yang kita tanam adalah kebaikan. Hasilnya kita serahkan kepada Yang Maha Kuasa,” pesannya.

Selain materi dari BNN, peserta mendapatkan pemahaman mengenai tinjauan hukum penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah yang disampaikan praktisi hukum. Materi tersebut diharapkan membantu pelajar memahami bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya membahayakan kesehatan, tetapi juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum.

Kegiatan pembukaan turut dihadiri Wakil Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Surabaya, Kak Bambang Wiyono, dan Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Kapusdiklatcab) Kwarcab Surabaya, Kak Mulyono.

Setelah istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan talk show interaktif bertema “Peran Pelajar dalam Menciptakan Lingkungan yang Bersih dari Narkoba”. Sesi yang dipandu Kak Icha bersama Kak Huda dan Kak Umar tersebut menjadi ruang diskusi bagi peserta untuk memperluas wawasan sekaligus memperkuat peran pelajar dalam pencegahan narkoba dan kenakalan remaja.

Pada sesi penutupan, Syaiful Huda berpesan agar para peserta tidak mudah menyerah dan bersedia membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada teman sebaya.

“Kalian generasi emas, jangan cengeng, jangan mlempem. Sampaikan kepada sahabat dan teman-teman ilmu atau wawasan yang kalian dapat hari ini,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Surabaya berharap Pramuka Penegak dapat menjadi pelopor perilaku positif di sekolah maupun masyarakat.

Para peserta juga diharapkan mampu menolak narkoba, menghindari kenakalan remaja, serta mengajak lingkungan pergaulannya membangun masa depan yang sehat dan berprestasi.(*)

Tombol Google News

Tags:

Penyuluhan Narkoba Penyuluhan Hukum Pramuka Penegak berita Pramuka Tri Ariyanti Surabaya Kwarcab Pramuka Surabaya Pramuka Penegak Surabaya Penyuluhan Bahaya Narkoba Kenakalan remaja Pencegahan Narkoba BNN Surabaya Dinas Pendidikan Surabaya Pendidikan karakter Berita Surabaya Info Surabaya