Cengkeh Organik dari Seram Bagian Timur, Potensi Investasi yang Belum Tergarap

Jurnalis: Muhamad Zaid Kilwo
Editor: Fisca Tanjung

7 Okt 2025 19:58

Thumbnail Cengkeh Organik dari Seram Bagian Timur, Potensi Investasi yang Belum Tergarap
Cengkeh merupakan primadona orang Maluku khususnya bagi masyarakat Seram Bagian Timur. (Foto: Zaid/Ketik)

KETIK, SORONG – Maluku sejak dulu dikenal sebagai daerah penghasil rempah-rempah yang terkenal hingga ke mancanegara. Hingga kini, masyarakat Maluku masih melestarikan dan mempertahankan kekayaan alam tersebut, salah satunya cengkeh.

Bisa dibilang, cengkeh dan pala menjadi andalan utama masyarakat Maluku, di samping sektor lain seperti kopra, perikanan, dan pariwisata.

Bagi masyarakat Maluku, terutama di Seram Bagian Timur (SBT), cengkeh dan pala adalah komoditas andalan. Hampir setiap warga, termasuk para pemuda, memiliki pohon cengkeh dan pala di lahan mereka.

Bagi masyarakat Seram Bagian Timur (SBT), cengkeh dan pala bukan sekadar sumber penghasilan, tetapi juga bagian dari jati diri mereka. Berkat hasil alam ini, banyak orang tua mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga perguruan tinggi.

Baca Juga:
Jelang Pelantikan Pengurus K2SBT Papua Barat Daya, Begini Kesiapannya

Di balik nilai ekonominya yang tinggi, masyarakat Seram Bagian Timur sering menghadapi masalah harga cengkeh dan pala yang tidak stabil. Kadang, harga turun drastis hingga membuat mereka mengalami kerugian.

Pemerintah daerah maupun pemerintah pusat diharapkan dapat memperhatikan potensi alam yang dimiliki masyarakat Maluku, khususnya di Seram Bagian Timur. Harga cengkeh yang terus menurun belakangan ini perlu mendapatkan perhatian serius.

Latif Kilwo, salah satu warga kampung Kwaos, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur mengatakan, meskipun harga cengkeh tidak stabil namun semangatnya untuk menjadi petani cengkeh terus dilakoni. 

"Meskipun harga cengkeh tidak stabil namun semangat saya untuk bertani menanam pohon cengkeh terus saya lakoni," ungkap Latif Kilwo, Selasa 7 Oktober 2025.

Baca Juga:
Harga Cengkeh di Pacitan Tembus Rp115 Ribu per Kg

"Harga tidak stabil aja kita tetap menanam pohon cengkeh apalagi jika harganya bagus pasti buat kita makin semangat dalam menanam pohon cengkeh," tambahnya dengan nada penuh semangat. 

Pria yang memiliki lima anak itu mengatakan, hasil panen cengkeh telah membantu dirinya menyekolahkan kelima anaknya hingga ke perguruan tinggi.

Ia berharap ada investor yang tertarik dengan potensi cengkeh milik masyarakat Seram Bagian Timur. Pasalnya, cengkeh dari daerah ini dikenal memiliki kualitas terbaik karena ditanam secara organik tanpa menggunakan pupuk kimia.

"Tanah di daerah Seram Bagian Timur sangat cocok untuk tanaman cengkeh, di sini warga menanam cengkeh secara alami, dan cengkehnya tumbuh subur," jelas Latif Kilwo. 

Dengan senyum di wajahnya, petani cengkeh itu mengungkapkan bahwa bagi dirinya, cengkeh dan pala bukan sekadar tanaman, melainkan bagian dari jati diri orang Maluku. Ia pun bertekad untuk terus merawat alam yang menjadi sumber kehidupan bagi generasi kini dan yang akan datang.

Baca Sebelumnya

5 Pemuda Ditangkap Terkait Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa Asal Batu

Baca Selanjutnya

Pemkot Langsa Sosialisasikan Program Pelatihan Tenaga Kerja

Tags:

Petani Cengkeh Seram Bagian Timur Harga Cengkeh Menurun Komoditi Orang Maluku Investor Cengkeh cengkeh dan pala cengkeh maluku cengkeh organik cengkeh

Berita lainnya oleh Muhamad Zaid Kilwo

Raja Ampat Tuan Rumah AVC Beach Tour Open 2026, Fahmi Macap Ingatkan Pemda Soal ini

6 April 2026 15:10

Raja Ampat Tuan Rumah AVC Beach Tour Open 2026, Fahmi Macap Ingatkan Pemda Soal ini

Sub Kogartap 0606 Bogor Gelar Halal Bihalal bersama Tokoh Agama Masyarakat Ormas dan LSM

26 Maret 2026 13:08

Sub Kogartap 0606 Bogor Gelar Halal Bihalal bersama Tokoh Agama Masyarakat Ormas dan LSM

Peresmian PLTMH di Lanny Jaya, Warga Kampung Koka Kini Nikmati Listrik di Malam Hari

17 Maret 2026 11:32

Peresmian PLTMH di Lanny Jaya, Warga Kampung Koka Kini Nikmati Listrik di Malam Hari

Aktivis Kritik Penjelasan KSP soal Board of Peace, Dinilai Keliru Atribusi Dokumen

11 Maret 2026 12:51

Aktivis Kritik Penjelasan KSP soal Board of Peace, Dinilai Keliru Atribusi Dokumen

Putusan Konkernas PWI 2026 Diserahkan ke Ketua Umum

9 Maret 2026 21:45

Putusan Konkernas PWI 2026 Diserahkan ke Ketua Umum

Ramadan 1447 H, Polwan Polda Papua Barat dan Polresta Manokwari Gelar Bagi-bagi Takjil

3 Maret 2026 20:58

Ramadan 1447 H, Polwan Polda Papua Barat dan Polresta Manokwari Gelar Bagi-bagi Takjil

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar