DP3 Pemkab Sleman: 290 Hewan Ternak Terjangkit PMK

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: M. Rifat

22 Jan 2025 07:32

Thumbnail DP3 Pemkab Sleman: 290 Hewan Ternak Terjangkit PMK
Pemeriksaan hewan ternak di Sleman (Foto: Diskominfo Sleman)

KETIK, SLEMAN – Di Kabupaten Sleman selama periode 1 Desember 2024 sampai 19 Januari 2025 Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Pemerintah Kabupaten Sleman mencatat terjadi 290 kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

"Perkembangan terkini kasus PMK adalah sebagai berikut kasus yang dilaporkan sakit periode 1 Desember 2024 sampai 19 Januari 2025 pukul 23.59 WIB sebanyak 290 kasus, yang sembuh sebanyak 40 kasus, mati sebanyak 22 kasus, potong bersyarat sebanyak 17 kasus, sisa kasus sampai dengan periode ini sebanyak 211 kasus dari sumber iSIKHNAS,” ungkap Kepala UPTD Pelayanan Kesehatan Hewan, Suryawati Purwaningtyas DP3 Pemkab Sleman.

Untuk diketahui, iSIKHNAS adalah sistem informasi kesehatan hewan Indonesia yang mutakhir.

Meski kasus PMK tengah mewabah, Suryawati mengingatkan perlu dipahami bahwa PMK bukanlah penyakit zoonosis. Artinya tidak menular ke manusia. Sehingga yang menjadi fokus Pemkab Sleman ialah mencegah penularan virus tersebut ke hewan ternak lainnya.

Baca Juga:
Krematorium TPU Madurejo Sleman Hapus Retribusi Sepenuhnya, Dulu Bayar Rp5 Juta

Untuk itu, masyarakat diimbau agar segera melapor ke petugas kesehatan hewan ataupun Puskeswan terdekat. Apabila menemukan hewan yang bergejala PMK.

Lebih lanjut di sampaikan, berdasar laporan yang ada virus PMK di wilayah Sleman ditemukan pada sapi dan kambing ataupum domba. Sedangkan laporan kasus PMK belum ditemukan pada hewan kerbau dan babi.

"Populasi hewan yang rentan terjangkit virus PMK muncul pada hewan ternak berkuku genap atau belah seperti sapi, kambing, domba, kerbau, dan babi. Di mana populasi hewan ternak tersebut di Kabupaten Sleman berjumlah kurang lebih 97.310 ekor," jelas Suryawati, Selasa 21 Januari 2025.

Langkah Pemkab Sleman

Baca Juga:
Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

Untuk itu, saat ini Pemkab Sleman terus berupaya mengendalikan laju penularan virus PMK. Adapun langkah ditempuh di antaranya:

Menyelenggarakan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) kepada masyarakat khususnya peternak terkait bagaimana pencegahan dan pengendalian virus PMK melalui Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan); Puskeswan rutin melakukan disinfeksi

Monitoring dan pengobatan bagi ternak yang sakit; Vaksinasi dileucine terhadap hewan ternak yang sehat pada bulan Januari sampai dengan Maret 2025 (tahap I), dan pada bulan Juli sampai dengan September 2025 (tahap II);

Melakukan pemeriksaan secara ketat kepada hewan ternak yang akan masuk ke Pasar Hewan Ambarketawang. Apabila ditemukan hewan ternak yang mengalami gejala PMK, maka tidak dizinkan masuk pasar; Serta melakukan disinfeksi secara rutin di area pasar hewan setelah pasaran.

Adapun untuk vaksinasi PMK, menurut keterangan Suryawati Kabupaten Sleman memperoleh bantuan dari Kementerian Pertanian RI (Kementan) sebanyak 22.894 dosis.

"Vaksin tersebut akan diapliaksikan pada hewan ternak yang rentan tertular virus PMK, khususnya sapi perah, sapi potong, serta kambing ataupun domba," jelasnya.

Ditambahkan vaksin diperoleh dari Kementan RI sebanyak 22.894 dosis yang akan diaplikasikan pada ternak yang rentan dengan prioritas adalah sapi perah, sapi potong.

"Apabila dalam satu kandang terdapat kambing atau domba, maka dilakukan vaksinasi juga,” tekannya.

Ditambahkan, selain bantuan vaksin dari Kementerian, pemerintah juga mendorong untuk vaksinasi secara mandiri. Sementara itu mengenai jadwal vaksinasi dibuat oleh masing-masing Puskeswan. Sebanyak 14 Puskeswan yang setiap harinya akan melakukan vaksinasi dengan menyasar seluruh hewan ternak di 17 kapanewon.  (*)

Baca Sebelumnya

Sambut Hajad Dalem Labuhan Merapi, Kapanewon Cangkringan Sleman Koordinasi dengan Berbagai Pihak

Baca Selanjutnya

Tinjau Tanggul Jebol di Tinanding, Bupati Grobogan Minta BBWS Pemali Juana Segera Perbaiki

Tags:

Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan DP3 Pemkab Sleman Penyakit Mulut dan Kuku PMK iSIKHNAS UPTD Pelayanan Kesehatan Hewan

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Sleman Juara Umum MTQ DIY 2026, Dominasi 7 Kategori Unggulan

18 April 2026 19:27

Sleman Juara Umum MTQ DIY 2026, Dominasi 7 Kategori Unggulan

Lewat Kenduri dan Tirakatan, Cara Kalurahan Caturtunggal Sleman Rayakan HUT ke-78

18 April 2026 19:19

Lewat Kenduri dan Tirakatan, Cara Kalurahan Caturtunggal Sleman Rayakan HUT ke-78

Hadiri Hari Jadi Ke-78 Sendangadi, Wakil Bupati Sleman Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Sumber Mata Air

18 April 2026 14:45

Hadiri Hari Jadi Ke-78 Sendangadi, Wakil Bupati Sleman Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Sumber Mata Air

Sleman Jadi Tuan Rumah MTQ DIY 2026, Wagub: Momentum Cetak Generasi Qurani Berdaya Saing

18 April 2026 14:42

Sleman Jadi Tuan Rumah MTQ DIY 2026, Wagub: Momentum Cetak Generasi Qurani Berdaya Saing

Krematorium TPU Madurejo Sleman Hapus Retribusi Sepenuhnya, Dulu Bayar Rp5 Juta

17 April 2026 18:59

Krematorium TPU Madurejo Sleman Hapus Retribusi Sepenuhnya, Dulu Bayar Rp5 Juta

Bupati Sleman Harda Kiswaya Resmikan Jembatan Jatra Winongo Senilai Rp 1,6 Miliar

17 April 2026 10:20

Bupati Sleman Harda Kiswaya Resmikan Jembatan Jatra Winongo Senilai Rp 1,6 Miliar

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend