Nasim Khan Minta Rencana Pembangunan Jembatan Jawa-Bali Dikaji Ulang

Jurnalis: Heru Hartanto
Editor: Mustopa

29 Jul 2025 21:59

Thumbnail Nasim Khan Minta Rencana Pembangunan Jembatan Jawa-Bali Dikaji Ulang
HM Nasim Khan anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Rabu 29 Juli 2025 (Foto: Heru Hartanto/Ketik)

KETIK, SITUBONDO – HM Nasim Khan, anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa mengingatkan agar rencana pembangunan Jembatan Jawa-Bali (Jabal) bisa dikaji kembali agar dapat terealisasi, karena sangat berpengaruh dari sgala aspek.

HM Nasim Khan mengatakan, pada tahun 2016, Bupati Banyuwangi mengusulkan pembangunan jembatan penghubung Pulau Jawa dan Pulau Dewata Bali untuk mengatasi kemacetan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi–Gilimanuk Bali.

Selanjutnya pada September 2023, DPR RI khususnya Komisi V mendorong dilakukan kajian kelayakan (feasibility study) rencana pembangunan jembatan Jawa-Bali tersebut.

“Pemerintah Provinsi Bali secara konsisten menolak konsep jembatan penghubung Jawa-Bali ini. Sebab, ada kekhawatiran bahwa jembatan fisik akan melemahkan filter budaya tradisional yang ada di Pulau Dewata Bali. Karena mitologi dan nilai lokal Bali menganggap Pulau Jawa dan Bali harus terpisah oleh air,” terang Nasim Khan, melalui pesan WhastApp, Selasa, 29 Juli 2025.

Baca Juga:
Ahmad Sahroni Bongkar Modus Penipuan Catut KPK, Pelaku Minta Rp300 Juta Berakhir Ditangkap

Persatuan Hindu Dharma Indonesia di Banyuwangi, lanjut Nasim Khan, juga menyampaikan kekhawatiran, bahwa struktur jembatan yang lebih tinggi dari Padmasana (tempat suci umat Hindu) dianggap tidak sesuai secara spiritual.

Nasim Khan menjelaskan bahwa studi dari komunitas global seperti Reddit menegaskan secara teknis fisik memungkinkan membangun jembatan sepanjang 3 hingga 5 kilometer di atas laut, karena Selat Bali relatif sempit dan dangkal.

Namun terdapat tantangan utama yaitu wilayah yang rawan gempa dan potensi tsunami sebagai bagian dari Ring of Fire. Tapi, untuk pembangunan ini biaya sangat besar, salah satu estimasi kasar menyebut mencapai milyaran dolar AS dengan pertimbangan teknis dan return investasi yang masih dipertanyakan.

Hingga saat ini, sambung Nasim Khan, masih belum ada kajian lengkap (terbuka) dari lembaga teknis seperti Kemenko Maritim, Kemenhub, maupun kementerian lainnya. Namun, sudah ada dorongan politik dan legislatif untuk melakukan kajian kelayakan formal, termasuk aspek teknis, sosial, ekonomi, dan budaya.

Baca Juga:
Legislator DPR RI HM Nasim Khan: Maraknya Gula Rafinasi Impor Matikan Petani Tebu Lokal

Biaya besar, manfaat jangka panjang juga belum dipetakan secara jelas. Budaya dan sosial mayoritas Bali menolak karena mitologi dan pandangan kultural.

“Politik atau regulasi Pemerintah Bali konsisten menolak, DPR RI mendukung kajian. Kajian formal belum tersedia di publik, namun dorongan kajian muncul sejak tahun 2023. Kesimpulan hingga Bulan Juli 2025, proyek Jembatan Jabal (Jawa-Bali) di Selat Bali tetap berada pada tahap wacana dan usulan,” beber Nasim Khan.

Selanjutnya belum ada kajian teknis atau kelayakan yang dipublikasikan secara resmi. Salah satu hambatan terbesar yakni penolakan masyarakat Bali dan nilai-nilai kultural yang kuat.

“Kendati fisik memungkinkan, tetapi hingga saat ini tidak ada tanda-tanda yang jelas bahwa proyek ini akan segera dilaksanakan,” pungkas Nasim Khan. (*)

Baca Sebelumnya

Jalur Gumitir Putus, Penumpang Kereta Api Naik 16 Persen

Baca Selanjutnya

Praktisi Hukum: Kebijakan WFH dan Bupati Jember Dinilai Sah, tapi Berpotensi Tak Tepat Sasaran Atasi Krisis BBM

Tags:

rencana pembangunan jembatan Jawa Bali ini Penjelasan HM Nasim Khan anggota Komisi VI DPR RI

Berita lainnya oleh Heru Hartanto

Sidang Perdana Kasus Solar Subsidi di Situbondo, Dua Terdakwa Terancam 9 Tahun Penjara

15 April 2026 12:12

Sidang Perdana Kasus Solar Subsidi di Situbondo, Dua Terdakwa Terancam 9 Tahun Penjara

Wacana Larangan Pelajar Naik Motor di Situbondo Dinilai Buru-buru, Ini Kata Pemerhati

13 April 2026 23:45

Wacana Larangan Pelajar Naik Motor di Situbondo Dinilai Buru-buru, Ini Kata Pemerhati

Tingkatkan Kemajuan UMKM, Forkopimcam Asembagus Dukung Penuh Kegiatan CFD

13 April 2026 09:00

Tingkatkan Kemajuan UMKM, Forkopimcam Asembagus Dukung Penuh Kegiatan CFD

Dikukuhkan, Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi dan Kebangsaan

12 April 2026 13:00

Dikukuhkan, Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi dan Kebangsaan

Kalapas Banyuwangi I Wayan Nurasta Wibawa Dimutasi ke Tenggarong, Siap Perkuat Kinerja Pemasyarakatan

12 April 2026 10:40

Kalapas Banyuwangi I Wayan Nurasta Wibawa Dimutasi ke Tenggarong, Siap Perkuat Kinerja Pemasyarakatan

Pemkab Situbondo Gelar Sarasehan Bersama Kepala BKN RI

10 April 2026 19:38

Pemkab Situbondo Gelar Sarasehan Bersama Kepala BKN RI

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar