Jajakan Mangga Situbondo Langsung ke Pengunjung, Bupati Rio Raih Penghargaan di APKASI Expo 2026

30 Agustus 2026 21:40 30 Agt 2026 21:40

Adinda Octaviani, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Jajakan Mangga Situbondo Langsung ke Pengunjung, Bupati Rio Raih Penghargaan di APKASI Expo 2026

Bupati Situbondo ketika menjajahkan Mangga Situbondo pada pembukaan APKASI Otonomi Expo (AOE) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, beberapa hari lalu (Foto: Tim Kreatif Mas Rio For ketik.com)

KETIK, SITUBONDO – Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo turun langsung mempromosikan produk unggulan daerah dalam ajang APKASI Otonomi Expo (AOE) 2026. Aksi tersebut berbuah penghargaan setelah Kabupaten Situbondo meraih Best Trade Promotion Category pada ajang yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang.

Bupati yang akrab disapa Mas Rio itu tidak sekadar berdiri di belakang stan untuk memperkenalkan produk daerah. Ia justru menyapa pengunjung secara langsung dan menawarkan Mangga Situbondo untuk dicicipi.

"Mangga Situbondo, silakan dicoba. Mari-mari, silakan dicoba ini mangga asli Situbondo," kata Mas Rio saat pembukaan AOE 2026 beberapa hari lalu.

Mas Rio kemudian mengajak pengunjung yang mampir ke stan Situbondo untuk mencicipi mangga yang telah disiapkan. Cara tersebut membuat promosi produk berlangsung lebih interaktif sekaligus membuka percakapan dengan calon konsumen.

"Dari Manado. Ini mangga Situbondo, silakan dicoba," ujar Mas Rio kepada salah seorang pengunjung asal Manado.

 

Promosi Mangga Berujung Cerita Sejarah Situbondo

Mas Rio tidak berhenti pada promosi produk. Ia memanfaatkan percakapan tentang mangga untuk memperkenalkan identitas Kabupaten Situbondo, termasuk sejarah Panarukan.

Ketika berbincang dengan pengunjung, Mas Rio menanyakan apakah mereka mengenal Panarukan. Pertanyaan tersebut kemudian menjadi pintu masuk untuk menceritakan sejarah wilayah Situbondo kepada pengunjung.

Mas Rio menjelaskan bahwa Panarukan berada di Jawa Timur dan memiliki perjalanan sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari Situbondo. Ia juga memperkenalkan Panarukan dan Besuki sebagai bagian penting dari sejarah daerah yang ingin kembali dihidupkan.

Di tengah kegiatan promosi tersebut, Mas Rio juga mengajak Wakil Menteri yang berada di lokasi untuk mencicipi Mangga Situbondo.

"Coba dulu, Pak Wamen. Ini mangga Situbondo," kata Mas Rio.

Bagi Mas Rio, mempromosikan produk daerah tidak cukup hanya dengan memajangnya di stan. Pemerintah perlu memperkenalkan produk secara langsung, mengajak pengunjung mencicipinya, sekaligus menyampaikan cerita mengenai daerah asal produk tersebut.

Upaya promosi yang dilakukan secara langsung dan totalitas itu kemudian mendapat apresiasi. Kabupaten Situbondo meraih Best Trade Promotion Category dalam AOE 2026 pada Sabtu, 29 Agustus 2026. 

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas upaya Kabupaten Situbondo dalam mempromosikan perdagangan dan produk unggulan daerah pada ajang berskala nasional.

Mas Rio menyebut penghargaan tersebut bukan sekadar trofi. Menurutnya, penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar pemerintah daerah semakin aktif mengenalkan berbagai potensi Situbondo.

"Terima kasih atas penghargaannya kepada APKASI Expo. Kita memenangkan kategori Best Trade Promotion Category," jelas Mas Rio.

Ia menilai Situbondo memiliki kekuatan besar melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Karena itu, pemerintah harus terus memperkenalkan produk lokal agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

"Bagi saya ini satu penghormatan dan penghargaan, karena bagaimanapun kita harus bekerja keras untuk mengenalkan Situbondo, mengenalkan produk Situbondo. Situbondo adalah kabupaten UMKM," tegasnya.

Mas Rio menambahkan, promosi daerah tidak semata-mata bertujuan menjual produk. Pemerintah juga ingin menghidupkan kembali cerita sejarah Situbondo sebagai bagian dari identitas daerah.

"Sejarah Situbondo dengan Panarukan dan Besuki yang luar biasa besar itu yang mau kita kembangkan lagi. Saya ingin masyarakat Indonesia kembali mengingat bahwa di ujung timur Pulau Jawa terdapat sebuah daerah yang pernah memiliki posisi penting dalam jalur perdagangan,” tutur Mas Rio.

Ia mengatakan pemerintah ingin mengingatkan kembali masyarakat mengenai sejarah Panarukan yang pernah menjadi pelabuhan besar di kawasan ujung timur Pulau Jawa.

Mas Rio juga menekankan posisi Situbondo yang berada di jalur Pantura. Menurutnya, sejarah tersebut dapat menjadi bagian dari kekuatan promosi daerah apabila dikembangkan secara serius.

"Di tengah upaya menghidupkan kembali sejarah tersebut, Situbondo juga membawa kekayaan produk lokal. Mangga, kopi, gula tebu, tembakau, hingga rengginang menjadi bagian dari potensi yang ditawarkan kepada pasar nasional," kata Mas Rio.

 

Dorong Promosi Produk Lokal secara Aktif

Mas Rio menilai pemerintah daerah harus mengambil peran lebih aktif dalam memasarkan potensi lokal. Pemerintah tidak cukup hanya menyediakan fasilitas, tetapi juga perlu turun langsung memperkenalkan produk dan identitas daerah.

Penghargaan Best Trade Promotion Category dalam AOE 2026 menjadi penanda bahwa strategi tersebut mulai mendapat perhatian di tingkat nasional.

Melalui produk lokal, kekuatan UMKM, serta cerita sejarah Panarukan dan Besuki, Pemkab Situbondo berupaya membawa identitas daerah lebih dikenal masyarakat luas.

Tombol Google News

Tags:

Mangga Situbondo Bupati Rio Best Trade Promotion