Anggota Komisi VI DPR RI Asal Situbondo Soroti Struktur Impor Gula Rafinasi

Jurnalis: Heru Hartanto
Editor: Rahmat Rifadin

8 Agt 2025 08:00

Thumbnail Anggota Komisi VI DPR RI Asal Situbondo Soroti Struktur Impor Gula Rafinasi
HM Nasim Khan, Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB, Jumat 8 Agustus 2025 (Foto : Dok Nasim Khan Indonesia/Ketik)

KETIK, SITUBONDO – HM Nasim Khan, Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB asal Kabupaten Situbondo mengkritik struktur impor gula rafinasi nasional yang dinilai tidak transparan dan berpotensi memunculkan praktik kartel.

“Impor gula mentah untuk kebutuhan industri selama ini hanya dikuasai oleh 11 perusahaan yang tergabung dalam Asosiasi Gula Kristal Rafinasi Indonesia (AGRI),” kata HM Nasim Khan kepada Ketik, Jumat 8 Agustus 2025.

Sebelas entitas ini, sambung Nasim Khan, yang mengatur keluar-masuknya jutaan ton gula mentah setiap tahun. “Pada tahun 2022, alokasi impor raw sugar mencapai 3,4 juta ton-nyaris setara dengan total kebutuhan gula rafinasi nasional," ujar pilitisi asal Kabupaten Situbondo ini.

Lebih lanjut, Wakil Rakyat dari Dapil Jawa Timur III itu menjelaskan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar dalam produksi tebu lokal. Namun, dari total kebutuhan gula nasional sekitar 4,5 hingga 5 juta ton per tahun, tapi produksi dalam negeri baru mampu menyuplai gula sebanyak 2,5 hingga 3 juta ton.

Baca Juga:
Ahmad Sahroni Bongkar Modus Penipuan Catut KPK, Pelaku Minta Rp300 Juta Berakhir Ditangkap

"Sisanya harus dipenuhi lewat impor, khususnya untuk kebutuhan industri. Tapi proses perizinannya sangat tertutup. Tidak semua pihak bisa ikut serta dalam impor tersebut," beber Nasim Khan.

Kata Nasim Khan, untuk bisa mengimpor gula rafinasi itu, perusahaan wajib menyampaikan rencana produksi, laporan realisasi, hingga surat pernyataan bahwa gula tidak akan dijual ke pasar ritel. “Persetujuan teknis dari Kementerian Perindustrian juga menjadi syarat utama sebelum izin impor diterbitkan oleh Kementerian Perdagangan,” tegas Nasim Khan.

Struktur yang tertutup ini, sambung Nasim Khan, menimbulkan pertanyaan besar soal transparansi dan potensi kartel. “Dengan 11 perusahaan yang menguasai seluruh pasar, maka sangat mungkin terjadi pengendalian harga dan pasokan oleh segelintir pihak," ungkap Nasim Khan.

Selain itu, Nasim Khan juga menyoroti minimnya akses publik terhadap informasi seperti rincian kuota impor per perusahaan, negara asal pemasok, hingga distribusinya. Padahal, gula rafinasi merupakan bagian penting dalam rantai pasok pangan nasional.

Baca Juga:
Legislator DPR RI HM Nasim Khan: Maraknya Gula Rafinasi Impor Matikan Petani Tebu Lokal

Tak hanya itu yang disampaikan Nasim Khan, namun dia juga menjelaskan bahwa Komisi IV DPR RI telah memberikan berbagai masukan kepada BUMN, SGN, DANANTARA, dan lembaga terkait lainnya. “Saya khawatir kepercayaan petani tebu yang mulai tumbuh akan kembali hancur apabila tidak ada perbaikan struktural, maka harus segera dilakukan perbaikan,” kata Nasim Khan.

Petani, imbuh Nasim Khan, sudah mulai percaya untuk menanam tebu lagi. Tapi kalau tata niaga-nya seperti ini bisa-bisa mereka kapok menanam tebu karena kembali merugi. “Apalagi saat ini tidak ada pedagang besar yang mau beli gula dari tebu rakyat," pungkas pria kelahiran Asembagus, Kabupaten Situbondo. (*)

Baca Sebelumnya

Bupati Subandi Bantu Upayakan Rehab Dua Rumah Warga Miskin di Prambon

Baca Selanjutnya

Waka II DPRD Batam Budi Mardianto Terima Kunjungan Kerja Bamus DPRK Aceh Utara

Tags:

anggota Komisi IV DPR RI soroti struktur Impor Gula Rafinasi Asal Situbondo HM Naim Khan

Berita lainnya oleh Heru Hartanto

Anggaran Berantas Plus Menipis, Ini Penjelasan Pj Sekda Situbondo

14 April 2026 13:25

Anggaran Berantas Plus Menipis, Ini Penjelasan Pj Sekda Situbondo

Wacana Larangan Pelajar Naik Motor di Situbondo Dinilai Buru-buru, Ini Kata Pemerhati

13 April 2026 23:45

Wacana Larangan Pelajar Naik Motor di Situbondo Dinilai Buru-buru, Ini Kata Pemerhati

Tingkatkan Kemajuan UMKM, Forkopimcam Asembagus Dukung Penuh Kegiatan CFD

13 April 2026 09:00

Tingkatkan Kemajuan UMKM, Forkopimcam Asembagus Dukung Penuh Kegiatan CFD

Dikukuhkan, Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi dan Kebangsaan

12 April 2026 13:00

Dikukuhkan, Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi dan Kebangsaan

Kalapas Banyuwangi I Wayan Nurasta Wibawa Dimutasi ke Tenggarong, Siap Perkuat Kinerja Pemasyarakatan

12 April 2026 10:40

Kalapas Banyuwangi I Wayan Nurasta Wibawa Dimutasi ke Tenggarong, Siap Perkuat Kinerja Pemasyarakatan

Pemkab Situbondo Gelar Sarasehan Bersama Kepala BKN RI

10 April 2026 19:38

Pemkab Situbondo Gelar Sarasehan Bersama Kepala BKN RI

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar