Upacara Harjakasi Ke-207, Ketua DPRD Bacakan Sejarah Singkat Asal-usul Kabupaten Situbondo

Jurnalis: Heru Hartanto
Editor: Rahmat Rifadin

16 Agt 2025 01:05

Thumbnail Upacara Harjakasi Ke-207, Ketua DPRD Bacakan Sejarah Singkat Asal-usul Kabupaten Situbondo
Mahbub Junaidi Ketua DPRD Situbondo ketika membacakan sejarah singkat Situbondo, Jumat 15 Agustus 2025 (Foto : Heru Hartanto /Ketik)

KETIK, SITUBONDO – Sejarah singkat Situbondo, yang dibacakan Mahbub Junaidi, Ketua DPRD Situbondo ketika upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) ke-207 menerangkan bahwa Situbondo dulunya tertulis dengan nama Situbanda yang berasal dari kata Siti berarti tanah dan Bondo berarti diikat. Sehingga Situbondo diartikan tanah yang diikat.

Hal ini karena dulunya banyak ditemui bendeng atau tanggul sehingga para pekerja Dam Sluwis yang mayoritas orang Jawa menyebutnya Situbanda, kemudian lebih dikenal dengan nama Patokan.

Pembangunan Dam Sluwis oleh Bupati Pertama Besuki, KRT Prawiro Hadiningrat pada tahun 1818 berkaitan erat dengan nama Situbondo. Sebab, sebelumnya kondisi Situbondo merupakan tanah tegalan yang kering kemudian berubah menjadi tanah yang subur dan menjadi lumbung padi.

Sedangkan Karesidenan Besuki merupakan setra industri gula yang dibuktikan dengan berdiri 11 pabrik gula kala itu. Namun hingga saat ini hanya ada beberapa pabrik gula yang masih berfungsi dan beroperasi. Sehingga banyak pendatang dari berbagai suku datang dan menetap di Karesidenan Besuki, kala itu.

Baca Juga:
Sidang Perdana Kasus Solar Subsidi di Situbondo, Dua Terdakwa Terancam 9 Tahun Penjara

Pada kepimpinan KRT Prawiro Hadiningrat ini juga dilakukan penataan elemen birokrasi dengan dibentuknya elemen birokrasi seperti adipati, jaksa, sipir, demang dan kepabeanan.

KRT Prawiro Hadiningrat merupakan pemimpin yang visioner dan peduli dengan pendidikan. Hal ini dibuktikan berdirinya sekolah modern di Karesidenan Besuki yang saat itu menjadi sekolah ke-8 yang ada di Pulau Jawa.

Berdasarkan hal tersebutlah, akhirnya tanggal 15 Agustus dijadikan sebagai Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) yang kemudian dibuatkan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2013 tentang Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi). Hari ini, tanggal 15 Agustus 2025, Kabupaten Situbondo berusia 207 tahun.

Mahbub Junaidi mengatakan keberhasilan pembangunan Kabupaten Situbondo saat ini tidak lepas dari perjuangan para pemimpin, tokoh dan pahlawan Situbondo di masa lalu. “Termasuk bupati sebelumnya, yang telah berjasa terhadap pembangunan Kabupaten Situbondo,” kata Ketua DPRD Situbondo.

Baca Juga:
Gaji 4 Bulan Belum Cair, Perangkat Desa Kayu Putih Situbondo Akhirnya Kembali Buka Pelayanan

Peringatan Harjakasi ke-207 yang mengusung tema "Agustus Main ke Situbondo" diharapkan bisa membangkitkan semua orang untuk berkunjung ke Situbondo menyaksikan keunikan permainan tradisional.

"Mari kita semua tetap semangat untuk mewujudkan Situbondo Naik Kelas. Situbondo bisa lebih maju dari aspek fisik maupun sosial budaya, ekonomi dan lingkungan serta peningkatan UMKM. Oleh karena itu, saya mengajak semua lapisan masyarakat untuk turut serta dalam memajukan dan mengembangkan kabupaten Situbondo sehingga dapat mengembalikan kejayaan Kabupaten Situbondo seperti di masa lampau,” pungkas Mahbub Junaidi. (*)

Baca Sebelumnya

Dari Kampus ke Kolam! KKN Unitomo Tingkatkan Ekonomi Desa Jatiurip Lewat Lele

Baca Selanjutnya

Sidang Korupsi DAM Kali Bentak Memanas, Hakim Ultimatum Saksi

Tags:

Upacara Harjakasi ke-207 ketua DPRD Bacakan sejarah Singkat asal usul situbondo

Berita lainnya oleh Heru Hartanto

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

16 April 2026 15:00

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Sidang Perdana Kasus Solar Subsidi di Situbondo, Dua Terdakwa Terancam 9 Tahun Penjara

15 April 2026 12:12

Sidang Perdana Kasus Solar Subsidi di Situbondo, Dua Terdakwa Terancam 9 Tahun Penjara

Anggaran Berantas Plus Menipis, Ini Penjelasan Pj Sekda Situbondo

14 April 2026 13:25

Anggaran Berantas Plus Menipis, Ini Penjelasan Pj Sekda Situbondo

Wacana Larangan Pelajar Naik Motor di Situbondo Dinilai Buru-buru, Ini Kata Pemerhati

13 April 2026 23:45

Wacana Larangan Pelajar Naik Motor di Situbondo Dinilai Buru-buru, Ini Kata Pemerhati

Tingkatkan Kemajuan UMKM, Forkopimcam Asembagus Dukung Penuh Kegiatan CFD

13 April 2026 09:00

Tingkatkan Kemajuan UMKM, Forkopimcam Asembagus Dukung Penuh Kegiatan CFD

Dikukuhkan, Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi dan Kebangsaan

12 April 2026 13:00

Dikukuhkan, Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi dan Kebangsaan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H