Tumpukan Sampah, Hiasi Suasana Petik Laut Desa Pesisir Besuki Situbondo

27 Juli 2026 15:34 27 Jul 2026 15:34

Adinda Octaviani, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Tumpukan Sampah, Hiasi Suasana Petik Laut Desa Pesisir Besuki Situbondo

Tumpukan sampah terlihat di tepi Pantai Desa Pesisir, Kecamatan Besuki, Situbondo, saat tradisi Petik Laut berlangsung, Senin, 27 Juli 2026. (Foto: Adinda Octaviani/Ketik.com)

KETIK, SITUBONDO – Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyoroti persoalan tumpukan sampah saat menghadiri tradisi Petik Laut di Dusun Pesisir Lor, Desa Pesisir, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Senin, 27 Juli 2026. Dalam kesempatan itu, ia mengajak masyarakat menjadikan tradisi tahunan tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Bupati yang akrab disapa Mas Rio itu mengaku sengaja datang tidak hanya untuk menghadiri tradisi tahunan masyarakat nelayan, tetapi juga membawa misi khusus terkait kebersihan lingkungan.

“Saya diundang dan memang ingin datang karena membawa misi. Tradisi Petik Laut ini biasa dilakukan masyarakat pesisir Jawa-Madura. Tapi saya juga ingin mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan,” kata Mas Rio.

Mas Rio mengatakan, kondisi kawasan pesisir masih dipenuhi sampah meskipun pemerintah daerah telah berulang kali melakukan pembersihan. Menurutnya, persoalan tersebut menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan masih perlu ditingkatkan.

“Coba lihat, ini masih kotor sekali. Kita sudah berkali-kali membersihkan wilayah pesisir Besuki ini, tapi belum maksimal. Artinya, mindset masyarakat masih belum berubah terkait kebersihan lingkungan hidup,” tuturnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Situbondo berencana membangun fasilitas Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di kawasan pesisir pada tahun ini. Pada tahap awal, pemerintah akan menyediakan satu unit TPS berkapasitas besar.

Mas Rio juga mengaitkan pentingnya menjaga lingkungan dengan makna spiritual dalam tradisi Petik Laut. Menurutnya, tradisi tersebut tidak hanya sekadar ritual melarung sesaji, tetapi juga harus dimaknai sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga alam.

“Masyarakat melakukan Petik Laut untuk mencari keberkahan, penghidupan, dan rezeki dari laut. Tapi kalau tidak menjaga bumi, pasti akan ada dampak negatif. Ini harus jadi kesadaran bersama,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan guru ngaji, untuk bersama-sama menanamkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan.

“Petik Laut harus punya dimensi lain, bukan hanya seremoni, tapi juga membangun kesadaran lingkungan,” ajaknya.

Sementara itu, Kepala Desa Pesisir, Kecamatan Besuki, Ahmadi, menjelaskan bahwa tradisi Petik Laut merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas rezeki yang diberikan Allah SWT melalui hasil laut.

“Tujuannya untuk mensyukuri nikmat dari Allah SWT dan berharap rezeki dari laut semakin bertambah,” ujarnya.

Dalam tradisi tersebut, masyarakat melarung gitek, yakni perahu berisi sesaji, termasuk kepala sapi dan berbagai hasil bumi. Nilai total sesaji yang dilarung diperkirakan mencapai sekitar Rp6 juta.

Meski demikian, Ahmadi mengakui persoalan sampah di wilayahnya cukup kompleks. Selain berasal dari aktivitas warga, sampah juga terbawa arus Sungai Kalianget hingga bermuara di kawasan pesisir.

“Untuk mengatasi itu memang butuh kesadaran masyarakat. Selain itu, kami juga sangat berharap adanya fasilitas tempat sampah seperti yang disampaikan Bupati,” kata Ahmadi.

Ia menambahkan, keterbatasan akses jalan menjadi kendala dalam pengelolaan sampah di wilayahnya. Selama ini, sampah kerap dikumpulkan sementara sebelum akhirnya terbawa arus saat air pasang.

Ke depan, pemerintah desa berencana mengajak masyarakat menggelar kerja bakti secara rutin, meskipun aktivitas melaut warga menjadi tantangan tersendiri dalam menentukan waktu yang tepat.

“Kalau ada tempat penampungan, insyaallah masalah sampah di pesisir bisa lebih teratasi,” pungkas Ahmadi. (*)

Tombol Google News

Tags:

Petik Laut Di Pesisir Besuki Yusuf Rio Wahyu Prayogo Bupati Situbondo Kabupaten Situbondo