Bentuk Model Rehabilitasi Berbasis Masyarakat, Ini Kata Sekretaris Program BEN

Jurnalis: Heru Hartanto
Editor: Mustopa

2 Des 2025 22:02

Thumbnail Bentuk Model Rehabilitasi Berbasis Masyarakat, Ini Kata Sekretaris Program BEN
Suasana FGD Pemetaan Aktor Relevan dan Pembentukan Forum Rehabilitasi Berbasis Masyarakat, Selasa 2 Desember 2025 (Foto : Heru Hartanto / ketik.com)

KETIK, SITUBONDO – Program Building Effekctive Network (BEN) adalah gerakan bersama untuk memperkuat hubungan dan kerja sama agar anak dan remaja dengan disabilitas bisa lebih diperhatikan termasuk yang terdampak kusta dan Down Syndrome.

Program ini dilakukan di berbagai daerah melalui dukungan Liliane Fonds dan NLR Indonesia dengan menggunakan cara Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM), yaitu cara pendampingan yang melibatkan keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar.

“Program BEN dilaksanakan untuk membantu mengatasi masalah ketidakadilan dan hambatan yang masih dialami anak dan remaja dengan disabilitas di Indonesia, terutama dalam mendapatkan layanan-layanan dasar kesehatan, pendidikan, penghidupan atau pekerjaan dan keterlibatan dalam kegiatan sosial serta masyarakat,” jelas Sekretaris Program BEN, Rizky Yulinda.

Program ini, lanjut Rizky, menyasar terutama untuk anak dan remaja dengan disabilitas termasuk yang terdampak kusta dan Down Syndrome sampai usia 25 tahun, khususnya bagi mereka yang tinggal di desa atau daerah dengan kondisi ekonomi yang sulit.

Baca Juga:
Gaji 4 Bulan Belum Cair, Perangkat Desa Kayu Putih Situbondo Akhirnya Kembali Buka Pelayanan

Selain itu, kata Rizky, anak perempuan dan perempuan muda dengan disabilitas. Lalu, mereka yang mengalami kesulitan mendapatkan pendidikan dan layanan kesehatan, terutama terkait kesehatan reproduksi dan seksual serta anak dengan disabilitas yang ikut terdampak perubahan iklim atau bencana alam.

Program BEN dijalankan dengan empat cara kerja agar semua bisa berjalan bersama, saling mendukung, dan bertanggung jawab. Kerja sama banyak pihak dan tata kelola yang terbuka ada visi yang sama, koordinasi yang baik, dan tanggung jawab di semua tingkatan.

“Model Rehabilitasi Berbasis Masyarakat yang menyeluruh dan berbasis data serta menggunakan data disabilitas yang jelas, pendampingan, serta mendorong aturan yang mendukung inklusi agar bisa diterapkan secara berkelanjutan. Teknologi dan inovasi yang ramah disabilitas untuk memperluas akses layanan, meningkatkan peran serta, dan memperkuat dukungan di tingkat masyarakat,” tutur Rizky.

Selain itu, kata Rizky, komunikasi dan keterlibatan masyarakat lewat sosialisasi, dialog, dan aksi bersama dengan disabilitas harus dilakukan untuk mengurangi anggapan buruk, serta mengubah cara pandang, dan mendorong layanan yang sesuai hak-hak manusia.

Baca Juga:
Rutin! Plt Wali Kota Madiun Nggowes Cek Kondisi di Lapangan

“Program BEN dijalankan dengan menggunakan pendekatan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM). Secara sederhana, RBM adalah pendampingan kepada anak dan remaja dengan disabilitas melalui dukungan keluarga, tetangga, sekolah, dan lingkungan sekitar supaya mereka dapat hidup mandiri, ikut kegiatan, dan mendapatkan hak yang sama seperti orang lain,” terangnya.

Anak dan remaja dengan disabilitas, sambung Rizky, membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar, seperti keluarga, tetangga, dan pemerintah desa. Dukungan itu bisa berupa semangat, penerimaan, perhatian, kesempatan, atau bantuan kebutuhan. Semua pihak perlu bekerja sama dalam proses pemulihan dan pendampingan mereka.

“Mereka Disabilitas butuh dukungan emosional, contohnya menunjukkan empati, menerima mereka apa adanya, dan memberi kasih sayang, memberi pujian, menghargai kemampuan mereka, dan memberi semangat untuk maju. Lalu memberikan dukungan instrumental contohnya menyediakan fasilitas, membantu hadir dalam suatu kegiatan, atau membuka kesempatan kerja,” jelas Rizky.

Selanjutnya, kata Rizky, memberikan dukungan informasional, contohnya memberi pengetahuan atau informasi yang bisa membantu proses penerimaan diri dan lingkungan. Dukungan Jaringan Sosial, contohnya membuat kelompok yang menjadi wadah saling dukung atau pertemuan rutin agar mereka tidak merasa sendiri.

Adapun, imbuh Rizky, yang terlibat dalam Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) antara lain, pemerintah nasional, pimpinan politik, media massa, pemerintah lokal, LSM, kelompok Disabilitas, pemimpin komunitas, guru, pekerja kesehatan, tetangga dan masyarakat sekitar serta anak dan remaja.

“Keberhasilan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat bergantung pada kepemimpinan yang efektif. Kerja sama dengan banyak pihak. Keterlibatan komunitas atau kelompok masyarakat melalui pemberdayaan, pemanfaatan sumber daya yang telah ada di masyarakat," jelasnya.

"Sedangkan, kunci keberhasilan RBM ini, antara lain pertimbangan pengaruh budaya, peningkatan keterampilan dan kemampuan anak dan remaja disabilitas, keluarga, dan komunitas. Penggalangan dukungan finansial (fasilitasi dan dana) Advokasi dan dukungan kebijakan,” pungkas Rizky. (*)

Baca Sebelumnya

Mahasiswa Aceh di Malang Risau, Banjir Besar di Kampung Halaman Picu Kekhawatiran

Baca Selanjutnya

SMP Negeri Unggulan Saruma, Ikhtiar Baru Halsel Membangun Akses Pendidikan Berkualitas

Tags:

bentuk model Rehabilitas Berbasis masyarakat ini kata Sekretaris Program BEN

Berita lainnya oleh Heru Hartanto

Anggaran Berantas Plus Menipis, Ini Penjelasan Pj Sekda Situbondo

14 April 2026 13:25

Anggaran Berantas Plus Menipis, Ini Penjelasan Pj Sekda Situbondo

Wacana Larangan Pelajar Naik Motor di Situbondo Dinilai Buru-buru, Ini Kata Pemerhati

13 April 2026 23:45

Wacana Larangan Pelajar Naik Motor di Situbondo Dinilai Buru-buru, Ini Kata Pemerhati

Tingkatkan Kemajuan UMKM, Forkopimcam Asembagus Dukung Penuh Kegiatan CFD

13 April 2026 09:00

Tingkatkan Kemajuan UMKM, Forkopimcam Asembagus Dukung Penuh Kegiatan CFD

Dikukuhkan, Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi dan Kebangsaan

12 April 2026 13:00

Dikukuhkan, Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi dan Kebangsaan

Kalapas Banyuwangi I Wayan Nurasta Wibawa Dimutasi ke Tenggarong, Siap Perkuat Kinerja Pemasyarakatan

12 April 2026 10:40

Kalapas Banyuwangi I Wayan Nurasta Wibawa Dimutasi ke Tenggarong, Siap Perkuat Kinerja Pemasyarakatan

Pemkab Situbondo Gelar Sarasehan Bersama Kepala BKN RI

10 April 2026 19:38

Pemkab Situbondo Gelar Sarasehan Bersama Kepala BKN RI

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar