Anggota DPR RI PKB dari Situbondo Nasim Khan Minta Penyalur Tenaga Kerja Ilegal Ditindak Tegas

Jurnalis: Heru Hartanto
Editor: Gumilang

3 Mar 2026 10:14

Thumbnail Anggota DPR RI PKB dari Situbondo Nasim Khan Minta Penyalur Tenaga Kerja Ilegal Ditindak Tegas
Anggota Komisi VI DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Timur III, Fraksi PKB, HM Nasim Khan, Selasa 3 Maret 2026 (Foto : Heru Hartanto / ketik.com)

KETIK, SITUBONDO – Anggota Komisi VI DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Timur III, Fraksi PKB, HM Nasim Khan, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus yang menimpa Ratna Ningsih (39).

Ratna merupakan Pekerja Migran Indonesia asal Desa Semambung, Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur yang di duga menjadi korban tekong atau calo pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia Ilegal.

“Ratna Ningsih (39), dalam unggahan video di akun media sosial, meminta bantuan kepada Presiden RI, anggota DPR RI, dan Bupati Situbondo memohon agar segera dipulangkan ke Indonesia dari Arab Saudi,” jelas Anggota Komisi VI DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Timur III, Fraksi PKB, HM Nasim Khan.

Menurutnya, hasil penelusuran Tim Nasim Khan Indonesia, Ratna Ningsih menghubungi keluarganya secara sembunyi-sembunyi melalui sambungan telepon. Ratna Ningsih mengaku kepada anaknya mengalami tekanan berat dan ancaman dari majikannya. Bahkan, Ratna menyebut dirinya diancam akan dijual kepada orang lain.

Baca Juga:
Anggota Komisi VI DPR RI Minta Pemerintah Pusat Revitalisasi Pelabuhan Panarukan Situbondo

“Hal ini tidak bisa dianggap kasus biasa. Apabila benar ada ancaman Ratna Ningsih untuk dijual kembali, maka ini sudah mengarah pada dugaan tindak pidana perdagangan orang. Untuk itu, negara harus hadir,” kata Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKB, HM Nasim Khan melalui sambungan selulernya, Selasa, 3 Maret 2026.

Nasim Khan menegaskan bahwa, praktik pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia secara ilegal membuka celah besar terjadinya eksploitasi, kekerasan, hingga perdagangan manusia.

“Saya meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas jaringan yang terlibat, mulai dari tingkat desa hingga pihak yang memfasilitasi keberangkatan ke luar negeri,” tegas Anggota DPR RI, kelahiran Asembagus Situbondo ini.

Perdagangan orang, kata Nasim Khan, merupaka tindakan kejahatan yang serius. Hal ini bukan hanya soal administrasi keberangkatan, namun menyangkut nyawa dan martabat warga negara. Jangan sampai ada pembiaran.

Baca Juga:
Terkait Video Viral PMI Situbondo Minta Dipulangkan dari Arab Saudi, Tim NKI Gerak Cepat Kunjungi Keluarga Ratna Ningsih

“Saya meminta pemerintah daerah, aparat kepolisian, serta instansi terkait untuk meningkatkan pengawasan terhadap penyalur Pekerja Migran Indonesia Ilegal. Banyak kasus PMI ilegal berawal dari bujuk rayu tekong atau penyalur ilegal yang menjanjikan gaji besar tanpa,” tegas Nasim Khan.

Tak hanya itu yang disampaikan Politikus PKB, asal Kabupaten Situbondo ini. Namun, dia secara khusus menyerukan agar Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan DPRD di daerah pemilihannya tidak tinggal diam.

Tapi, harus mendorong pembentukan langkah konkret pencegahan perdagangan orang, termasuk pendataan ketat calon pekerja migran dan sosialisasi bahaya berangkatan melalui jalur ilegal.

“Saya berharap semua pihak, baik Forkopimda, DPRD, maupun pemerintah daerah, bisa bergerak cepat. Jangan sampai kasus seperti ini terus berulang ulang. Kita harus bersama-sama memerangi perdagangan orang,” harap Nasim Khan.

Selain itu, Nasim Khan juga menyatakan kesiapannya untuk mengawal persoalan tersebut di tingkat pusat. Dia berjanji akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait guna memastikan perlindungan maksimal bagi Pekerja Migran Indonesia.

“Saya siap di pusat untuk mendorong langkah-langkah konkret. Tapi di daerah juga harus bergerak. Ini tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Selain kepada aparat, Nasim Khan juga meminta dukungan media massa untuk terus mengangkat isu perdagangan orang, khususnya di wilayah Kabupaten Situbondo dan sekitarnya.

“Saya menilai pemberitaan yang masif terhadap para tekong yang menyalurkan Pekerja Migran Indonesia secara ilegal tersebut dapat menjadi tekanan moral sekaligus edukasi bagi masyarakat. Untuk itu, saya minta rekan-rekan media membantu merilis dan mengawal isu perdagangan orang ini. Jangan sampai kasusnya hilang begitu saja. Kita harus tindak lanjuti, jangan hanya diam,” kata Nasim Khan.

Selain itu, Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja ke luar negeri tanpa melalui prosedur resmi. Calon pekerja migran diminta memastikan seluruh dokumen lengkap dan terdaftar di instansi pemerintah yang berwenang.

“Apabila ada tawaran kerja yang mencurigakan, segera laporkan. Jangan berangkat lewat jalur ilegal, karena risiko yang dihadapi sangat besar. Kasus Ratna Ningsih menjadi pengingat bahwa persoalan perdagangan orang masih menjadi ancaman nyata bagi Pekerja Migran Indonesia. Karena perlindungan terhadap warga negara di luar negeri merupakan amanat konstitusi yang tidak boleh diabaikan,” tegas Nasim Khan.

Nasim Khan juga berharap langkah cepat dapat dilakukan untuk memastikan keselamatan Ratna Ningsih yang konon jiwanya terancam di negara orang.

“Ini bukan hanya soal satu orang. Tapi, ini soal sistem yang harus dibenahi. Kita harus bersatu memerangi dugaan perdagangan orang demi melindungi anak-anak bangsa,” pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Sungai Babakan Kembali Meluap, Rendam Ribuan Rumah dan Lumpuhkan Aktivitas Warga

Baca Selanjutnya

Bupati Trenggalek Tanggapi PU Fraksi Atas Raperda Jaminan Sosial dan Ketenagakerjaan

Tags:

Nasim Khan Politisi PKB Asal Situbondo minta Penyalur Tenagakerja ilegal Ditindak Tegas

Berita lainnya oleh Heru Hartanto

Sidang Perdana Kasus Solar Subsidi di Situbondo, Dua Terdakwa Terancam 9 Tahun Penjara

15 April 2026 12:12

Sidang Perdana Kasus Solar Subsidi di Situbondo, Dua Terdakwa Terancam 9 Tahun Penjara

Anggaran Berantas Plus Menipis, Ini Penjelasan Pj Sekda Situbondo

14 April 2026 13:25

Anggaran Berantas Plus Menipis, Ini Penjelasan Pj Sekda Situbondo

Wacana Larangan Pelajar Naik Motor di Situbondo Dinilai Buru-buru, Ini Kata Pemerhati

13 April 2026 23:45

Wacana Larangan Pelajar Naik Motor di Situbondo Dinilai Buru-buru, Ini Kata Pemerhati

Tingkatkan Kemajuan UMKM, Forkopimcam Asembagus Dukung Penuh Kegiatan CFD

13 April 2026 09:00

Tingkatkan Kemajuan UMKM, Forkopimcam Asembagus Dukung Penuh Kegiatan CFD

Dikukuhkan, Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi dan Kebangsaan

12 April 2026 13:00

Dikukuhkan, Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi dan Kebangsaan

Kalapas Banyuwangi I Wayan Nurasta Wibawa Dimutasi ke Tenggarong, Siap Perkuat Kinerja Pemasyarakatan

12 April 2026 10:40

Kalapas Banyuwangi I Wayan Nurasta Wibawa Dimutasi ke Tenggarong, Siap Perkuat Kinerja Pemasyarakatan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar