KETIK, SIDOARJO – Massa buruh merayakan May Day atau Hari Buruh Internasional 2026. Berangkat dari depan Pendopo Delta Wibawa pada Jumat pagi (1 Mei 2026), mereka berkonvoi menuju Surabaya. Bupati Subandi dan Kapolresta Sidoarjo Kombespol Christian Tobing melepas ratusan pekerja yang sedang berbahagai itu.
Berbahagia? Benar. Sebab, tuntutan utama para buru kepada Pemkab Sidoarjo langsung diiyakan oleh Bupati Subandi. Organisasi buruh meminta kuota afirmasi 5 persen dalam sistem penerimaan murid baru (SPMB) di sekolah negeri.
”Kita meminta Kabupaten Sidoarjo mengakomodir kebijakan dari Provinsi Jawa Timur. Afirmasi anak buruh, Pak Bupati,” kata perwakilan buruh yang ditunjuk untuk berorasi.
Harapan kaum buruh, afirmasi untuk anak-anak buruh di sekolah negeri, menjadi kado bagi perayaan May Day pada 2026 ini. Para pekerja di Sidoarjo berasal dari berbagai belakang. Kalau banyak persyaratan untuk masuk sekolah negeri, mereka akan kesulitan.
”Harapan kami, afirmasi ini jadi kado untuk kita semua. Sepakat? Hidup buruh. Hidup Pak Subandi,” seru perwakilan buruh.
Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) dirayakan dengan iringan musik sambil berjoget sukacita. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)
Massa buruh pun kompak menyatakan, ”Setujuuuu. Hidup buruh. Hidup Pak Subandi.”
Menanggapi tuntutan buruh itu, Bupati Subandi menyatakan senang karena para buruh bisa berkomunikasi secara baik dengan pemerintah. Bersama-sama menjaga kondusivitas Kabupaten Sidoarjo. Bupati dan Kapolresta selalu mengantar dan mendoakan agar harapan para buruh terkabul.
”Kita selalu mengawal saat para buruh beraudiensi. Ke Jakarta, ke Provinsi Jawa Timur. Tepuk tangan buat Pak Kapolres,” kata Bupati Subandi.
Soal tuntutan keluarga besar para buruh, lanjut Bupati Subandi, mengawal Undang-Undang Ketenagakerjaan yang sedang dilakukan perubahan. Yang tidak kalah pentingnya ialah bagaimana mengakomodasi keinginan para buruh untuk mendapatkan jalur afirmasi sebesar 5 persen.
Menurut Bupati Subandi, sudah ada audiensi dengan perwakilan serikat buru pada Jumat (24 April 2026) lalu. Bupati Subandi menyatakan telah memerintahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo untuk menindaklanjuti aspirasi itu.
”Insya Allah dalam minggu-minggu ini kita akomodir 5 persen untuk anak-anak buruh, anak-anak kita yang ada di Kabupaten Sidoarjo,” kata Bupati Subandi.
Bupati Subandi, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Christian Tobing, serta Sekda Fenny Apridawati dan para pejabat lain berfoto bersama sebelum pemberangkatan rombongan buruh ke Surabaya. (Foto: Fathur Rozi/Ketik.com)
Pemkab Sidoarjo tidak melihat anak buruh itu berasal dari mana. Yang penting dia tinggal dan berdomisili di Sidoarjo, mereka diakomodasi. Itu tanggung jawab Pemkab Sidoarjo untuk memenuhi hak pendidikannya.
”Hidup Pak Bupati,” teriak massa buruh serentak sambil bertepuk tangan.
Aturan tentang kuota afirmasi pendidikan untuk anak-anak buruh itu dirumuskan bersama antara organisasi pekerja dan pemerintah. Agar ada sinkronisasi keinginan para buruh dan pemerintah. Intinnya Sidoarjo juga akan mengikuti kebijakan Provinsi Jawa Timur untuk memberikan kuota 5 persen untuk anak buruh.
”Kalau Jawa Timur bisa, Sidoarjo harus bisa,” tegas Bupati Subandi.
Acara peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Sidoarjo ditutup dengan doa bersama di Paseban Alun-Alun Jayandaru Sidoarjo. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)
Kepada para buruh, Bupati Subandi menitipkan pesan agar para buruh ikut menjaga kondusivitas Kabupaten Sidoarjo.
”Kalau saudara-saudara kita para buruh sanggup menjaga Sidoarjo, Bupati Sidoarjo sanggup menjaga para buruh di Sidoarjo,” tandasnya. (*)
