Tjiwi Kimia, Umsida, dan DLHK Sidoarjo Kolaborasi Solusi Persoalan Lingkungan

28 April 2026 21:36 28 Apr 2026 21:36

Fathur Roziq

Editor
Thumbnail Tjiwi Kimia, Umsida, dan DLHK Sidoarjo Kolaborasi Solusi Persoalan Lingkungan

Public Affair & License Manager PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Benny Haryawan menyampaikan presentasi tentang pengalaman dan strategi dunia industri dalam mengatasi persoalan sampah dan limbah. Kiprah PT Tjiwi Kimia diabadikan dalam buku Dialektika Persampahan, Teknokrasi dan Sosiologi Sampah. (Foto: Wirakologi)

KETIK, SIDOARJO – Sinergi antara dunia pendidikan, dunia industri, dan pemerintah menjadi kekuatan strategis dalam mengelola lingkungan hidup, khususnya sampah. Sinergi itu diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan nota kesepakatan (MoA) antara Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo.

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam merancang solusi strategis persoalan lingkungan sekaligus menjawab kebutuhan dunia kerja. MoU dan MoA ditandatangani pada Senin (27 April 2026). Hadir dalam penandatangan itu, Rektor Umsida Dr Hidayatulloh, Public Affair & License Manager PT Tjiwi Kimia Benny Haryawan, serta Plt Kepala DLHK Sidoarjo Arif Mulyono. 

Benny Haryawan menjelaskan, kerja sama ini merupakan bagian dari implementasi program “link and match” antara dunia pendidikan dan dunia industri yang selama ini didorong pemerintah. Industri harus membuka diri agar mahasiswa dan akademisi dapat memahami kondisi nyata di lapangan.

“Industri harus menjadi laboratorium terbuka. Tidak mungkin terjadi link and match kalau dunia usaha tidak memberikan akses bagi mahasiswa dan dosen untuk melihat langsung proses industri,” terangnya.

Melalui kerja sama ini, mahasiswa UMSIDA mempunyai peluang untuk melakukan praktik kerja lapangan, penelitian, serta observasi langsung pada proses produksi di industri kertas. Jadi, teori yang dipelajari di bangku kuliah dapat diintegrasikan dengan realitas di dunia kerja.

Foto Dari kiri, Plt Kepala DLHK Sidoarjo Arif Mulyono, Direktur DRPM Umsida Sigit Hermawan, Public Affair & License Manager PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk Beny Haryawan, dan Rektor Umsida Hidayatulloh setelah penandatanganan MoU dan MoA di Kampus 1 Umsida, Jalan Mojopahit, Sidoarjo pada  Senin (27 April 2026). (Foto: Wirakologi)Dari kiri, Plt Kepala DLHK Sidoarjo Arif Mulyono, Direktur DRPM Umsida Sigit Hermawan, Public Affair & License Manager PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk Beny Haryawan, dan Rektor Umsida Dr Hidayatulloh setelah penandatanganan MoU dan MoA di Kampus 1 Umsida, Jalan Mojopahit, Sidoarjo pada Senin (27 April 2026). (Foto: Wirakologi)

Di sisi lain, PT Tjiwi Kimia juga membuka kesempatan bagi para tenaga ahli di perusahaan untuk berkontribusi sebagai dosen praktisi. Kehadiran praktisi di ruang kelas dinilai penting untuk memperkaya pemahaman mahasiswa. Khususnya dalam menghadapi tantangan industri yang dinamis.

“Teori sudah didapat dari dosen. Tapi, praktiknya perlu dilengkapi oleh para expert dari orang industri. Ini akan memberikan gambaran yang lebih utuh kepada mahasiswa,” tambah Benny Haryawan.

Tidak hanya fokus pada penguatan pendidikan. Kerja sama ini juga menyoroti pentingnya kesadaran lingkungan, terutama dalam pengelolaan sumber daya dan limbah industri. Benny Haryawan menegaskan bahwa Tjiwi Kimia telah menerapkan prinsip efisiensi sehingga hampir tidak ada material yang terbuang sia-sia.

Benny Haryawan juga menekankan pentingnya penerapan budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) sebagai dasar dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Konsep tersebut harus dimulai dari perubahan pola pikir. Khususnya dalam membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

“Sering kita menumpuk barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Ini yang menyebabkan pemborosan. Baik biaya, waktu, maupun ruang. Jika budaya 5R dipahami dengan baik, maka pengurangan limbah bisa dilakukan secara efektif. Bahasa guyonan saya, 5R itu resik resik ra rampung - rampung” jelasnya.

Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo menyambut baik kolaborasi industri, perguruan tinggi, dan pemerintah ini. Plt Kepala DLHK Sidoarjo Arif Mulyono menyampaikan, sinergi antara akademisi, industri dan pemerintah menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan sampah yang semakin kompleks.

“Penanganan sampah tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi agar solusi yang dihasilkan lebih komprehensif,” katanya.

Arif Mulyono juga menyoroti pentingnya manajemen pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang profesional dan transparan. Dalam pandangannya, pengelolaan sampah memiliki potensi ekonomi yang besar. Perlu diawasi agar tidak disalahgunakan.

DLHK Sidoarjo mengimbau masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah sebelum dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Langkah sederhana ini dinilai dapat mengurangi beban kapasitas TPA Griyo Mulyo di Jabon yang saat ini terus meningkat.

“Kesadaran masyarakat sangat penting. Kalau sampah sudah dipilah dari sumbernya, maka pengelolaan di hilir akan jauh lebih mudah dan efisien,” tegasnya.

Kolaborasi ini dinilai sebagai langkah awal yang menjanjikan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan industri. Sekaligus responsif terhadap isu lingkungan. Dengan dukungan dari pemerintah daerah, kerja sama ini diharapkan dapat menghasilkan inovasi yang tidak hanya bermanfaat bagi dunia akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Benny Haryawan  optimistis bahwa kerja sama ini akan membawa manfaat jangka panjang, khususnya dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi tantangan global.

“Kami percaya UMSIDA mampu menjalankan amanah ini dengan baik. Industri akan terus mendukung agar kolaborasi ini bisa berkembang dan memberikan hasil yang optimal” pungkasnya.

Dengan adanya sinergi lintas sektor ini, Sidoarjo diharapkan dapat menjadi contoh daerah yang berhasil mengintegrasikan pendidikan, industri dan kebijakan publik dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan. (*)

Tombol Google News

Tags:

Umsida Sidoarjo Pt Jiwi Kimia DLHK Sidoarjo Masalah Sampah Sidoarjo