KETIK, SIDOARJO – Pengasuh Ponpes Mamba'ul Hikam Gus Bahron Nafi menyatakan telah menerima ungkapan ikut prihatin dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat Sudaryono. Ungkapan prihatin itu disampaikan pada Selasa malam (1 September 2026).
"Beliau juga meminta maaf atas kejadian yang dialami para santri kami," kata Gus Bahron Nafi pada Rabu dini hari (2 September 2026).
Kepada Kepala BGN Sudaryono, Gus Bahron Nafi menyampaikan terima kasih atas ungkapan prihatin dan permintaan maat tersebut. Disampaikan pula bahwa program MBG ini bertujuan membantu santri dan pondok pesantren. Begitu pula, Ponpes Mamba'ul Hikam juga ingin turut menyukseskan program Presiden Prabowo tersebut.
Gus Bahron Nafi mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah melayani para santri dengan baik. Termasuk, rumah-rumah sakit dan pemerintah yang telah merawat santri yang sakit.
Ditanya tentang penyebab insiden keracunan, Gus Bahron Nafi menyatakan hal itu sedang diselidiki. Ponpes belum tahu persis penyebabnya. Apakah sayur, lauk-pauk, atau yang lainnya.
Informasi yang diterima Ketik.com menyebutkan, BGN telah menghentikan sementara (suspend) SPPG penyuplai menu makanan yang diduga memicu insiden keracunan ratusan santri di Sidoarjo. SPPG itu berlokasi di Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin. Posisinya bertetangga desa dengan Ponpes Mambaul Hikam di Desa Putat.
SPPG tersebut berdiri dengan bendera Yayasan IMM. Pemiliknya berinisial Har dengan penanggung jawab Rf. (*)
