Skandal Kredit di Satpol PP Kota Probolinggo: Staf Palsukan Tanda Tangan Pimpinan demi Pinjol

Jurnalis: Eko Hardianto
Editor: Muhammad Faizin

2 Okt 2025 21:04

Headline

Thumbnail Skandal Kredit di Satpol PP Kota Probolinggo: Staf Palsukan Tanda Tangan Pimpinan demi Pinjol
Kantor Satpol PP Kota Probolinggo. (Foto: Eko/Ketik)

KETIK, PROBOLINGGO – Dugaan pemalsuan tanda tangan pejabat di lingkungan Pemkot Probolinggo, kembali terjadi. Kali ini tujuannya untuk mengelabui fintech atau pinjaman online (pinjol). 

Ceritanya bermula dari Mohammad Luthfie. Pria ini berdinas di Satpol PP kota setempat. Ia yang menjabat sebagai Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Bidang Penegakan Peraturan Daerah, dicatut dalam dokumen kerja sama dengan PT Fidac Inovasi Teknologi. Atau lembaga fintech yang menawarkan kredit melalui aplikasi DUMI. 

“Sama sekali saya tidak tahu soal kerjasama apapun dengan pihak fintech. Dokumen apa itu saya juga tidak tahu. Malah di awal saya mengira nama aplikasi yang dipakai perusahaan fintech itu semacam makanan atau permen. Kan pakai nama DUMI,” kata Mohammad Luthfie, kepada wartawan Rabu 1 Oktober 2025.

Adalah Eka Sih Wibowo, diduga sebagai pemalsu tanda tangan Mohammad Lutfie. Untuk mendapatkan kredit dari fintech, Eka, membuat surat perjanjian. Di dalam perjanjian itu, dibubuhkan tanda tangan Mohammad Lutfie. Sedangkan kop surat dan stempel digunakan, tertera tulisan Satpol PP. 

Baca Juga:
Politik di Kota Probolinggo Tidak Rumit: Dekati, Dengar, Menang

Fasilitas kredit itu sendiri tak hanya untuk satu debitur. Tetapi berlaku bagi sejumlah ASN di lingkungan Satpol PP kota setempat. Dari data yang ada, besarnya kredit bervariasi. Sejumlah nama debitur menerima kredit mulai Rp 50 juta hingga Rp 100 juta. 

“Awal saya tahu kalau nama dicatut dan tandatangan saya dipalsu dari orang Dinsos. Ini kan kemungkinannya agar seolah-olah saya atas nama pimpinan satker memberi restu ASN menerima kredit dari fintech,” lanjut Mohammad Luthfie.

“Eka sendiri sudah dimintai keterangan di aula Satpol PP. Dia sepertinya bekerja sendiri. Surat itu juga pakai KOP Satpol PP. Terlalu berani memang,” pungkas Luthfie yang mengaku tidak tenang selama kasus tersebut mencuat.

Yang lebih menarik, sejumlah penerima kredit belakangan dikabarkan wanprestasi. Satiman, salah satu debitur berdalih, kredit macet terhadap DUMI, karena debitur merasa sebagai korban pemalsuan dokumen. 

Baca Juga:
Cuaca Kota Surabaya dan Kota Pasuruan Jumat 26 Maret 2026 Diprakirakan Berawan, Kota Probolinggo Hujan Ringan

“Semua yang mengurus berkas anak-anak (debitur) ya Eka Sih Wibowo. Saya sendiri awalnya mengangsur tiga kali sejak menerima kredit pada 2024 lalu. Itu seingat saya ya,” terang pria yang sekarang bekerja di bagian Damkar, lingkungan Satpol PP itu. 

Menanggapi persoalan tersebut, Kasatpol PP Kota Probolinggo, Pujo Agung Satrio, tak banyak berkomentar. “Kami sudah periksa semua anggota penerima kredit. Sampai sekarang kami juga masih berproses,” katanya, disela proses serah terima jabatan Kasatpol PP dari dirinya ke pejabat lain, Rabu 1 Oktober 2025

Heri Untoro, dosen hukum di salah satu universitas di Probolinggo mengatakan, kasus ini bisa masuk ranah pidana. Menurutnya, ada beberapa kondisi yang menyebabkan kasus ini bisa diselesaikan secara perdata, tanpa pidana.

“Kalau kredit macet karena ketidakmampuan bayar yang wajar (misalnya gaji dipotong untuk kebutuhan lain, force majeure, atau kesalahan perhitungan kemampuan finansial), maka biasanya dianggap wanprestasi (cidera janji), bukan pidana,” katanya. 

“Tetapi bila dari awal sudah direncanakan untuk tidak membayar atau ada keterangan palsu dalam pengajuan, misalnya slip gaji dimanipulasi, tanda tangan dipalsukan, atau seolah-olah banyak peminjam padahal uang hanya dipakai oleh segelintir orang, itu bisa masuk ke penipuan atau tindak pidana perbankan atau fintech,” beber Heri.

Hingga berita ini diunggah, Eka Sih Wibowo, belum berkomentar. Sedangkan pihak fintech berjanji segera memberi keterangan terbuka lewat pimpinan perusahaan. Kerugian DUMI atas peristiwa di lingkungan Satpol PP ini, ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. 

“Nanti biar pimpinan kami saja yang menjelaskan ya,” ujar Wawan, salah satu staf DUMI saat dikonfirmasi melalui telepon. (*)

Baca Sebelumnya

Cak Imin Kunjungi Ponpes Al-Khoziny dan Beri Bantuan, Perintahkan Ponpes Mana Saja "Tidak Asal" Bangun

Baca Selanjutnya

Tilly Norwood, Aktris Virtual Buatan AI yang Bikin Geger Hollywood

Tags:

Satpol PP Kota Probolinggo Berita Satpol PP Kota Probolinggo pinjol Skandal Fintech Kota Probolinggo

Berita lainnya oleh Eko Hardianto

Nasib Tragis Angkot Probolinggo: Dulu Jadi Raja Jalanan, Kini Tinggal Kenangan

5 April 2026 16:37

Nasib Tragis Angkot Probolinggo: Dulu Jadi Raja Jalanan, Kini Tinggal Kenangan

Rahasia Hemat BBM yang Sebenarnya Kota Probolinggo Punya

26 Maret 2026 18:44

Rahasia Hemat BBM yang Sebenarnya Kota Probolinggo Punya

PMR Probolinggo Bagikan Takjil di Tengah Ramainya Ngabuburit

13 Maret 2026 16:20

PMR Probolinggo Bagikan Takjil di Tengah Ramainya Ngabuburit

Mitra SPPG Ketapang 001 Kota Probolinggo Bantah Dapurnya Tak Ber-IPAL

11 Maret 2026 20:35

Mitra SPPG Ketapang 001 Kota Probolinggo Bantah Dapurnya Tak Ber-IPAL

BGN Hentikan 18 Dapur SPPG MBG di Probolinggo, Berikut Daftarnya dan Respon dari Pemerintah Daerah

11 Maret 2026 04:39

BGN Hentikan 18 Dapur SPPG MBG di Probolinggo, Berikut Daftarnya dan Respon dari Pemerintah Daerah

Pengusaha Kafe dan Karaoke di Probolinggo Bagikan 1.000 Paket Takjil Ramadan

10 Maret 2026 20:29

Pengusaha Kafe dan Karaoke di Probolinggo Bagikan 1.000 Paket Takjil Ramadan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar