Fraksi PKB Probolinggo Tolak Raperda Penyertaan Modal, Ini Deretan Alasannya

Jurnalis: Eko Hardianto
Editor: Mustopa

28 Nov 2025 14:25

Thumbnail Fraksi PKB Probolinggo Tolak Raperda Penyertaan Modal, Ini Deretan Alasannya
Juru Bicara Fraksi PKB, Eko Purwanto, saat sidang paripurna DPRD Kota Probolinggo, Jumat 28 November 2025. (Foto: Eko Hardianto/ketik.com)

KETIK, PROBOLINGGO – Rencana penyertaan modal Pemerintah Kota Probolinggo kepada Perseroda Bahari Tanjung Tembaga mendapat penolakan tegas dari Fraksi PKB DPRD. PKB menilai raperda tersebut prematur karena struktur manajemen perseroda belum terbentuk, namun pemerintah sudah mendorong pengesahan penyertaan modal.

Penolakan disampaikan Fraksi PKB dalam rapat paripurna usai mendengarkan laporan hasil kerja Pansus dan fasilitasi Gubernur Jawa Timur.

Juru Bicara Fraksi PKB, Eko Purwanto, menegaskan bahwa raperda penyertaan modal tidak memenuhi unsur-unsur kesiapan minimal yang seharusnya dimiliki badan usaha penerima investasi daerah.

“Modal mau diserahkan kepada siapa ketika direksi dan komisaris saja belum ada? Bagaimana memastikan pertanggungjawaban kalau struktur manajemen belum terbentuk?” ujar Eko sambil menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar teknis, melainkan menyangkut aspek legal dan keuangan daerah.

Baca Juga:
Diduga Jadi Sarang Peredaran Obat Terlarang, Ratusan Warga di Brebes Gerudug dan Hancurkan Warung

PKB memotret sedikitnya empat hal mendasar yang belum siap. Pertama, transparansi dan akuntabilitas. Hingga saat ini tidak tersedia dokumen lengkap terkait rencana kerja, estimasi keuntungan, maupun sistem pertanggungjawaban modal. 

Kedua, konsep pengelolaan potensi maritim daerah. Perseroda disebut belum menunjukkan desain bisnis yang konkret dalam mengoptimalkan Pelabuhan Tanjung Tembaga. 

Ketiga, kontribusi terhadap PAD dan kesejahteraan masyarakat. PKB menilai belum ada jaminan bahwa penyertaan modal akan berdampak signifikan pada PAD, penyerapan tenaga kerja, atau pemberdayaan nelayan dan UMKM. 

Keempat, mekanisme pengawasan. PKB menyatakan pemerintah dan DPRD tidak memiliki objek pengawasan bila direksi dan komisaris belum terbentuk dan belum tercatat di Kemenkumham.

Baca Juga:
Prakiraan Cuaca Hari Ini 16 April 2026: Surabaya Cerah, Kota Batu Berkabut

Selain itu, ketidakjelasan investor juga mendapat sorotan. PKB menilai situasi ini berpotensi menimbulkan beban keuangan yang berat bagi APBD Kota Probolinggo. 

Eko menyebut bahwa dengan menurunnya Transfer Keuangan Daerah (TKD), pemerintah seharusnya lebih berhati-hati dalam menentukan kebijakan investasi. 

“Kalau investor tidak jelas, maka Pemkot akan menanggung kebutuhan modal sampai 100 persen. Ini sangat berisiko bagi APBD,” kata Eko.

Penempatan anggaran juga dianggap bermasalah. Menurut PKB, alokasi anggaran belum memiliki kejelasan peruntukan, mekanisme penggunaan, maupun pertanggungjawaban. 

Eko bahkan mempertanyakan status dana jika nantinya justru mengendap di BPKAD. “Kalau anggaran tidak digunakan karena belum ada direksi, masuk kode rekening apa? Dan bunga uang itu milik siapa? Ini bukan detail kecil ini potensi persoalan hukum,” tegasnya.

PKB juga menyayangkan sejumlah rekomendasi Pansus yang sebelumnya dibahas panjang justru tidak seluruhnya dimasukkan dalam rancangan raperda. Menurut fraksi, hal tersebut menurunkan kualitas regulasi dan mengabaikan dasar analisis hukum serta ekonomi.

Dengan mempertimbangkan seluruh temuan dan risiko, Fraksi PKB menyatakan menolak raperda penyertaan modal tersebut untuk disahkan menjadi Perda Kota Probolinggo.

“Raperda ini belum siap, prematur, dan berpotensi membebani keuangan daerah. Dengan ini Fraksi PKB menyatakan menolak penetapan Raperda Penyertaan Modal kepada Perseroda Bahari Tanjung Tembaga,” tutup Eko.

Sebelumnya, Pj Sekda Kota Probolinggo, Rey Suwigtyo, menyatakan modal dasar Perseroda ditetapkan sebesar Rp 18,45 miliar. Dengan kewajiban modal dari Pemkot minimal 51%.

“Rencana penyertaan modal dijadwalkan dicicil selama tiga tahun. Rp 6,93 miliar pada 2026, Rp 9,85 miliar pada 2027, dan sisanya Rp 1,485 miliar pada 2028,” katanya.  

Menurutnya, pada tahap awal Perseroda Bahari Tanjung Tembaga, akan memfokuskan usaha pada angkutan logistik/generik. Dengan rencana pembelian empat unit truk tronton sebagai armada operasional. Estimasi anggaran untuk pengadaan armada ini mencapai sekitar Rp 7 miliar. 

“Pemkot berharap BUMD ini bisa menjadi mesin baru penggerak perekonomian kota. Memanfaatkan potensi pelabuhan, memfasilitasi logistik, distribusi barang, serta membuka peluang pendapatan asli daerah (PAD),” pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Dari Luka hingga Pulih, Shakira Jasmine Hadirkan Narasi Utuh dalam Album Baru ‘Kira’

Baca Selanjutnya

Angkat Kisah Disleksia dan Musik, 'The Last Song You Left Behind' Siap Tayang 2026!

Tags:

Raperda Penyertaan Modal Disorot PKB Ada Apa dengan Perseroda Bahari Tanjung Tembaga? PKB Menolak Raperda Penyertaan Modal — Ini Deretan Alasannya Penyertaan Modal Perseroda Dipertanyakan PKB Sebut Banyak Indikasi Ketidaksiapan

Berita lainnya oleh Eko Hardianto

Ketika TEMPO Minta Maaf, Tapi Tidak Mengaku Salah

15 April 2026 18:33

Ketika TEMPO Minta Maaf, Tapi Tidak Mengaku Salah

Kisah PMI Kota Probolinggo, dari Donor Darah hingga Jemput Jenazah

14 April 2026 13:23

Kisah PMI Kota Probolinggo, dari Donor Darah hingga Jemput Jenazah

Nasib Tragis Angkot Probolinggo: Dulu Jadi Raja Jalanan, Kini Tinggal Kenangan

5 April 2026 16:37

Nasib Tragis Angkot Probolinggo: Dulu Jadi Raja Jalanan, Kini Tinggal Kenangan

Politik di Kota Probolinggo Tidak Rumit: Dekati, Dengar, Menang

27 Maret 2026 05:20

Politik di Kota Probolinggo Tidak Rumit: Dekati, Dengar, Menang

Rahasia Hemat BBM yang Sebenarnya Kota Probolinggo Punya

26 Maret 2026 18:44

Rahasia Hemat BBM yang Sebenarnya Kota Probolinggo Punya

PMR Probolinggo Bagikan Takjil di Tengah Ramainya Ngabuburit

13 Maret 2026 16:20

PMR Probolinggo Bagikan Takjil di Tengah Ramainya Ngabuburit

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H