KETIK, PROBOLINGGO – Bencana jembatan putus yang mengosi 200 warga di Dusun Gilih, Desa Seboro, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo mendapat respons cepat dari Bupati Terpilih Gus Haris.
"Ini sedang koordinasi sejak tadi. (Saya) segera balik dari Jakarta saya turun ke titik-titik terdampak," ujarnya kepada Ketik.co.id melalui sambungan selulernya.
Gus Haris melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menyiapkan Jembatan darurat agar warga tak terisolasi.
Bahkan, secara khusus Kepala BPBD R Oemar Sjarief terjun ke lokasi mengawal proses pembuatan jembatan darurat, sejak malam kejadian pukul 23.00 WIB hingga sekitar pukul 10.00 WIB, Kamis, 6 Februari 2025.
Baca Juga:
Masih Dibutuhkan, Bupati Bandung Minta ke Presiden Aktifkan Lagi Satgas Citarum Harum"Ada salam dari Gus Bupati, warga agar bersabar dulu. Kami bertindak cepat dan terukur, agar akses tidak terputus kami secepatnya siapkan jembatan darurat," ujarnya kepada ketik co.id di lokasi kejadian.
Diberitakan sebelumnya, Jembatan Keseret teredam banjir hingga menyebabkan 200 Warga Krejengan Probolinggo terisolasi.
Jembatan penghubung terbuat dari Beton selebar 3 meter, di Dusun Gilih Desa Seboro, Kecamatan Krejengan ambruk diterjang banjir, sekitar pukul 21.30 WIB, Rabu, 3 Februari 2025.
"Kami jelas akan sangat kesusahan. Sebab, akses transportasi satu satunya terputus," ujar Zubairy, salah satu warga setempat.
Baca Juga:
Bupati Bandung Pastikan Penanganan Banjir Berjalan Optimal, BNPB Segera Tinjau Titik RawanKepanikan warga, akibat jembatan yang terputus, kian bertambah. Sebab, mereka tidak bisa menjual hasil panen tanaman Bawangnya ke Pasar Bawang.(*)