KETIK, PEKALONGAN – Dosen Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dra. Jundiani, S.H., M.Hum., menjadi pemateri dalam Guest Lecture bagi mahasiswa Fakultas Syariah UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) III Asosiasi Program Studi Hukum Tata Negara Indonesia (APHUTARI) 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Jundiani menyampaikan materi Hukum Lingkungan kepada mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah UIN Gus Dur Pekalongan. Jundiani merupakan salah satu dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang tergabung dalam kepengurusan APHUTARI.
Materi yang disampaikan Jundiani mencakup prinsip-prinsip hukum lingkungan, perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, serta tanggung jawab pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Pembahasan juga dikaitkan dengan berbagai persoalan aktual dan kebutuhan penguatan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan.
Selain Jundiani, dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang tergabung dalam kepengurusan APHUTARI, Ernu Widodo, S.H., M.H., turut menjadi pemateri dengan membawakan materi Contract Drafting.
Dosen Fakultas Syariah UIN Malang, Dra. Jundiani, S.H., M.Hum., saat menyampaikan materi Hukum Lingkungan kepada mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah UIN Gus Dur Pekalongan. (Foto: Fakultas Syariah UIN Malang)
Program Studi HTN Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang juga berpartisipasi melalui Ketua Program Studi HTN, Dr. Musleh Harry, S.H., M.Hum., dan Sekretaris Program Studi HTN, Abdul Kadir, S.HI., M.H.
Musleh Harry menyampaikan materi “Hukum Agraria dan Problematikanya di Indonesia” yang membahas dinamika hukum agraria, termasuk persoalan penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan sumber daya agraria dalam perspektif Hukum Tata Negara.
Sementara itu, Abdul Kadir menyampaikan materi “Politik Hukum Kewenangan Pemerintahan Daerah Bidang Lingkungan Hidup”. Materi tersebut membahas politik hukum pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan urusan lingkungan hidup.
Pelaksanaan Guest Lecture tidak hanya berlangsung melalui penyampaian materi, tetapi juga dikembangkan dalam bentuk pembelajaran yang dialogis dan interaktif. Mahasiswa diberikan kesempatan mengajukan pertanyaan, memberikan tanggapan, serta menyampaikan gagasan ilmiah sesuai dengan materi yang disampaikan para dosen.
Diskusi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori perkuliahan dengan berbagai persoalan aktual, khususnya di bidang agraria, lingkungan hidup, kewenangan pemerintahan daerah, serta keterampilan penyusunan kontrak.
Kehadiran akademisi lintas perguruan tinggi juga memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih beragam bagi mahasiswa. Kegiatan ini membuka ruang pertukaran perspektif, metode analisis, dan pengalaman keilmuan dari masing-masing perguruan tinggi.
Ketua Program Studi HTN UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Musleh Harry, S.H., M.Hum., mengatakan pelaksanaan Munas III APHUTARI 2026 di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menjadi ruang perjumpaan akademik antara dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran lintas perguruan tinggi.
Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana pertukaran pengetahuan, pengalaman akademik, serta pengembangan perspektif keilmuan Hukum Tata Negara.
“Ke depan, komunikasi dan kegiatan seperti ini akan kita tindak lanjuti melalui penjajakan kerja sama, termasuk dalam kegiatan pembelajaran, penelitian, dan pengembangan akademik lainnya. Kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan kerja sama akademik antara Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Fakultas Syariah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan,” katanya.
Munas III APHUTARI 2026 di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan juga diisi dengan Seminar Internasional serta musyawarah untuk memilih Ketua Umum dan kepengurusan APHUTARI Masa Khidmat 2026–2030.
Keterlibatan dosen lintas perguruan tinggi dalam Guest Lecture menjadi bagian dari penguatan jejaring dan kolaborasi akademik antar-Program Studi HTN yang tergabung dalam APHUTARI. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk implementasi kerja sama kelembagaan melalui pertukaran dosen dan pembelajaran lintas kampus.
