WTP Bagi Walikota Pekalongan adalah Harga Mati

Jurnalis: Ari Siswanto
Editor: T. Rahmat

26 Nov 2025 13:35

Thumbnail WTP Bagi Walikota Pekalongan adalah Harga Mati
Pengarahan penyusunan LKPD.

KETIK, PEKALONGAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan menargetkan kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-11 kalinya secara berturut-turut.

Target tersebut ditegaskan Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Junaid atau akrab disapa Mas Aaf saat memberikan Pengarahan percepatan penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) 2025 di Aula Lantai 3 BPKAD Kota Pekalongan.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Aaf menekankan bahwa, WTP bukan sekadar predikat, tetapi menjadi standar kinerja yang harus dijaga seluruh perangkat daerah. Ia menyebut, selama masa kepemimpinannya, komitmen terhadap akuntabilitas keuangan menjadi salah satu prioritas utama.

“WTP di era Saya itu seperti NKRI, harga mati. Tidak bisa ditawar. Ini bukan kinerja Saya, ini kinerja ASN. Mereka bekerja dengan hati-hati, taat aturan, dan itu yang membuat laporan kita selalu membaik dari tahun ke tahun," tegas Aaf di hadapan jajaran pimpinan OPD, Rabu, 26 November 2025.

Baca Juga:
Sleman Tercepat Serahkan LKPD 2025 di DIY

Wali Kota Aaf mengungkapkan, pada 2020 Kota Pekalongan bahkan menjadi daerah dengan temuan paling minim se-Jawa Tengah, jauh di bawah daerah lain yang temuan anggarannya mencapai hingga miliaran rupiah. Menurutnya, capaian itu menunjukkan kualitas kerja ASN Kota Pekalongan yang dinilai sangat hati-hati dan konsisten mengikuti ketentuan.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa, penyusunan LKPD tahun ini memiliki sejumlah tantangan dan perubahan teknis. Ia meminta OPD tidak menjadikan kendala sebagai alasan, termasuk ketika terjadi insiden teknis seperti kerusakan dokumen.

“Kalau ada laporan yang terbakar atau rusak, jangan dijadikan alasan. Jangan dibuat-buat ‘kobong-kobong’. Kerja saja yang fair. ASN kita selalu menjelaskan realistis, sesuai aturan,” ujarnya.

Wali Kota Aaf menegaskan dirinya tidak akan menoleransi upaya manipulasi atau rekayasa laporan. Ia ingin penyusunan LKPD tetap dilakukan secara objektif, sesuai prosedur, dan tetap menjaga integritas.

Baca Juga:
Awasi Direktur PDAM Baru, Wali Kota Pekalongan Bakal Gelar Evaluasi Tahunan

Dengan penguatan koordinasi dan ketepatan waktu pelaporan dari seluruh OPD, Pemkot Pekalongan optimistis bisa kembali mempertahankan Opini WTP dan mencatatkan rekor 11 kali berturut-turut.

“Yang penting dijalankan sesuai aturan. Kalau sesuai instruksi, insyaallah kita bisa capai target itu,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPKAD Kota Pekalongan, Cayekti Widigdo, menjelaskan bahwa, pihaknya telah menyusun timeline percepatan penyusunan LKPD 2025 secara rinci agar seluruh OPD dapat memenuhi tenggat waktu yang ditetapkan. Ia menyebutkan bahwa, beberapa tahapan harus maju lebih cepat dari biasanya.

“Kita mau tidak mau harus maju di tanggal 12 Maret 2026. Pada tanggal itu seluruh dokumen sudah harus tersampaikan ke BPK,” ujar Cayekti.

Menurutnya, ketentuan penyusunan laporan juga mengatur bahwa OPD wajib menyampaikan dokumen maksimal dua bulan setelah tutup buku anggaran. Namun, setelah dilakukan pemetaan timeline, BPKAD menetapkan bahwa, laporan dari seluruh OPD harus sudah masuk pada 20 Februari 2025.

“Ini semua kepala OPD, kepala bagian, semuanya harus memasukkan laporan tanggal 20 Februari untuk kita konsultasikan,” jelasnya.

Cayekti juga menambahkan bahwa tim aset mulai melakukan rekon dan cek pada 1 Desember 2025, dengan pemeriksaan data aset per 11 November. Ia bahkan telah melakukan TTE sebagai bagian dari persiapan percepatan proses tersebut.

“Itu semua persiapan agar target waktu kita bisa selesai pada bulan Maret nanti,” ujarnya.

Ia turut meminta arahan Wali Kota agar proses penyusunan laporan berjalan lancar dan cepat sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

“Kalau mengikuti timelinenya, kami mohon arahan Pak Wali supaya penyusunan laporan ini bisa cepat. Atas kebijakan beliau, nanti kita bisa mengejar tahapan yang sudah kita susun,” katanya.

Menutup penyampaiannya, Cayekti mengajak seluruh OPD untuk bekerja sama dan disiplin agar penyusunan LKPD 2025 dapat selesai tepat waktu.

“Saya mohon arahan dan bimbingan dari Bapak-Ibu OPD semua supaya nanti bisa terselesaikan tepat waktu,” tutupnya. (*)

Baca Sebelumnya

Sabet 3 Penghargaan, DPUTR Kabupaten Bandung Juara Umum Penyelenggaraan Jasa Konstruksi Tingkat Jabar

Baca Selanjutnya

Ketua DPD Partai Golkar Lumajang Bantu Korban Erupsi di Desa Supit Urang

Tags:

WTP harga mati pemkot pekalongan opini wtp Wajar tanpa pengecualian Achmad Afzan Arslan Junaid Walkot Pekalongan Aaf

Berita lainnya oleh Ari Siswanto

Awasi Direktur PDAM Baru, Wali Kota Pekalongan Bakal Gelar Evaluasi Tahunan

5 Januari 2026 18:11

Awasi Direktur PDAM Baru, Wali Kota Pekalongan Bakal Gelar Evaluasi Tahunan

Hasil Perikanan TPI Kota Pekalongan Melonjak, Desember 2025 Capai 1.200 Ton

31 Desember 2025 18:00

Hasil Perikanan TPI Kota Pekalongan Melonjak, Desember 2025 Capai 1.200 Ton

Pemkot Pekalongan Tanggung Jawab Atas Pemeliharaan Setelah Serah Terima 21 PSU Perumahan

30 Desember 2025 21:03

Pemkot Pekalongan Tanggung Jawab Atas Pemeliharaan Setelah Serah Terima 21 PSU Perumahan

UMK Kota Pekalongan 2026 Naik Tipis Didok Rp2,7 Juta, Tempati Posisi 9 se-Jawa Tengah

30 Desember 2025 19:52

UMK Kota Pekalongan 2026 Naik Tipis Didok Rp2,7 Juta, Tempati Posisi 9 se-Jawa Tengah

Sukses Ubah Lahan Rob Jadi Sawah, Padi Biosalin Pekalongan Raih Penghargaan Inovasi Terbaik Jateng

29 Desember 2025 11:55

Sukses Ubah Lahan Rob Jadi Sawah, Padi Biosalin Pekalongan Raih Penghargaan Inovasi Terbaik Jateng

Terbentuknya Gugus Tugas, Pemkot Pekalongan Perkuat Reforma Agraria

24 Desember 2025 11:15

Terbentuknya Gugus Tugas, Pemkot Pekalongan Perkuat Reforma Agraria

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar