Tak Hanya Sunrise, Taman Edelweiss Wonokitri Bisa Jadi Alternatif Wisata Libur Nataru di Bromo

Jurnalis: Dendy Ganda Kusumah
Editor: Fisca Tanjung

29 Des 2025 10:30

Thumbnail Tak Hanya Sunrise, Taman Edelweiss Wonokitri Bisa Jadi Alternatif Wisata Libur Nataru di Bromo
Taman Edelweiss bisa jadi alternatif wisata di kawasan Gunung Bromo. (Foto: Dendy Ganda/Ketik.com)

KETIK, PASURUAN – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) selalu menjadi momen puncak kunjungan wisatawan ke kawasan Gunung Bromo. Antrean jip, kepadatan pengunjung di titik-titik pandang matahari terbit, hingga lalu lintas menuju Tosari dan Cemoro Lawang menjadi pemandangan lazim setiap akhir tahun.

Namun, di balik ramainya perburuan sunrise Bromo, kawasan Pegunungan Tengger menyimpan alternatif wisata lain yang tak kalah menarik dan lebih tenang. Salah satunya adalah Taman Edelweiss Wonokitri, destinasi wisata edukatif di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, yang menawarkan pengalaman menikmati bunga abadi edelweiss langsung di alam pegunungan.

Foto Pohon edelweiss yang ada di Taman Edelweiss, Wonokitri, Pasuruan. (Foto: Dendy Ganda/Ketik.com)Pohon edelweiss yang ada di Taman Edelweiss, Wonokitri, Pasuruan. (Foto: Dendy Ganda/Ketik.com)

Taman Edelweiss Wonokitri menawarkan wisata edukatif berbasis konservasi bunga edelweiss yang dikenal sebagai bunga abadi. Berada di jalur menuju Bromo, taman ini kerap menjadi tempat singgah wisatawan sebelum atau sesudah berkunjung ke kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Baca Juga:
Pemulihan Ekosistem, Kawasan Gunung Bromo Ditutup Sepekan

Pengunjung yang datang ke Taman Edelweiss Wonokitri dikenai tiket masuk sebesar Rp15 ribu per orang. Selain dapat melihat hamparan edelweiss secara langsung, tiket tersebut juga sudah termasuk minuman berupa kopi atau teh di kafe yang berada di dalam area taman.

“Pada hari biasa, pengunjung rata-rata sekitar 50 orang. Namun saat akhir pekan atau hari libur bisa mencapai 300 orang,” kata Indah, petugas galeri Taman Edelweiss Wonokitri.

Konservasi Bunga Abadi Tanalayu

Edelweiss yang dibudidayakan di taman ini merupakan edelweiss jawa (Anaphalis javanica), bunga yang dalam bahasa Tengger dikenal sebagai tanalayu, yang berarti bunga yang tidak bisa layu. Edelweiss jenis ini menjadi tanaman utama di taman seluas sekitar 1.162 meter persegi tersebut.

Baca Juga:
Melonjak! Kunjungan ke TNBTS Selama Libur Idulfitri 2026 Tembus Lebih Dari 25 Ribu Orang

Bagi masyarakat Tengger, edelweiss memiliki makna penting dalam berbagai upacara adat, termasuk ritual Entas-Entas. Bunga ini digunakan untuk menghias petra, boneka simbolik dalam ritual tersebut, sebagai lambang keabadian.

Foto Suvenir edelweiss yang dijual di galeri Taman Edelweiss, Wonokitri, Pasuruan. (Foto: Dendy Ganda/Ketik.com)Suvenir edelweiss yang dijual di galeri Taman Edelweiss, Wonokitri, Pasuruan. (Foto: Dendy Ganda/Ketik.com)

Namun, sejak edelweiss ditetapkan sebagai tanaman dilindungi, masyarakat Tengger tidak lagi leluasa mengambilnya dari alam. Kondisi tersebut mendorong upaya budi daya edelweiss secara mandiri oleh warga.

Pada 2018, Kelompok Tani Hulun Hyang, dengan pendampingan TNBTS, mulai mengembangkan budi daya edelweiss di Desa Wonokitri. Sebanyak 830 batang edelweiss ditanam di area taman, sementara sekitar 7.500 bibit dibagikan kepada warga setempat.

“Pembibitan saat ini berada di lokasi terpisah, tetapi masih di kawasan Wonokitri,” ujar Indah.

Selain Anaphalis javanica, taman ini juga membudidayakan Anaphalis viscida dan Anaphalis longifolia.

Edukasi dan Pemberdayaan Warga

Selain sebagai tempat konservasi, Taman Edelweiss Wonokitri juga berfungsi sebagai pusat edukasi dan pemberdayaan ekonomi warga. Pengelola menyediakan paket edukasi serta program adopsi edelweiss bagi wisatawan.

Galeri cendera mata di area taman menjual berbagai suvenir, mulai dari gantungan kunci, kaus, hingga edelweiss kering. Harga suvenir edelweiss berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp70 ribu, dan penjualannya telah mengantongi izin resmi.

Ngatini (65), warga Desa Wonokitri, mengaku keberadaan taman ini sangat membantu masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan edelweiss untuk keperluan adat.

“Sekarang tidak perlu lagi mencari edelweiss di alam. Kami juga diberi bibit,” katanya.

Daya Tarik Wisata di Jalur Bromo

Di dalam kompleks Taman Edelweiss Wonokitri terdapat kafe yang menyediakan beragam makanan dan minuman, mulai dari penganan ringan hingga makanan berat. Dengan harga yang relatif terjangkau, pengunjung dapat menikmati hidangan sambil melihat hamparan edelweiss dengan latar Pegunungan Tengger.

Sejumlah spot foto juga tersedia di area taman, termasuk anjungan dengan latar pegunungan. Hal ini menjadikan Taman Edelweiss Wonokitri sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga edukasi dan pengalaman budaya.

Salah seorang pengunjung, Nara, warga Malang, menilai Taman Edelweiss Wonokitri sebagai destinasi wisata yang lengkap.

“Bisa melihat edelweiss, menikmati makanan, sekaligus mendapat pengetahuan. Udaranya juga sejuk,” ujarnya.

Dengan konsep wisata edukatif dan lokasi strategis di kawasan Bromo Tengger, Taman Edelweiss Wonokitri menjadi alternatif wisata yang dapat dikunjungi sepanjang tahun, termasuk saat tingginya kunjungan wisatawan ke Gunung Bromo. (*)

Baca Sebelumnya

Resmi! Jakarta Tanpa Pesta Kembang Api di Malam Tahun Baru 2026, Gubernur Pramono: Hormati Korban Bencana

Baca Selanjutnya

Love, Untangled: Potret Insecurity dan Proses Bertumbuh Remaja

Tags:

libur Nataru Gunung Bromo TNBTS Edelweiss Bromo

Berita lainnya oleh Dendy Ganda Kusumah

Arema FC Resmi Jalin Kerja Sama dengan RS Hermina Tangkubanprahu Malang

14 April 2026 06:49

Arema FC Resmi Jalin Kerja Sama dengan RS Hermina Tangkubanprahu Malang

Melampaui Kebaya: R.A. Kartini dan Relevansi Kesetaraan Gender Ditinjau dari Stereotype Content Model

14 April 2026 06:29

Melampaui Kebaya: R.A. Kartini dan Relevansi Kesetaraan Gender Ditinjau dari Stereotype Content Model

Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar Kunjungi Graha Ketik, Tekankan Peran Media Kawal Pembangunan

13 April 2026 13:26

Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar Kunjungi Graha Ketik, Tekankan Peran Media Kawal Pembangunan

Mindful Living Tanpa Plastik

11 April 2026 20:13

Mindful Living Tanpa Plastik

Hujan Deras Disertai Es Turun di Sawojajar Kota Malang

9 April 2026 13:12

Hujan Deras Disertai Es Turun di Sawojajar Kota Malang

Timnas Futsal Indonesia Bungkam Australia 3-2, Segel Juara Grup ASEAN Futsal Championship 2026

8 April 2026 15:14

Timnas Futsal Indonesia Bungkam Australia 3-2, Segel Juara Grup ASEAN Futsal Championship 2026

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar