Mengenal Buah Matoa: Si Eksotis dari Papua

Jurnalis: Wawan Saputra
Editor: M. Rifat

11 Des 2024 16:05

Thumbnail Mengenal Buah Matoa: Si Eksotis dari Papua
Foto buah matoa .(Foto: fkm unair)

KETIK, PASAMAN BARAT – Buah matoa (Pometia pinnata) adalah buah khas Indonesia yang berasal dari Papua. Tanaman ini termasuk dalam keluarga Sapindaceae, sama seperti rambutan dan leci.

Matoa dikenal karena rasanya yang manis dan unik, perpaduan antara kelengkeng, rambutan, dan durian. Pohon matoa dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 20–40 meter, menjadikannya salah satu pohon tropis yang menjulang tinggi.

Buah matoa berbentuk lonjong hingga oval, dengan kulit keras berwarna hijau tua saat masih mentah dan berubah menjadi cokelat kemerahan saat matang.

Daging buahnya berwarna putih bening, bertekstur kenyal, dan berair. Satu biji besar berada di tengah buah, mirip dengan kelengkeng atau rambutan.

Baca Juga:
Justin Hubner Minta Maaf ke Lewis Holtby Usai Insiden Kaki Sobek di Liga Belanda

Matoa memiliki rasa yang manis dengan aroma khas. Banyak orang menyebut rasanya adalah gabungan kelengkeng, rambutan, dan durian. Aroma buah ini cukup harum, terutama ketika sudah matang sempurna.

Matoa tidak hanya lezat, tetapi juga kaya manfaat. Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari mengonsumsi buah ini adalah sebagai sumber antioksidan, membantu menjaga kesehatan kulit, memberikan energi instan, dan memiliki sifat antibakteri.

Buah ini mengandung vitamin C dan E, yang berperan sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Foto Ilustrasi buah matoa. (Foto :Wawan/ketik.co.idIlustrasi buah matoa. (Foto :Wawan/ketik.co.id

Baca Juga:
19 Siswa SMKN 3 Malang Lolos SNBP 2026, Tembus UB, UM hingga Politeknik Negeri

Selain itu, kandungan glukosanya memberikan energi cepat, sementara vitamin E mendukung kesehatan kulit. Penelitian juga menunjukkan bahwa ekstrak buah matoa memiliki potensi melawan infeksi ringan.

Buah matoa biasanya dimakan langsung setelah dikupas. Namun, karena rasanya yang manis, matoa juga sering diolah menjadi manisan, jus, atau campuran dalam es buah.

Matoa tumbuh baik di daerah tropis dengan curah hujan yang tinggi. Pohon ini dapat tumbuh di tanah subur dengan ketinggian hingga 1.200 meter di atas permukaan laut. Matoa sering ditemukan di hutan-hutan Papua, tetapi kini mulai dibudidayakan di berbagai wilayah di Indonesia.

Budidaya pohon matoa relatif mudah karena memiliki daya tahan yang baik terhadap hama. Namun, pohon ini membutuhkan waktu cukup lama untuk mulai berbuah, sekitar 4–5 tahun setelah ditanam. Selain itu, pohon matoa membutuhkan ruang tumbuh yang luas untuk berkembang dengan baik.

Buah matoa memiliki prospek cerah sebagai komoditas lokal maupun ekspor. Dengan meningkatnya minat pada produk-produk lokal, matoa memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih lanjut, baik sebagai buah segar maupun produk olahan.

Buah matoa adalah salah satu kekayaan alam Indonesia yang patut dibanggakan. Selain menawarkan rasa yang unik, buah ini juga kaya manfaat kesehatan. Dengan budidaya yang tepat, matoa memiliki potensi besar untuk mendukung perekonomian lokal dan memperkenalkan cita rasa khas Papua ke dunia internasional. Apakah Anda sudah pernah mencoba buah matoa? (*)

Baca Sebelumnya

Ada Sanggahan, KPU Banyuasin Belum Tetapkan Hasil Penghitungan Suara

Baca Selanjutnya

Ini Susunan Pemain Duel Persebaya Surabaya vs Persik Kediri di GBT

Tags:

Matoa Buah Papua Buah Eksotis Indonesia Nusantara

Berita lainnya oleh Wawan Saputra

25 Siswa SMA N 1 Lembah Melintang Lulus SNBP 2026, Berikut Daftarnya

7 April 2026 13:20

25 Siswa SMA N 1 Lembah Melintang Lulus SNBP 2026, Berikut Daftarnya

Jangan Biarkan Hukum Rimba Tumbuh di Pasaman Barat

1 April 2026 09:49

Jangan Biarkan Hukum Rimba Tumbuh di Pasaman Barat

Mobilnya Diduga Ditabrak dengan Sengaja, Penyuluh Agama di Pasbar Minta Keadilan

29 Maret 2026 17:29

Mobilnya Diduga Ditabrak dengan Sengaja, Penyuluh Agama di Pasbar Minta Keadilan

Janji Kampanye Belum Terwujud, Klaim Keberhasilan Pemda Pasbar Dinilai Terlalu Dini

27 Maret 2026 18:21

Janji Kampanye Belum Terwujud, Klaim Keberhasilan Pemda Pasbar Dinilai Terlalu Dini

Air Sungai Batang Sontang Pasbar Keruh, Warga Duga Dampak Tambang Emas Ilegal

24 Maret 2026 14:49

Air Sungai Batang Sontang Pasbar Keruh, Warga Duga Dampak Tambang Emas Ilegal

Investigasi Wartawan: Diduga Quarry Ilegal Rusak Jalan dan Cemari Air Sungai

19 Maret 2026 22:40

Investigasi Wartawan: Diduga Quarry Ilegal Rusak Jalan dan Cemari Air Sungai

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar